Jump to content

Hardware jaringan: Switch

From Wiki
Revision as of 20:12, 12 May 2024 by Kangtain (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

Switch adalah salah satu contoh komponen yang memiliki peran cukup penting. Apabila Anda merupakan orang yang bergelut di bidang IT, istilah ‘switch’ mungkin terdengar tidak asing lagi. Switch adalah komponen yang bertugas untuk menghubungkan sejumlah perangkat komputer. Pada komponen ini biasanya berfungsi untuk membantu pertukaran informasi atau data pada beberapa komputer.

Pengertian secara umum, switch adalah komponen jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa perangkat komputer dalam sebuah jaringan. Proses ini memungkinkan pengguna bertukar data dan informasi ke perangkat yang dituju.

Perlu Anda ketahui bahwa secara umum switch adalah salah satu komponen jaringan dalam komputer yang mempunyai peran cukup penting. Di mana fungsi switch yang utama yaitu menghubungkan sejumlah perangkat komputer agar bisa melakukan pertukaran paket dan meneruskan data menuju berbagai perangkat tujuan.

Sebetulnya, switch bisa dikategorikan sebagai jenis jaringan perangkat komputer yang menyerupai HUB. Namun baik switch dan HUB memiliki perbedaan di bagian sistem kerjanya. Switch memang dianggap lebih baik sistem kerjanya dibandingkan HUB, walaupun dari segi harganya memang lebih mahal.

Pertukaran informasi dilakukan secara terarah, sehingga data dapat langsung diterima tanpa adanya gangguan seperti collision. Selain ada pengertian apa itu tentang switch, masih ada pendapat lain yang mengartikan switch sebagai jenis komponen pada jaringan komputer yang dipergunakan untuk menghubungkan beberapa HUB untuk membentuk jaringan komputer lebih besar serta memerlukan bandwidth yang cukup besar pula.

Serupa tapi tidak sama, switch dan HUB adalah dua hal yang berbeda. Perbedaan paling mencolok terletak pada sistem kerjanya, dimana switch bekerja secara lebih terarah baik dalam memproses, mengirim dan menerima data. Kinerja switch diklaim jauh lebih baik daripada HUB, sehingga jangan heran jika komponen satu ini memiliki harga sedikit lebih mahal.

Pengertian Switching

Pengertian switching adalah sistem elektronik yang dapat digunakan sebagai penghubung jalur komunikasi antar perangkat. Jaringan switching ini merupakan sebuah jaringan yang dapat mengalokasikan sebuah sirkuit yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk dapat saling berkomunikasi.

Sirkuit yang dedicated yang tidak dapat digunakan oleh pengguna lain sampai sirkuit ini dilepaskan dan koneksi baru bisa disusun. Meskipun tidak ada komunikasi yang terkoneksi pada sebuah sirkuit yang dedicated, tetapi kanal ini tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal ini baru dapat dipakai apabila pengguna baru disebut dengan kanal idle.

Terdapat pendapat lain tentang pengertian switching lainnya yakni sebuah metode untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal yang terpisah untuk keperluan pengontrolan. Misalnya, untuk koneksi antar telepon exchange yang menggunakan CCS7 yang digunakan untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol sekaligus menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.

Tujuan Menggunakan Switch

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi menjadikan penggunaan switch semakin meningkat. Sebab, semakin banyak pengguna komputer yang memahami apa itu switch dan tujuan penggunaannya.

Adapun beberapa tujuan menggunakan switch yaitu :

  1. Mengurangi beban kerja di masing-masing PC host.
  2. Membantu meningkatkan kinerja pada jaringan.
  3. Jaringan yang memakai switch akan mempunyai lebih benturan frame lebih kecil. Sebab adanya switch menjadikan collision domain pada setiap koneksi.
  4. Switch bisa dihubungkan secara langsung dengan workstation.

Fungsi Switch untuk Jaringan

Switch memiliki beberapa fungsi yang menjadi concentrator untuk menerima dan berbagi data antar perangkat. Berikut beberapa fungsinya.

Looping Avoidance

Dapat dipakai untuk mencegah looping saat menerima data yang tak dikenal tujuannya. Data tersebut akan diteruskan ke IP Address tujuan via block salah satu port yang terhubung ke perangkat lain.

Penerusan Data Frame

Dipakai untuk memfilter dan meneruskan data frame ke alamat tujuan. Penerusan ini juga akan dilanjutkan ke alamat MAC dan port tertentu untuk mencegah tabrakan pengiriman data.

Address Learning

Dapat mencatat alamat MAC antar perangkat jaringan yang terubung. Jadi, saat switch menerima data, memahami arah data pengirim ke alamat MAC.

Fungsi Switch

1. Menyaring dan Meneruskan Paket Data

Fungsi switch pertama yaitu menyaring dan meneruskan paket data yang diterima ke alamat tujuan. Alamat yang dimaksud berupa port dan MAC address perangkat. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir terjadinya collision atau tabrakan ketika data diproses.

2. Mencatat Alamat

Switch memiliki kemampuan address learning di mana seluruh MAC address yang pernah terhubung akan disimpan dan dipelajari. Ketika menerima data, MAC address pengirim dicatat secara otomatis kemudian switch mempelajari semua proses pengiriman, termasuk kemana arah mana data tersebut harus dikirim.

3. Looping Avoidance

Fungsi switch lainnya adalah mencegah terjadinya looping data. Kendala ini merupakan kondisi dimana data yang diterima stuck atau hanya berputar-putar di bagian port. Switch memungkinkan penerusan pengiriman data dengan cara memblokir salah satu port yang tengah terhubung ke perangkat lain.

Jenis-Jenis Switch

Secara Umum

Secara umum, switch ini dibagi jadi dua jenis yakni menurut OSI (Open System Interconnection) yang mana ada dua switch yaitu:

1. Switch Layer 2

Switch yang operasi data link layer terdapat pada lapisan model OSI. Switch dapat meneruskan paket data dengan melihat MAC address tujuan, switch serta bisa menjadi fungsi bridge antar segmen-segmen LAN (Local Area Network), walaupun switch mengirimkan paket-paket data dengan cara melihat alamat yang akan ditujukan tanpa mengetahui protokol jaringan yang digunakan.

2. Switch Layer 3

Switch yang terletak di network layer yang berada di lapisan model OSI. Switch ini mampu meneruskan paket data memakai IP address. Switch layer 3 juga disebut sebagai switch routing maupun switch multilayer.

Berdasarkan Fungsinya

Switch memiliki beberapa jenis dengan fungsi dan kelebihan masing-masing, diantaranya sebagai berikut:

1. Managed Switch

Managed switch memiliki kelebihan yang tidak bisa Anda temui di switch jenis lainnya, yaitu user interface. Tampilan antarmuka pengguna akan mempermudah user ketika melakukan konfigurasi. Selain itu, konfigurasi dapat dilakukan dengan berbagai metode, sebut saja interface, console dan di internet.

2. Unmanaged Switch

Unmanaged switch merupakan jenis switch yang biasanya digunakan di rumah dan kantor berskala kecil menengah. Switch satu ini tidak memerlukan settingan rumit serta proses instalasinya terbilang cukup mudah. Contoh sederhananya yaitu pengelolaan aliran data antara mesin printer dengan beberapa perangkat komputer.

3. Enterprise Managed Switch

Enterprise managed merupakan jenis switch yang sering dipakai oleh perusahaan berskala besar. Konsep topologi switch ini sangat kompleks sehingga diperlukan usaha keras untuk monitoring dan konfigurasinya. Selain itu, enterprise managed switch umumnya hanya memiliki empat sampai delapan port khusus ethernet.

4. Smart Switch

Smart switch bisa dikatakan sebagai jenis yang telah dimodifikasi dengan karakteristik berada di tengah managed dan unmanaged switch. Konfigurasi dan pengaturan  smart switch dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi berbasis web. Kelebihannya, settingan switch bisa diatur dan diubah secara otomatis sesuai kebutuhan perangkat.

Cara Kerja Switch

Sekilas cara kerja switch hampir mirip seperti HUB, yakni pertukaran informasi atau data beberapa perangkat dalam sebuah jaringan. Kinerja switch diklaim lebih baik karena kemampuan proses mengirim dan pertukaran datanya yang efisien.

Pada saat switch menerima data tertentu dari perangkat yang terhubung, pada saat yang sama komponen ini akan mendeteksi dan mencocokkan MAC address. Switch kemudian mempelajari dan menghasilkan logika koneksi untuk port dan perangkat yang dituju. Dengan demikian, data yang dikirim hanya akan diterima oleh perangkat dengan tujuan  tanpa terjadi tabrakan data atau collision.

Perbedaan Switch dengan Hub

Terdapat beberapa perbedaan dari kedua komponen jaringan tersebut di atas, diantaranya:

Osi Layer

Osi atau Open System Interconnection merupakan sebuah kerangka konseptual yang menjadi acuan sebagai standar koneksi pada sebuah komputer, biasanya memiliki 7 tingkatan yang berbeda.

Hub: Komponen ini bekerja pada Osi layer pertama. Osi layer pertama merupakan layer fisik yang hanya bisa mengirim data saja.

Switch: Bekerja pada Osi layer ke-2 dapat menambah MAC Address pada paket data yang berupa data link.

MAC Addres atau Media Access Control Address merupakan alamat jaringan yang mempresentasikan sebuah node tertentu. Alamatnya unik dengan panjang 48 – bit atau 6 byte.

Cara Kerja

Hub mempunyai prinsip kerja yaitu menerima dan mengirim sinyal listrik dari kabel yang tersambung. Sedangkan Switch, memiliki prinsip kerja yang lebih kompleks, yaitu :

  1. Mengirim dan menerima sinyal.
  2. Memproses sebuah informasi pada layer data link.
  3. Informasi tersebut berupa MAC Address yang unik dari masing-masing perangkat komputer yang terhubung.

Kecepatan Transfer Data

Switch lebih cepat dalam melakukan transfer data karena komponen tersebut dapat menyeleksi setiap perangkat yang mengirim maupun menerima sinyal jadi data dapat langsung terkirim ke alamat tujuan. Hub lebih lambat, karena melakukan transfer data harus melalui semua port yang ada.

Tingkat Kehandalan

Seperti pada perbedaan sebelumnya, hub menerima dan mengirim sinyal dari setiap port yang ada, jadi tidak memiliki kemampuan untuk menyeleksi masing-masing port yang menerima sinyal tersebut.

Sedangkan switch memiliki kemampuan untuk menyeleksi setiap perangkat yang dapat terhubung melalui MAC Address. Jadi, kesimpulannya adalah switch merupakan komponen jaringan yang lebih diandalkan daripada komponen hub.

Keamanan

Hub tidak memiliki sistem pemeriksaan data, jadi pengirim maupun penerima dapatkan semua data secara utuh. Switch memiliki kemampuan untuk memeriksa setiap data yang masuk dan memastikan data tersebut aman. Jadi, jika kalian menggunakan komponen jaringan switch maka tidak dipastikan bahwa tidak semua data terkirim secara utuh.

Pengaturan

Jika Anda tidak ingin sesuatu yang merepotkan, maka hub menjadi pilihan yang sangat tepat, karena tidak ada pengaturan dalam perangkat tersebut, jadi otomatis berfungsi.

Jika menggunakan switch terlebih dahulu harus lakukan pengaturan, terutama tipe smart manage dan tipe manage itu sendiri. Pengaturan tersebut berfungsi untuk menyaring, yaitu memblokir maupun menerima perangkat yang dapat terhubung.

Source