Debian: Repository

Revision as of 13:49, 12 December 2025 by Kangtain (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Repository Debian (bahasa Indonesia: Repositori Debian) adalah sekumpulan paket perangkat lunak yang disimpan dalam server atau media penyimpanan tertentu yang digunakan untuk menginstal dan memperbarui perangkat lunak pada sistem operasi Debian dan turunannya. Sistem ini memungkinkan manajemen paket yang terpusat dan teratur, di mana pengguna dapat mengunduh aplikasi beserta dependensinya menggunakan alat manajemen paket seperti APT (Advanced Packaging Tool) atau Synaptic,. Repositori ini dapat diakses melalui berbagai media, termasuk jaringan internet (HTTP/FTP) atau media fisik seperti CD/DVD-ROM,.

Struktur dan Komponen

Repositori Debian diorganisasikan ke dalam beberapa bagian berdasarkan lisensi perangkat lunak dan kepatuhan terhadap Debian Free Software Guidelines (DFSG).

  • Main: Bagian ini berisi perangkat lunak yang 100% bebas dan mematuhi DFSG. Ini merupakan bagian utama dari distribusi Debian,.
  • Non-free: Bagian ini memuat paket perangkat lunak yang tidak memenuhi standar perangkat lunak bebas Debian, meskipun dapat didistribusikan ulang. Perangkat lunak dalam kategori ini mungkin memiliki batasan lisensi tertentu, seperti larangan penggunaan komersial,.
  • Contrib: Bagian ini berisi perangkat lunak yang lisensinya bebas, namun bergantung pada perangkat lunak lain yang tidak bebas (berada di bagian non-free) untuk dapat berfungsi.

Selain pembagian berdasarkan lisensi, repositori juga menyediakan paket sumber (source package) yang terdiri dari berkas .dsc, .orig.tar.gz, dan .debian.tar.xz. Paket sumber ini memungkinkan pembuatan paket biner (.deb).

Konfigurasi Teknis

Konfigurasi repositori pada sistem Debian disimpan dalam berkas /etc/apt/sources.list,. Berkas ini berisi daftar sumber dari mana paket akan diunduh. Baris konfigurasi biasanya dimulai dengan deb untuk paket biner atau deb-src untuk paket sumber, diikuti oleh alamat URL repositori dan distribusi yang digunakan.

Metode instalasi perangkat lunak melalui repositori dapat dilakukan dengan dua cara utama:

  1. Media Fisik (CD/DVD): Digunakan jika server atau komputer tidak terhubung ke internet. Pengguna memasukkan CD/DVD instalasi dan menambahkannya ke dalam daftar sumber menggunakan perintah apt-cdrom add,.
  2. Jaringan (Network): Menggunakan protokol HTTP atau FTP untuk mengunduh paket dari server repositori atau cermin (mirror) yang tersedia di berbagai negara,.

Setelah daftar sumber dikonfigurasi, basis data paket lokal harus diperbarui menggunakan perintah apt-get update agar sistem mengenali paket perangkat lunak terbaru yang tersedia.

Klasifikasi Rilis

Paket dalam repositori Debian dikelompokkan berdasarkan siklus rilis distribusi:

  • Stable: Versi stabil yang telah melalui pengujian ekstensif dan direkomendasikan untuk penggunaan produksi,.
  • Testing: Versi yang sedang dalam tahap pengujian untuk menjadi rilis stabil berikutnya.
  • Unstable (Sid): Versi pengembangan yang berisi paket-paket terbaru namun belum diuji sepenuhnya. Nama sandi "Sid" bersifat permanen untuk versi unstable.
  • Backports: Repositori yang menyediakan versi paket yang lebih baru yang dikompilasi ulang agar dapat berjalan pada rilis stable.

Kontroversi Bagian Non-free

Keberadaan bagian non-free dalam repositori Debian telah menjadi subjek perdebatan di dalam komunitas. Pihak yang mendukung keberadaan bagian ini berargumen bahwa banyak paket non-free "hampir bebas" dan diperlukan oleh pengguna, seperti firmware untuk perangkat keras tertentu yang tanpanya perangkat tidak dapat beroperasi.

Sebaliknya, pihak yang menentang berpendapat bahwa keberadaan bagian non-free bertentangan dengan prinsip Debian yang hanya melayani perangkat lunak bebas dan dapat membuat pengguna beralih dari alternatif perangkat lunak bebas. Keberadaan repositori non-free ini menyebabkan Free Software Foundation (FSF) tidak merekomendasikan Debian secara resmi sebagai sistem operasi yang sepenuhnya bebas.