LAN (Local Area Network)
Local Area Network (LAN) atau Jaringan Area Lokal adalah jenis jaringan komputer yang mencakup area geografis yang relatif kecil, seperti di dalam satu gedung, kantor, atau kampus universitas. Jaringan ini digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer atau perangkat dalam satu area yang sama, memungkinkan terjadinya komunikasi data dan pembagian sumber daya (resources) seperti berkas (file), pencetak (printer), dan koneksi internet antar perangkat tersebut. Dalam LAN, setiap perangkat biasanya dihubungkan menggunakan media kabel atau nirkabel.
Karakteristik dan Fungsi
LAN memiliki karakteristik kecepatan transfer data yang lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan yang lebih luas seperti Wide Area Network (WAN). Fungsi utama dari LAN meliputi:
- Berbagi Sumber Daya: Memungkinkan penggunaan perangkat keras seperti printer, pemindai (scanner), dan media penyimpanan data secara bersama-sama oleh seluruh pengguna dalam jaringan.
- Komunikasi Data: Memfasilitasi pertukaran informasi antar pengguna melalui protokol komunikasi tertentu.
- Efisiensi: Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan mempermudah koordinasi antar pengguna dalam suatu organisasi.
Setiap perangkat dalam LAN memiliki alamat unik, seperti alamat IP (Internet Protocol), untuk membedakan satu perangkat dengan perangkat lainnya dalam proses pengiriman data. Pada implementasinya, administrator jaringan sering menggunakan blok alamat IP pribadi (private IP address) yang dicadangkan, misalnya rentang 192.168.0.0 hingga 192.168.0.255, untuk perangkat di dalam LAN.
Komponen dan Media Transmisi
Infrastruktur LAN melibatkan perangkat keras dan media transmisi untuk menghubungkan titik-titik jaringan (node).
Perangkat Keras
Perangkat yang umum digunakan dalam LAN meliputi:
- Komputer Client dan Server: Komputer yang meminta layanan (client) dan komputer yang menyediakan sumber daya (server).
- Switch dan Hub: Berfungsi sebagai titik pusat yang menghubungkan perangkat dalam topologi bintang (star). Switch dinilai lebih efisien daripada Hub karena mampu mengirimkan data secara spesifik ke perangkat tujuan, sedangkan Hub menyalin data ke seluruh port.
- Router: Digunakan untuk menghubungkan LAN dengan jaringan lain yang berbeda, seperti internet. Dalam konfigurasi tertentu, router dapat difungsikan layaknya sebuah switch menggunakan fitur bridge untuk menggabungkan beberapa antarmuka menjadi satu segmen jaringan.
Media Transmisi
LAN menggunakan media transmisi fisik (kabel) dan non-fisik (nirkabel):
- Kabel (Wired): Media yang umum digunakan meliputi kabel Twisted Pair (UTP dan STP), kabel Koaksial, dan serat optik (Fiber Optic). Kabel UTP adalah media yang paling umum digunakan dalam LAN modern.
- Nirkabel (Wireless/WLAN): Menggunakan gelombang elektromagnetik (radio) untuk mengirimkan data tanpa kabel fisik. Teknologi ini memungkinkan mobilitas pengguna selama berada dalam jangkauan sinyal.
Topologi Jaringan
Topologi mengacu pada susunan fisik dan logis dari perangkat dalam jaringan. Beberapa topologi yang digunakan dalam LAN antara lain:
- Topologi Bus: Semua perangkat terhubung ke satu kabel tunggal (kabel pusat). Data dikirimkan melalui kabel tersebut ke setiap perangkat.
- Topologi Star: Setiap perangkat terhubung secara langsung ke satu titik pusat (hub atau switch). Jika terjadi gangguan pada satu kabel, perangkat lain tidak terpengaruh, namun jika titik pusat rusak, seluruh jaringan akan terganggu.
- Topologi Ring: Perangkat dihubungkan membentuk lingkaran tertutup, di mana data bergerak satu arah. Kegagalan satu perangkat dapat melumpuhkan seluruh jaringan.
- Topologi Mesh: Setiap perangkat terhubung dengan semua perangkat lain, memberikan redundansi tinggi namun membutuhkan banyak kabel.
- Topologi Tree: Merupakan penggabungan dari beberapa topologi bus yang dihubungkan secara hierarkis.
Wireless LAN (WLAN)
Wireless LAN (WLAN) adalah pengembangan LAN yang menggunakan gelombang radio sebagai media transmisi, menghilangkan kebutuhan akan kabel fisik untuk koneksi antar perangkat. Standar teknologi yang digunakan untuk WLAN diatur oleh IEEE 802.11.
Mode Koneksi WLAN
Terdapat dua mode koneksi dalam WLAN:
- Mode Ad-Hoc: Konfigurasi peer-to-peer di mana perangkat terhubung langsung satu sama lain tanpa memerlukan Access Point (AP).
- Mode Infrastructure: Menggunakan titik pusat berupa Access Point (AP) yang berfungsi melayani komunikasi antar perangkat dan menghubungkan ke jaringan kabel (backbone).
Standar IEEE 802.11
WLAN memiliki beberapa standar operasional berdasarkan kecepatan dan frekuensi:
- 802.11b: Bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan data hingga 11 Mbps.
- 802.11g: Bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan kecepatan data hingga 54 Mbps.
- 802.11a: Bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan metode modulasi OFDM.
- 802.11n: Menggunakan teknologi MIMO (Multiple Input Multiple Output) untuk meningkatkan throughput data hingga 300 Mbps atau lebih.
Protokol dan Metode Akses
Dalam jaringan LAN berbasis kabel (Ethernet), metode akses yang digunakan adalah Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD). Metode ini mengharuskan perangkat untuk "mendengar" media transmisi sebelum mengirim data untuk menghindari tabrakan data (collision).
Sebaliknya, pada jaringan WLAN, digunakan mekanisme Clear Channel Assessment (CCA) di mana sinyal tidak akan ditransmisikan jika media sedang sibuk. Interferensi sinyal dapat terjadi pada WLAN, baik dari perangkat 802.11 lain (Direct Interference) maupun perangkat non-802.11 (Indirect Interference).
Keuntungan dan Kelemahan
Keuntungan:
- Efisiensi dalam penggunaan sumber daya (seperti printer dan penyimpanan data) secara bersama-sama.
- Memudahkan komunikasi dan kolaborasi antar pengguna.
- Manajemen dan pemeliharaan infrastruktur dapat dilakukan secara terpusat.
- Pada WLAN, instalasi lebih mudah dan fleksibel karena tidak membutuhkan kabel yang rumit.
Kelemahan:
- Rentan terhadap masalah keamanan seperti virus dan malware yang dapat menyebar melalui jaringan.
- Ketergantungan pada perangkat keras pusat (seperti server atau switch); jika perangkat pusat mengalami kegagalan, kinerja jaringan dapat terganggu.
- Pada WLAN, terdapat potensi gangguan sinyal (interferensi) dan penurunan performa akibat halangan fisik bangunan.