Jump to content

Fiber Optic: menentukan warna kabel

From Wiki
Revision as of 19:21, 21 September 2025 by Kangtain (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Berikut adalah penjelasan rinci mengenai cara menentukan warna kabel serat optik (fiber optic) berdasarkan informasi yang tersedia dalam sumber:

Standar Warna Inti Serat Optik (Core)

Penentuan warna inti (core) serat optik mengikuti standar internasional yang disepakati untuk memudahkan identifikasi dan penyambungan. Standar yang umum digunakan adalah TIA/EIA-598.

Dalam standar ini, digunakan 12 warna baku untuk urutan inti serat optik. Urutan ini bersifat baku dan sering disingkat sebagai "BOHCAP MHK UPT".

Urutan 12 warna standar tersebut adalah:

  1. Biru
  2. Oranye/Jingga (Orange)
  3. Hijau
  4. Cokelat (Brown)
  5. Abu-abu (Gray)
  6. Putih
  7. Merah
  8. Hitam
  9. Kuning
  10. Violet/Ungu
  11. Pink
  12. Toska (Teal/Turquoise)

Hierarki Warna pada Kabel Multi-Serat (Loose Tube)

Pada kabel serat optik yang memiliki kapasitas besar (multi-fiber), serat-serat dikelompokkan dalam selubung longgar yang disebut loose tube. Satu loose tube (atau selongsong) umumnya dapat berisi 2 hingga 12 serat optik.

Untuk mengidentifikasi serat dalam kabel multi-fiber, digunakan hierarki:

  1. Warna Tube (Selubung Luar): Jika kabel memiliki lebih dari 12 serat (misalnya, kabel 24 core atau 48 core), serat-serat tersebut dikelompokkan ke dalam beberapa tube (selongsong). Setiap tube diberi warna sesuai dengan urutan 12 warna standar yang sama.
  2. Warna Core dalam Tube: Di dalam setiap tube, inti serat (core) diurutkan kembali menggunakan urutan 12 warna standar (Biru hingga Toska).

Contoh Identifikasi:

Jika sebuah kabel memiliki kapasitas yang lebih besar, misalnya 144 fiber, itu berarti kabel tersebut terdiri dari 12 tube, dan setiap tube berisi 12 serat. Urutan identifikasi dimulai dari warna tube pertama dengan urutan warna pertama, kemudian dilanjutkan ke tube berikutnya.

Misalnya, urutan serat ke-13 akan berada pada:

  • Tube kedua (Oranye).
  • Serat ke-1 (Biru) di dalam tube oranye tersebut.

Bila kabel serat optik memiliki notasi seperti x F/y T, ini berarti x adalah jumlah serat optik/fiber dalam kabel, dan y adalah jumlah tube dalam kabel.

Pewarnaan pada Bagian Kabel Lain

Selain inti serat (core), kode warna juga digunakan pada bagian lain kabel:

Jacket/Selubung Luar (Patch Cord)

  • Kuning: Menandakan serat optik jenis Single Mode.
  • Oranye: Menandakan serat optik jenis Multi Mode.
  • Aqua: Digunakan untuk serat optik multi-mode 50/125 mikrometer optimal laser 10 Giga.
  • Abu-abu/Biru: Kadang masih digunakan dalam perancangan.

Tanda Pengenal Kabel Optik (Marking)

Kulit kabel sepanjang kabel harus memuat tanda pengenal yang tidak mudah hilang, mencakup:

  • Nama pabrik pembuat.
  • Tahun pembuatan.
  • Tipe serat optik (SM = Single Mode, GI = Graded Index, SI = Step Index).
  • Pemakaian kabel optik (D = Duct, A = Aerial, B = Buried, S = Submarine, I = Indoor).
  • Jenis kabel optik (LT = Loose Tube, SC = Slotted Cable, TB = Tight Buffered).
  • Struktur penguat (SS = Solid Steel Core, WS = Standard Wire Steel, GRP = Glass Reinforced Plastic).
  • Tanda satuan panjang.

Untuk analisis strategis lebih lanjut, perlu diperhatikan bahwa kompleksitas standar warna yang digunakan dalam kabel serat optik berkapasitas tinggi (seperti 144 core) dapat mempengaruhi kecepatan dan keakuratan proses penyambungan di lapangan.