Jump to content

DNS Server

From Wiki
Revision as of 06:01, 10 December 2025 by Kangtain (talk | contribs) (Created page with "'''Server Domain Name System (DNS)''' adalah sistem komputer yang berfungsi untuk mengaitkan alamat IP (''Internet Protocol'') numerik dengan nama domain yang mudah diingat oleh manusia. Sistem ini bertugas menerjemahkan (memetakan) nama host atau domain menjadi alamat IP, atau sebaliknya, sehingga pengguna dapat mengakses situs web menggunakan nama (seperti "www.example.com") tanpa perlu menghafal alamat numeriknya,. == Fungsi dan Protokol == DNS beroperasi pada lapisa...")
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Server Domain Name System (DNS) adalah sistem komputer yang berfungsi untuk mengaitkan alamat IP (Internet Protocol) numerik dengan nama domain yang mudah diingat oleh manusia. Sistem ini bertugas menerjemahkan (memetakan) nama host atau domain menjadi alamat IP, atau sebaliknya, sehingga pengguna dapat mengakses situs web menggunakan nama (seperti "www.example.com") tanpa perlu menghafal alamat numeriknya,.

Fungsi dan Protokol

DNS beroperasi pada lapisan aplikasi (Application Layer) dalam model referensi TCP/IP,. Secara teknis, layanan ini menggunakan protokol UDP (User Datagram Protocol) dan TCP (Transmission Control Protocol) pada port 53 untuk melakukan query nama,,.

Fungsi utama DNS adalah sebagai buku telepon digital yang memfasilitasi komunikasi antar perangkat di jaringan global dengan cara:

  • Resolusi Nama: Mengubah nama domain (seperti google.com) menjadi alamat IP yang dapat dirutekan oleh perangkat jaringan,.
  • Efisiensi Jaringan: Memungkinkan penggunaan metode Anycast untuk penyeimbangan beban global dalam sistem terdistribusi.

Implementasi pada MikroTik RouterOS

Dalam perangkat jaringan seperti MikroTik, DNS Server memegang peranan vital dalam manajemen konektivitas dan distribusi informasi jaringan.

Konfigurasi Dasar

Pengaturan DNS pada router MikroTik dapat diakses melalui menu IP -> DNS. Administrator jaringan dapat menentukan alamat server DNS yang akan digunakan, baik yang disediakan oleh penyedia layanan internet (ISP) maupun DNS publik seperti Google (8.8.8.8 dan 8.8.4.4) atau OpenDNS,,. Tanpa konfigurasi DNS yang tepat, router mungkin dapat melakukan ping ke alamat IP publik, namun akan gagal menyelesaikan permintaan ping ke nama domain.

Fitur Allow Remote Requests

Salah satu parameter penting dalam konfigurasi DNS di MikroTik adalah opsi Allow Remote Requests. Jika fitur ini diaktifkan:

  • Router akan bertindak sebagai DNS server (cache) untuk jaringan lokal,.
  • Komputer klien dapat mengatur alamat IP router sebagai DNS server mereka, sehingga tidak perlu menghubungi DNS publik secara langsung,.
  • Penggunaan fitur ini dapat membantu menghemat penggunaan bandwidth internet karena permintaan DNS yang berulang akan dilayani dari cache router.

Distribusi Melalui DHCP

Layanan DNS sering didistribusikan secara otomatis kepada klien melalui protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). DHCP Server menyediakan konfigurasi IP otomatis yang mencakup alamat IP, Gateway, dan DNS Server kepada klien,. Dalam konfigurasi DHCP Client, terdapat opsi Use Peer DNS yang memungkinkan router menerima pengaturan DNS secara otomatis dari server DHCP hulu (misalnya dari ISP).

Fitur Lanjutan

Dynamic DNS (DDNS)

Untuk mengatasi perubahan alamat IP publik yang dinamis, digunakan metode Dynamic DNS (DDNS). Layanan ini memperbarui alamat IP pada hostname secara otomatis. Pada perangkat MikroTik, fitur ini dikenal sebagai IP Cloud, yang mengganti akses IP publik dengan nama DNS yang disediakan oleh MikroTik.com, sehingga router tetap dapat diakses dari jarak jauh meskipun IP publiknya berubah.

Transparent DNS

Metode Transparent DNS digunakan untuk membelokkan lalu lintas DNS dari klien ke server DNS tertentu tanpa konfigurasi manual di sisi klien. Teknik ini sering digunakan untuk memblokir akses ke situs web tertentu (seperti konten negatif) dengan mengarahkan permintaan DNS ke layanan penyaring seperti DNS Bersih. Implementasinya melibatkan penggunaan NAT (Network Address Translation) untuk mengalihkan protokol UDP port 53 ke alamat DNS penyaring.