Pendidikan Agama Islam:Bagaimana Islam Menghadapi Tantangan Modernisasi
Memahami Konsep Islam tentang Iptek, ekonomi, politik, Sosial Budaya dan Pendidikan
Ilmu dalam bahasa arab = ‘alima – ya’lamu – ilman ( mengetahui, pengetahuan).
Secara etimologis ilmun artinya: jelas, terang, baik proses perolehannya maupun objek kajiannya.
Kata ilmun diungkap sebanyak 854 kali.
Dengan demikian, pengetahuan adalah “segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan panca indera dan hati. Adapun ilmu dalam arti science atau ilmu pengetahuan atau disebut juga pengetahuan ilmiah.
Ilmu dalam arti science disebut suatu sistem pengetahuan menyangkut suatu bidang pengalaman tertentu yang disusun sedemikian rupa dengan metodologi tertentu (ilmiah) sehingga menjadi kesatuan (sistem),
sedangkan pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia melalui tangkapan panca indera dan hati,
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al mujadalah : 11)
Islam tidak membeda-bedakan disiplin ilmu yang satu dengan disiplin ilmu lainnya, semua disiplin ilmu dipandang penting dan mulia disisi-Nya. Islam juga mencintai keindahan (seni). Jadi, cinta kepada keindahan berarti cinta kepada Tuhan karena Tuhan mencintai keindahan.
Dalam dunia modern, seni menjadi bagian penting, karena dengan dukungan perangkat canggih, refleksi dan produk kesenian merambah ruang-ruang keluarga dan masyarakat
Seni bisa menjadi pencerah jiwa manusia dalam kehidupan, disisi lain dapat mengancam nilai-nilai hakiki kemanusiaan.
Seni –budaya bangsa Indonesia yang pada masa dahulu tidak hanya merefleksikan pemahaman para seniman terhadap ajaran islam, namun karya seni dimaksudkan sebagai media untuk menciptakan kerukunan, kegotongroyongan, control social, bahkan menggugah semangat mengusir penjajah.
Bagaimana Pandangan Islam Tentang Ekonomi
Prinsip-Prinsip Ekonomi
- Prinsip ekonomi konvensonal, menunjukan bahwa dengan modal seadanya akan memperoleh keuntungan sebesar - besarnya. Prinsip ini digunakan oleh pedagang dan pengusaha semata-mata mencari keuntungan mereka berusaha memenuhi kebutuhan secara maksimal.
- Prinsip ekonomi Islam, berkorban secara tidak kikir dan tidak boros dalam rangka mendapatkan keuntungan yang layak
Kekuatan ekonomi sangat berpengaruh terhadap eksistensi dan wibawa suatu bangsa. Sebuah bangsa dipandang kuat bukan karna kekuatan militernya tetapi karena kekuatan ekonominya.
Karakter manusia berbasis ekonomi islam
1. QS. An-Nisa' Ayat 134
"Barangsiapa menghendaki pahala di dunia maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat“.
2. Qs. Al-Munafiqun 9
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.
3. QS.At-Taubah/9:24
"Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik".
4. QS. At-Takasur/105 :1-2)
"Telah membuat kalian lalai, upaya memperbanyak harta,hingga kalian masuk liang kubur”
Bagaimana pandangan islam tentang politik?
Politik Islam terkonsep dalam piagam Madinah. Dalam pandangan Islam politik dibagi menjadi tiga yaitu:
- Siyasah dusturiyah (hukum tata negara) yang membahas tentang cara dan metode kepemimpinan,kriteria seorang pemimpin,hukum mewujudkan kepemimpinan,pembagian kekuasaan(Eksekutif,legislatif,yudikatif)
- Siyasah dauliyyah (hukum politik yang mengatur hubungan Internasional).kajiannya adalah hubungan antar negara Islaam dengan negara non muslim , negara islam dengan negara islam hukum perang dan damai dan genjatan senjata.
- Siyasah maliyah (hukum politik yang mengatur keuangan negara) pembahasannya adaalah sumber-sumber keuangan negara, distribusi keuangan negara, perencanaan anggaran negara dan penggunaannya serta pengawasan dan pertanggungjawaban penggunaan.
Bagaimana pandangan islam tentang pendidikan?
Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk memanusiakan manusia, ini berarti tujuan pendidikan adalah menjadikan manusia sadar atas eksistensi sebagai manusia hamba Allah yang bertugas sebagai Abdullah dan Khalifatullah
Sesuai dengan ayat-ayat al-Quran :
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku". (Q.S Dzariat/56)
"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan. Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)". (Q.S Al Muqmin/51-53).
Tujuan luhur pendidikan dalam Islam adalah untuk merealisasikan ubudiyah kepada Allah. Untuk mewujudkan tujuan luhur tersebut. Menurut An-nahlawi Islam mengemukakan tiga metode :
- Pedagogis psikologis yang lahir dalam dirinya yang didorong oleh rasa takut dan cinta kepada Allah serta Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
- Saling menasehati kepada sesama agar menepati kebenaran dan menepati kesabaran.
- Menggunakan jalur kekuasaan untuk mengamankan hukum bagi masyarakat muslim sehingga keamanan menjadi stabil dan masyarakat dapat menikmati keamanan tersebut.
Tujuan pendidikan dikatakan berhasil manakala proses pendidikan dilakukan dengan cara yang benar secara Qur’ani dan menyentuh tiga rannah yang ada dalam diri manusia yaitu akal (An Nas) hati (Insan) dan Jasmani (Basyar).
- Basyar (makhluk biologis). Yang berarti manusia memerlukan sandang, pangan, papan, menikah, berkeluarga dll sperti manusia yang lain.
- Insan ( menunjuk arti manusia sebagai makhluk spiritual, makhluk rohani). Kebutuhan rohani manusia akan terpenuhi dengan agama, karena agama adalah fitrah dan jatidiri manusia. Tanpa agama manusia akan kering secara rohani dan hidup layaknya hewan karena yang diperjuangkan hanya untuk bisa makan, minum, tidur dan menikah.
- An-Nas (menunjuk manusia sebagai makhluk social). Manusia tidak bisa hidup tanpa ada keterlibatan dengan manusia yang lain. Tak terhitung tangan yang berjasa sehingga anda duduk dibangku kuliah? Tak terhitung tangan-tangan yang berjasa kepada anda? Kalau ukuran materi, tentu kita tidak mampu membalasnya….oleh karena itu kita wajib berbuat baik kepada semua orang, khususnya kepada orang-orang yang berjasa kepada kita dengan cara menghiasi diri kita dengan akhlak mahmudah (terpuji).
Implementasi dalam Bidang IPTEK
ILMU
- Ayat qur’aniyah adalah wahyu Allah kepada Rasulullah termaktub dalam mushab untuk keselamatan
- Ayat ayat qauniyah adalah alam semesta sebagai ciptaan Allah yang diteliti dengan paradigma ilmiah dan menggunakan akal yang merupakan ciptaan Allah.
SENI
Seni adalah keindahan,kesucian,dan sarana untuk kembali kepada Tuhan.Seni diibaratkan seperti pisau bermata dua, disatu sisi dapat menjadi pencerah manusia dalam kehidupan, misalnya jika kita mendengar bacaan Al Qur’an yang indah maka secara spontan akan keluar dari mulut kita “subhanallah”.sedangkan disisi lain dapat mengancam nilai-nilai kemanusiaan,misalnya seni tato.
BIDANG POLITIK
Prinsip-prinsip dasar politik Islam (Q.S An nisa : 58-59)
- Al amanah (titipan)
- Al adalah (keadilan)
- Al huriyah (kemerdekaan dan kebebasan)
- Al musyawah (kesetaraan atau kesamaan)
- Tabadul al-Ijtima ( tanggung jawab sosial )
BIDANG PENDIDIKAN
Sistem pendidikan nasional di negara kita mengandung visi dan misi yang syarat nilai ilahiyah, tetapi tidak sedikit para pakar dan praktisi pendidikan yang berjiwa sekuler sehingga sistem pendidikan kita diseret kearah sekularisme.
BIDANG EKONOMI
Sistem ekonomi yang berlaku Islam belum tentu Islami karena ada yang gharar (penipuan) dan riba.
- Contoh dari gharar misalnya kasus penipuan umroh, travel
Riba dibagi menjadi 4
- Riba qardh : utang yg harus dibayar lebih pada pokoknya karena peminjam tidak mampu bayar pada jatuh temponya
- Riba jahiliyah misalnya meminjam uang dengan sistem bunga
- Riba fadhl misalnya 1 kg beras yang bagus ditukar dengan 2 kg beras yang tidak bagus.
- Riba nasi’ah misalnya jual beli emas lama dengan emas baru.
Sumber historis, sosiologis, dan filosofis tentang konsep Islam mengenai IPTEK, politik,dan Pendidikan
Sumber historis
Secara historis ketika dunia Islam unggul dalam bidang IPTEK yaitu pada masa dinasti umaiyah dan dinasti abasiyah ( zaman keemasan Islam) .Dan kemajuan IPTEK yang telah dicapai umat Islam memang sudah dijelaskan dasar-dasarnya oleh Rasulullah.
Sumber filosofis
Islam merupakan sistem nilai dan ajaran dan bersifat ilahiyah (transenden) pada posisi ini Islam adalah pandangan yang memberikan kacamata yang memberikan susut pandang pada manusia dalam memahami realitas.
Sumber sosiologis
Islam merupakan fenomena beradaban,realitas sosial kemanusiaan.Pada wilayah ini nilai-nilai Islam bertemu dan berdialog secara intens dengan kenyataan hidup duniawi yang selalu berubah
Karakteristik ajaran Islam
- Rasional, ajaran Islam harus sesuai akal dan nalar manusia.
- Sesuai dengan fitrah manusia. Artinya orang yang beragama harus sesuai hidup dengan fitrahnya.
- Tidak mengandung kesulitan
- Tidak mengandung banyak taklif (beban)
- Bertahap
Tantangan yang dihadapi islam di masa modernisasi saat ini
- Kemajuan iptek telah mengubah pola fikir, pergaulan, dan kehidupan secara massif
- Industri dalam memproduksi barang dan jasa yang diperlukan di masyarakat, tetapi disisi lain membawa dampak kepada wujudnya stratifikasi sosial yang tidak seimbang yaitu kapitalis, sehingga menyebabkan adagium dalam masyarakat
- Kemajuan dalam bidang teknologi dan komunikasi telah mengubah pola hidup masyarakat dalam segala aspeknya termasuk pola keberagannya.
Peran islam terhadap modernisasi yang terjadi saat ini
- Islam harus menjadi solusi dalam menghadapi dampak kemajuan industri dan gelombang informasi.
- Islam sebagai agama rasional adalah agama masa depan yaitu agama yang membawa perubahan untuk kemajuan seiring dengan kehidupan modern.
Ada 5 program (kuntowijoyo) untuk memerankan kembali islam yang bisa di laksanakan saat ini dalam rangka menghadapi modernisasi:
- Perlunya di kembangkan penafsiran sosial struktural lebih dari pada penafsiran individual ketika memahami ketentuan-ketentuan dalam Al-Qur’an.
- Mengubah cara berfikir subjectif kearah objektif.
- Mengubah islam yang normatif menjadi teoritis.
- Mengubah pemahaman yang ahistoris menjadi historis.
- Merumuskan formulasi-formulasi wahyu yang bersifat umum menjadi formulasi-formulasi yang spesifik dan empiris.