Kernel Linux
Kernel Linux adalah bagian inti (core) dari sistem operasi Linux yang bertugas menjembatani interaksi antara perangkat keras komputer (hardware) dengan perangkat lunak (software) atau pengguna,. Kernel ini diciptakan oleh Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki, Finlandia, pada tahun 1991,. Sebagai perangkat lunak sumber terbuka (open source) yang dirilis di bawah lisensi General Public License (GPL) versi 2, kode sumber kernel Linux tersedia secara bebas untuk dikembangkan dan dimodifikasi oleh komunitas pemrogram global,.
Sejarah
Pengembangan kernel Linux bermula dari keinginan Linus Torvalds untuk memiliki sistem operasi yang mirip dengan UNIX namun dapat berjalan pada perangkat keras Intel x86. Pada saat itu, Torvalds menggunakan sistem operasi MINIX untuk keperluan pendidikan, namun merasa terbatas karena lisensi MINIX tidak mengizinkan pengembangan lebih lanjut menjadi sistem operasi yang lengkap,.
Pada tanggal 25 Agustus 1991, Torvalds mengirimkan surel ke mailing list comp.os.minix yang mengumumkan bahwa ia sedang mengerjakan sebuah sistem operasi gratis sebagai hobi. Tanggal ini kemudian dijadikan patokan sebagai hari lahirnya Linux.
Awalnya, Torvalds ingin menamai kernel ciptaannya sebagai "Freax", gabungan dari kata free, freak, dan huruf x sebagai kiasan dari UNIX. Namun, Ari Lemmke, rekan kerja Torvalds yang mengelola server FTP tempat kode tersebut diunggah, menamai direktori proyek tersebut dengan nama "Linux" (Linus MINIX) tanpa izin Torvalds, yang akhirnya disetujui sebagai nama resmi.
Perkembangan kernel Linux juga berkaitan erat dengan Proyek GNU yang diprakarsai oleh Richard Stallman pada tahun 1983. Meskipun Proyek GNU telah menghasilkan banyak komponen sistem operasi seperti library, compiler, dan shell, proyek ini belum berhasil menyelesaikan kernel mereka sendiri yang bernama Hurd. Kehadiran kernel Linux mengisi kekosongan komponen inti tersebut, sehingga memungkinkan terciptanya sistem operasi yang utuh.
Arsitektur dan Fungsi
Secara arsitektur, kernel Linux merupakan lapisan yang berhubungan langsung dengan perangkat keras komputer, berada di bawah lapisan shell dan utilities. Kernel berfungsi sebagai pengelola sumber daya (resource manager), seperti mengatur memori, pencetak (printer), dan perangkat lainnya. Kernel bertanggung jawab atas tugas-tugas utama sistem operasi, termasuk menggerakkan hard disk untuk pembuatan dan penulisan berkas.
Meskipun kernel Linux berstruktur monolitik—di mana seluruh komponen layanan sistem operasi berada di satu ruang alamat—ia dirancang secara modular. Kernel Linux terdiri dari modul-modul yang dapat dibongkar pasang, sehingga memungkinkannya beradaptasi dengan berbagai perangkat keras. Konsep modul yang dapat dimuat (loadable modules) memungkinkan penambahan bagian esensial ke kernel saat diperlukan dan dicabut ketika tidak digunakan lagi pada waktu berjalan (run-time).
Dalam sistem berkas Linux, berkas-berkas boot loader seperti kernel dan initrd umumnya disimpan dalam direktori /boot. Informasi mengenai versi kernel yang sedang berjalan dapat diperiksa menggunakan perintah uname dengan opsi -r atau -a.
Keamanan dan Konfigurasi
Keamanan pada kernel Linux dapat ditingkatkan melalui berbagai mekanisme konfigurasi dan pembaruan. Menerapkan patch keamanan dan menjaga kernel tetap mutakhir merupakan langkah penting untuk melindungi sistem. Konfigurasi parameter kernel pada saat runtime dapat dilakukan melalui berkas /etc/sysctl.conf, yang memungkinkan pengaturan proteksi seperti IP spoofing protection dan exec-shield.
Selain itu, kernel Linux mendukung ekstensi keamanan seperti SELinux (Security-Enhanced Linux), yang menyediakan kontrol akses wajib (Mandatory Access Control atau MAC) untuk membatasi interaksi aplikasi atau proses terhadap objek sistem. Fitur transparansi kode pada open source memungkinkan audit keamanan independen untuk mendeteksi celah keamanan (backdoor).
Dalam distribusi tertentu yang dirancang untuk pengujian penetrasi dan forensik, seperti Kali Linux, kernel yang digunakan adalah versi kustom yang telah di-patch untuk mendukung injeksi nirkabel (wireless injection).
Kontroversi Penamaan GNU/Linux
Terdapat perdebatan mengenai penamaan sistem operasi yang menggunakan kernel Linux. Richard Stallman dan Free Software Foundation berpendapat bahwa istilah "Linux" saja tidak cukup karena sistem operasi tersebut terbentuk dari kombinasi kernel Linux buatan Torvalds dan aplikasi pendukung dari Proyek GNU.
Stallman menyatakan bahwa menyebut sistem secara keseluruhan sebagai "Linux" dapat mengaburkan kontribusi Proyek GNU yang bertujuan menciptakan kebebasan bagi pengguna. Oleh karena itu, istilah "GNU/Linux" sering dipromosikan untuk merujuk pada sistem operasi yang lengkap, meskipun istilah "Linux" tetap umum digunakan secara luas untuk merujuk pada kernel maupun sistem operasinya.