Jump to content

J.611000.017.01: Mengidentifikasi Sumber Kerusakan

From Wiki
Revision as of 10:15, 12 December 2025 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "'''J.611000.017.01: Mengidentifikasi Sumber Kerusakan''' adalah salah satu unit kompetensi dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Informasi dan Komunikasi, Golongan Pokok Telekomunikasi, Bidang Jaringan Komputer. Unit ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 321 Tahun 2016. Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk menganalisis dan menemukan sumber kerusaka...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

J.611000.017.01: Mengidentifikasi Sumber Kerusakan adalah salah satu unit kompetensi dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Informasi dan Komunikasi, Golongan Pokok Telekomunikasi, Bidang Jaringan Komputer. Unit ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 321 Tahun 2016. Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan untuk menganalisis dan menemukan sumber kerusakan atau permasalahan pada sebuah jaringan komputer.

Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berhubungan dengan kemampuan teknis yang dibutuhkan oleh seorang tenaga profesional jaringan untuk melakukan analisis dan pencarian sumber masalah (troubleshooting) dalam infrastruktur jaringan. Fokus utama unit ini adalah pada identifikasi masalah di dalam jaringan internal. Kompetensi ini sering dikaitkan dengan jenjang pekerjaan yang membutuhkan kemampuan analisis logis dan fisik terhadap arsitektur jaringan.

Elemen dan Kriteria Unjuk Kerja

Unit ini terdiri dari tiga elemen kompetensi utama, yang masing-masing memiliki kriteria unjuk kerja spesifik sebagai berikut:

1. Menyiapkan data dokumentasi dari jaringan yang bermasalah

Tahap awal melibatkan persiapan data dan peralatan sebelum analisis dilakukan. Kriteria unjuk kerjanya meliputi:

  • Mengidentifikasi data aplikasi dan bahan dokumentasi sesuai dengan kebutuhan.
  • Menyiapkan peralatan dan bahan pada tempatnya.

2. Menganalisis problem dari sisi end point secara logical

Elemen ini berfokus pada analisis logis dari titik akhir pengguna. Kriteria unjuk kerjanya meliputi:

  • Memeriksa Layer 1 dari end point.
  • Menganalisis Layer 2 dan selanjutnya secara bertahap hingga sumber masalah ditemukan.

3. Mengidentifikasi problem secara physical

Elemen ini berfokus pada pemeriksaan fisik perangkat keras. Kriteria unjuk kerjanya meliputi:

  • Memeriksa semua peralatan dari Layer 1 sampai Layer 4 secara fisik.
  • Mengidentifikasi masalah (problem) yang muncul.

Batasan Variabel

Unit kompetensi ini memiliki batasan konteks dan persyaratan peralatan sebagai berikut:

  • Konteks Variabel: Unit ini berlaku untuk seseorang dalam menganalisis dan mengidentifikasi masalah di dalam jaringan internal.
  • Peralatan: Peralatan yang dibutuhkan mencakup komputer dan LAN tester.
  • Perlengkapan: Tidak ada perlengkapan spesifik yang dipersyaratkan dalam dokumen standar.

Panduan Penilaian

Penilaian terhadap kompetensi ini dilakukan untuk mengukur tingkat kemampuan peserta dalam menganalisis dan mengidentifikasi masalah jaringan internal.

Pengetahuan dan Keterampilan yang Dibutuhkan

Untuk mendemonstrasikan kompetensi ini, diperlukan pengetahuan dan keterampilan spesifik, antara lain:

Pengetahuan:

  • Kemampuan menganalisis aplikasi yang digunakan.
  • Pemahaman mengenai OSI Layer.

Keterampilan:

  • Menggunakan LAN tester untuk pengetesan fisik.
  • Melakukan pengetesan secara logical menggunakan perintah seperti ping, traceroute, dan nslookup.

Sikap Kerja

Sikap kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan unit kompetensi ini adalah terampil, teliti, dan rapi.

Aspek Kritis

Aspek kritis yang menjadi fokus utama dalam penilaian unit ini adalah langkah-langkah analisis yang dilakukan secara logical (logis).

Metode Penilaian

Penilaian dapat dilakukan dengan menggabungkan berbagai metode, termasuk lisan, wawancara, tes tertulis, demonstrasi, atau metode lain yang relevan, yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi (TUK), ruang simulasi, atau workshop.