Kabel Coaxial
Kabel coaxial adalah jenis kabel yang terdiri atas dua penghantar, yang letak penghantarnya berada di bagian tengah kabel dan dikelilingi oleh penghantar yang satu dengan pola melingkar. Prinsip kerja kabel Coaxial yaitu dengan cara menghantarkan arus atau sinyal listrik dari sumber tujuan. Saat ini kabel coaxial hampir tidak digunakan lagi dalam jaringan komputer karena port konektor BNC yang dipakai sudah jarang ditemukan pada perangkat komputer atau perangkat jaringan switch dan router. Instalasi jaringan dengan kabel coaxial sulit dan butuh keahlian ekstra terutama dalam membuat atau memasang konektor.

Kabel coaxial merupakan jenis kabel yang terdiri dari kawat tembaga, yang dilapisi oleh isolator, konduktor, dan kemudian pada bagian luar dari kabel coaxial ini dilindungi dengan menggunakan bahan PVC. Sekilas, kabel coaxial ini juga sama seperti kabel antena televisi.
Untuk menghubungkan peralatan radio dengan antenna, kita biasanya menggunakan kabel coax. Setiap kabel coax di rancang untuk mempunyai impedansi yang tertentu. Untuk peralatan WiFi, biasanya kita menggunakan kabel coax dengan impedansi 50 ohm. Jika impedansi-nya tidak 50 ohm maka sinyal akan terpantul balik ke pemancar yang kemungkinan akan membuat jebol pemancar. Oleh karena itu kita harus menggunakan kabel coax yang betul-betul match di 50 ohm
kabel coaxial (atau coax pendeknya, berasal dari kata-kata “common axis”). Kabel coax memiliki kawat konduktor ditengahnya yang dikelilingi oleh material non-konduktif yang dinamakan dielektrik, atau insulator. Dielektrik ini kemudian dikelilingi oleh pembungkus yang sering kali terbuat dari kabel lilitan. Dielektrik mencegah tersambungnya konektor di tengah dan kabel pembungkus. Akhirnya, coax dilindungi oleh sebuah penutup luar yang pada umumnya terbuat dari bahan PVC. Konduktor bagian dalam membawa sinyal RF, and pelindung luar mencegah sinyal RF untuk meradiasi ke atmosfer, and juga mencegah sinyal luar dari mengganggu sinyal yang dibawa oleh pusat. Sebuah fakta menarik lainnya adalah sinyal frekuensi tinggi selalu berjalan pada lapisan luar konduktor: semakin besar konduktor di tengah, semakin baik sinyal akan mengalir. Hal ini dinamakan”efek kulit” atau “skin effect”.
Redaman Kabel Coax
Sialnya, kabel termasuk kabel coax akan banyak meredam sinyal. Sebaiknya gunakan kabel coax sependek mungkin agar sinyal tidak teredam sehingga kualitas sambungan tetap baik. Kita biasanya menggunakan kabel coax pendek sepanjang 0.5 meter yang biasa di sebut pigtail. Tampak pada tabel adalah redaman kabel pada frekuensi 2.4GHz dari beberapa kabel coax.
| Tipe Kabel | Loss / 10 meter (di 2.4GHz). |
|---|---|
| RG 8 | 3.3 dB |
| LMR 400 | 2.2 dB |
| Heliax 3/8” | 1.76 dB |
| LMR 600 | 1.7 dB |
| Heliax ½” | 1.2 dB |
| Heliax 5/8” | 0.71 dB |
Tip Kabel Coax untuk WiFi
Pengalaman di lapangan menunjukan bahwa sebaiknya minimal menggunakan kabel coax tipe LMR, jangan sekali-sekali menggunakan kabel coax tipe RG-8. Bagi mereka yang beruntung tentunya akan sangat baik untuk menggunakan kabel heliax. Sayangnya kabel heliax lumayan mahal sekitar Rp. 250.000/meter yang asli & kualitas baik. Sering kali kita menemukan toko-toko di glodok lantai dua menjual potongan kabel heliax dengan harga Rp. 30-40.000 / meter.
Kita biasanya membatasi panjang maksimum kabel coax hanya 0.5 meter. Kabel ini biasanya di sebut [[pigtail[[. Sehingga semua peralatan radio harus di letakan di atas tower. Data di alirkan melalui kabel UTP Local Area Network (LAN) ke bawah ke Network Operation Center (NOC) yang biasanya terletak di bawah tower. Tidak heran untuk melihat peralatan radio di masukan ke kandang / rumah-rumahan kecil agar aman di letakan di atas tower.
Kekurangan
- Memiliki jaringan transmisi data yang terbatas.
- Jaringan menggunakan kabel dinilai kurang fleksibel.
- Memiliki jangkauan yang terbatas.