Jump to content

J.611000.020.01: Mengoptimalkan Kinerja Sistem Jaringan

From Wiki
Revision as of 10:31, 12 December 2025 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "'''J.611000.020.01: Mengoptimalkan Kinerja Sistem Jaringan''' adalah unit kompetensi dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Informasi dan Komunikasi, Golongan Pokok Telekomunikasi, Bidang Jaringan Komputer. Unit ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 321 Tahun 2016. Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk mengidentifikasi kinerja sistem jaringan, menent...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

J.611000.020.01: Mengoptimalkan Kinerja Sistem Jaringan adalah unit kompetensi dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Informasi dan Komunikasi, Golongan Pokok Telekomunikasi, Bidang Jaringan Komputer. Unit ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 321 Tahun 2016. Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk mengidentifikasi kinerja sistem jaringan, menentukan metode perbaikan, serta melakukan pengaturan ulang agar sistem dapat berjalan secara optimal.

Deskripsi dan Ruang Lingkup

Unit kompetensi ini berhubungan dengan proses pengidentifikasian kinerja sistem jaringan untuk memastikan operasional yang optimal. Ruang lingkup unit ini berlaku untuk aktivitas optimalisasi kinerja sistem jaringan agar dapat berjalan dengan normal. Dalam kerangka kualifikasi nasional, unit ini dikategorikan ke dalam kompetensi fungsional atau pilihan pada level kualifikasi tertentu, yang umumnya mensyaratkan kemampuan analisis mendalam terhadap infrastruktur jaringan yang sudah ada.

Elemen Kompetensi

Unit ini terdiri dari empat elemen kompetensi utama, yang masing-masing memiliki kriteria unjuk kerja spesifik sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi Kinerja Sistem

Tahap ini melibatkan analisis teknis terhadap kondisi jaringan saat ini. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  • Menganalisis utilitas sistem, error log, struktur berkas dan disk, serta laporan kinerja untuk mengidentifikasi permasalahan.
  • Meninjau waktu respon (response time) dengan menggunakan standar pembanding.
  • Menginvestigasi kapasitas jaringan dan throughput menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras untuk memantau kinerja pada beban puncak (peak load).
  • Menggunakan bidang teknik lain untuk mengidentifikasi kemacetan (bottlenecks) pada jaringan.

2. Menentukan Metode Perbaikan Kinerja

Setelah identifikasi masalah, teknisi harus merumuskan strategi perbaikan:

  • Meninjau ulang kapasitas sistem, pembatasan, dan temuan hasil tinjauan kinerja.
  • Mendiskusikan metode yang dipilih dengan pihak terkait, seperti pemrogram sistem, pemasok, konsultan, dan sumber daya teknik lainnya.
  • Menggunakan alat-alat sistem untuk mendapatkan informasi tambahan yang dibutuhkan.
  • Merancang kegiatan kursus atau langkah kerja untuk mengatasi masalah kinerja.
  • Mengidentifikasi metode penyelesaian masalah yang efektif dan efisien.

3. Mengatur dan Memonitor Kinerja Sistem

Elemen ini merupakan tahap eksekusi dari rencana perbaikan:

  • Menyiapkan komponen dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
  • Melakukan instalasi dan konfigurasi komponen yang telah terpasang.
  • Mengatur keseimbangan antara perangkat lunak dan perangkat keras jaringan.
  • Memantau ulang sistem untuk mendemonstrasikan perbaikan kinerja yang telah dilakukan.
  • Membuat rekomendasi untuk pencegahan dan deteksi kemungkinan timbulnya masalah kinerja yang sama di masa depan.

4. Mendokumentasikan Tindakan

Langkah terakhir adalah pendokumentasian teknis, yang mencakup:

  • Mendokumentasikan hasil optimisasi konfigurasi jaringan.
  • Mendokumentasikan hasil penggantian perangkat yang baru.

Persyaratan dan Penilaian

Persyaratan Kompetensi

Sebelum menempuh unit kompetensi ini, peserta diwajibkan memiliki kompetensi pada beberapa unit lain yang terkait dengan instalasi, konfigurasi, dan pemeliharaan jaringan. Unit-unit prasyarat tersebut antara lain:

  • Mengkonfigurasi Routing pada Perangkat Jaringan (dalam satu Autonomous System dan antar Autonomous System).
  • Memasang Kabel dan Perangkat Jaringan.
  • Memonitor Keamanan Jaringan.
  • Mengidentifikasi Sumber Kerusakan.
  • Memperbaiki Kerusakan Konfigurasi Jaringan.
  • Mengganti Perangkat Jaringan yang Rusak.

Pengetahuan dan Keterampilan

Untuk menguasai unit ini, diperlukan pengetahuan tentang instalasi dan konfigurasi jaringan (meliputi pengalamatan IP, static routing, dan dynamic routing) serta analisis kebutuhan terhadap teknologi baru. Keterampilan yang dibutuhkan meliputi kemampuan mengkonfigurasi jaringan dan menguji peralatan.

Peralatan

Dalam pelaksanaannya, unit ini membutuhkan peralatan pendukung seperti komputer, kabel konsol (console), kabel konverter, dan penguji kabel (cable tester).