SSH
SSH (Secure Shell Connection) server adalah suatu protokol atau jalur masuk aman dengan menggunakan file yang dikirim dari jaringan unix system. Semua alur jalannya jaringan dirahasiakan hanya dapat membaca satu jaringan dan juga tidak dapat menangkap password.
Sistem ini disebut sebagai kemajuan teknologi yang besar ketimbang telnet dan FTP protokol.
Sistem ini juga menyediakan koneksi dengan enskripsi antara para pengguna dengan server yang dipakai, dalam proses pemaiakannya SSH menggunakan telnet.
Perbedaan akan terlihat ketika Anda mengakses website biasa dengan website yang lebih aman yakni HTTPS.
Sesuai dengan namanya yakni koneksi Shell yang aman, SSH adalah singkatan dari Secure Shell Connection. Berbeda dengan Telnet dan FTP, koneksi yang dilakikan jaringan SSH telah lebih dienkripsi menggunakan beberapa teknologi.
Diantaranya, enkripsi simetris, enkripsi asimetris dan juga hashing, ketiga teknologi ini merupakan bagian dari teknik kriptografi.
Keuntungan dari menggunakan teknik ini adalah menjamin koneksi yang terhubung telah terenkripsi.
Jenis-Jenis Enkripsi
- Enkripsi simetris menggunakan satu secret key untuk mengenkripsi dan mendekripsi data dari client dan juga host. Secret key tersimpan pada server dan client. Selama proses transfer, kunci tersebut tidak ikut dipindahkan.
- Ssimetris Enkripsi menggunakan dua key terpisah untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data yang membentuk pasangan kunci public-private key pair. Data yang di enkripsi oleh public key hanya bisa dideskripsikan oleh private key pasangannya.
- Hashing teknik transfer satu arah yang tidak bisa di deskripsi, kegunaanya untuk memastikan bahwa data yang dikirim melalui SSH tidak dimodifikasi oleh hacker dan pihak manapun.
Saat menggunakan SSH, disarankan untuk melakukan autentikasi pengguna remote sebelum melakukan koneksi pada server.
Tidak hanya itu, SSH juga akan mengirimkan input dari SSH client ke host server dan mengirimkan hasilnya ke user client.
Manfaat SSH
- Mengontrol server dengan lebih mudah dan bebas, Anda bisa dengan mudah mengakses dan mengontrol file dan pengaturan yang ada pada hosting tanpa harus mendatangi dimana server fisik tersimpan.
- Menghindari cyber crime, dengan ketiga teknik kriptografi yang ada, SSH akan secara otomatis memutus koneksi jika mendeteksi aktivitas mencurigakan saat proses transfer terjadi. Tentunya hal ini akan melindungi Anda dari hacker dan malware.
- DNS dan IP spoofing, fitur spoofing yang ada di SSH berfungsi untuk melindungi proses transfer dari hacker atau peretas, untuk lebih jelasnya baca artikel tentang spoofing berikut ini.
- Keamanan yang terjamin, dengan sistem autentikasi dan enkripsi data, koneksi data yang dilakukan melalui SSH mempunyai keamanan yang ketat dan terjamin.
- DNS Spoofing, fitur ini memungkinkan Anda terhindar dari aksi peretasan atau hacking, peretasan ini biasanya dilakukan dengan cara memasukkan data ke dalam sistem domain, dalam sistem ini memperlihatkan Name Server Cache Database. Sehingga menyebabkan Nama Server tersebut kembali ke IP yang salah, dampaknya dapat mengalihkan koneksi ke komputer lain.
- Manipulasi Data, peretas dapat merubah data pada perantara di sepanjang rute jaringan, proses ini kerap dilakukan pada router yang menjadi jalan data masuk dari gateway setelah melalui pos pemeriksaan di jalur tersebut.
Cara Kerja
Memakai model client server, dimana SSH client ini akan melakukan koneksi ke SSH Server. Dalam proses koneksi ke SSH Server, SSH Client akan menggunakan kunci kriptografi, fungsinya adalah melakukan verifikasi dan identifikasi SSH Server yang dituju.
Jika kunci yang dipakai SSH Client tidak sama dengan server, maka koneksi tidak akan tersambung.
SSH Client dan Server bisa tersambung atau terkoneksi jika memakai kunci yang sama, tentunya setelah melalui proses verifikasi. Nantinya, koneksi yang tersambung terlebih dahulu akan dienkripsi dengan memakai symmetric encryption serta hashing algorithm.
Tujuan dilakukannya proses enkripsi pada SSH adalah untuk memastikan keutuhan data dan kerahasiaan data guna keperluan antara client serta server.
Sementara apa itu SSH Client, ini merupakan sebuah aplikasi yang fungsinya untuk menghubungkan sistem operasi dengan SSH Server.
SSH Client bisa diterapkan pada beberapa sistem operasi, bahkan yang sebelumnya telah terpasang dalam sebuah perangkat seperti Linux dan MacOS.
Lalu, bagi Anda yang menggunakan sistem operasi Windows bisa memakai aplikasi seperti PuTTY.
Pengguna MacOS dan Linux tak perlu menginstal aplikasi tambahan untuk mendapatkan banyak keuntungan memakai sistem ini. Karena fitur SSH Client sudah berada di terminal masing-masing, Anda hanya memerlukan perintah untuk mengelolanya.
Itulah sedikit informasi terkait SSH yang bisa Anda pelajari. Sebagai provider cloud hosting terkemuka di Indonesia Qwords.com tidak hanya memberikan informasi terkait perkembangan teknologi. Namun, juga menyediakan berbagai layanan tambahan untuk menunjang aktivitas penjualan, seperti platform MailToGo yang menjadi tools email marketing ampuh untuk menunjang kebutuhan promosi.