Cara Menentukan Layanan Jaringan dalam Sebuah Topologi

Menentukan layanan jaringan itu intinya adalah memastikan jaringan Anda bisa melakukan apa yang Anda inginkan. Ibaratnya Anda sedang merancang rumah, Anda harus tahu rumah itu mau dipakai untuk apa (tinggal, kerja, atau disewakan).

Langkah-langkah untuk menentukan layanan jaringan biasanya dimulai dari tahap perencanaan:

Buat Dulu Peta Jaringan (Topologi)

Anda tidak bisa menentukan layanan apa yang dibutuhkan kalau Anda tidak tahu seperti apa bentuk jaringan Anda. Topologi itu seperti cetak biru atau denah (peta) dari jaringan Anda.

Anda harus menggambar atau merencanakan:

  • Berapa banyak komputer atau perangkat (seperti laptop dan ponsel) yang akan terhubung.
  • Bagaimana router (perangkat penghubung jaringan) terhubung ke sumber internet (WAN).
  • Jaringan lokal Anda (LAN) akan dibagi menjadi berapa bagian (misalnya, jaringan kabel, Wi-Fi biasa, dan Wi-Fi Hotspot).

Setelah tahu peta jalannya, baru kita bisa tentukan fungsi apa yang harus dijalankan oleh perangkat, seperti router Mikrotik.

Tentukan Tujuan Akhir Jaringan Anda

Apa yang Anda ingin capai dengan jaringan ini? Tujuannya akan sangat menentukan layanan apa yang harus diaktifkan.

Contoh-contoh Tujuan/Fungsi Jaringan

Tujuan Jaringan (Layanan yang Diperlukan) Contoh Fitur Mikrotik
Menghubungkan ke Internet IP Address, DHCP Client, Default Route.
Membuat Internet bisa dipakai banyak orang NAT (Network Address Translation).
Mengatur kecepatan internet (bagi bandwidth) Bandwidth Management (Simple Queue, Queue Tree).
Membuat internet lebih aman (mencegah serangan) Firewall (Filter Rule, NAT).
Mengelola pengguna (pakai username/password) Hotspot Server.
Menghubungkan dua lokasi jauh secara aman VPN (Virtual Private Network).
Memisahkan jaringan kabel dan nirkabel Bridging (membuat port-port fisik jadi satu kelompok logis).

Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?

Ada beberapa faktor utama yang harus Anda pikirkan saat merancang dan memilih layanan untuk topologi Anda:

1. Kebutuhan Jaringan (Fungsionalitas)

Ini adalah hal paling mendasar: apa yang harus dilakukan oleh jaringan tersebut?

  • Pembagian Kecepatan (QoS): Apakah Anda perlu memastikan setiap pengguna mendapat jaminan kecepatan internet minimum (CIR) dan maksimal (MIR)? Jika ya, Anda perlu mengaktifkan Bandwidth Management. Jika penggunanya banyak sekali, Anda mungkin butuh teknik yang lebih canggih seperti Queue Tree atau PCQ (Per Connection Queuing).
  • Akses Pengguna: Apakah semua orang boleh mengakses internet begitu saja? Atau apakah Anda ingin mengatur agar mereka harus login menggunakan username dan password? Jika perlu login, Anda harus mengaktifkan Hotspot Server.
  • Pemblokiran Konten: Apakah ada situs web tertentu yang harus diblokir, misalnya karena mengandung konten terlarang? Anda perlu mengaktifkan Firewall atau Web Proxy.

2. Sumber dan Metode Koneksi ke Internet (WAN)

Bagaimana router Anda mendapatkan akses internet dari penyedia layanan (ISP)?

  • IP Statis ke Modem/Router ISP: Jika ISP memberikan alamat IP statis (tetap), Anda perlu mengkonfigurasi Static Routing dan menambahkan alamat IP Address yang satu segmen dengan modem.
  • IP Dinamis dari ISP: Jika ISP memberikan alamat IP secara otomatis, Anda harus mengaktifkan DHCP Client di router Mikrotik Anda.
  • Melalui Login PPPoE: Jika Anda harus memasukkan username dan password pelanggan untuk koneksi, maka Anda perlu mengaktifkan PPPoE Client.
  • Wireless: Jika sumber internet berasal dari sinyal nirkabel (Wi-Fi), Anda mungkin perlu mengaktifkan fungsi Repeater atau mode Station.

3. Skala dan Kompleksitas Jaringan

Seberapa besar dan rumit jaringan Anda?

  • Jumlah Perangkat: Semakin banyak pengguna dan lalu lintas (traffic) yang harus ditangani, semakin kuat perangkat keras yang Anda butuhkan. Router yang cerdas harus mampu memilih jalur terbaik bagi paket data.
  • Topologi yang Rumit: Jika Anda menghubungkan banyak jaringan berbeda (multiple LAN) atau beberapa router, Anda perlu mengkonfigurasi Routing (Static atau Dynamic).
    • Static Routing (Manual): Cocok untuk jaringan sederhana karena Anda harus memasukkan jalur ke jaringan lain satu per satu secara manual.
    • Dynamic Routing (Otomatis): Jauh lebih sederhana dan lebih baik untuk jaringan yang besar atau kompleks. Protokol routing (seperti OSPF atau RIP) akan otomatis bertukar informasi jalur.

4. Aspek Perangkat Keras (Hardware)

Layanan yang Anda pilih harus didukung oleh perangkat keras (RouterBoard) yang memadai.

  • Arsitektur dan Tipe Router: Router Mikrotik hadir dalam dua jenis: RouterOS (sistem operasi yang bisa diinstal di PC) dan RouterBoard (perangkat keras spesifik yang sudah ditanami RouterOS). Anda harus memilih tipe RouterBoard yang sesuai dengan fitur yang akan digunakan (misalnya, apakah butuh interface wireless atau hanya Ethernet).
  • Interface: Pastikan router memiliki port (interface) yang cukup untuk menghubungkan semua segmen jaringan yang Anda rencanakan (misalnya, satu port ke internet, satu port ke LAN, satu port ke Hotspot).

5. Keamanan dan Administrasi

Layanan harus mencakup perlindungan data dan kemudahan pengelolaan.

  • Keamanan Jaringan: Anda perlu mengimplementasikan Firewall untuk melindungi router dan jaringan lokal dari ancaman luar.
  • Manajemen Router: Anda harus tahu cara memantau jaringan (Monitoring Tools seperti Torch, Graphing) dan menyimpan konfigurasi (Backup dan Restore).
  • Pengalamatan IP (IP Addressing): Anda harus menetapkan alamat IP yang unik untuk setiap perangkat. Pemilihan alamat IP pribadi (Private Address) juga penting jika tidak semua host terhubung langsung ke Internet global.

Pada dasarnya, menentukan layanan jaringan adalah proses melihat kebutuhan Anda (Tujuan), membuat petanya (Topologi), dan memilih alat yang tepat (Fitur Mikrotik dan Hardware) untuk mencapai tujuan tersebut.