Bahasa Pemrograman R: Variable

Kamu sudah mempelajari bahwa perintah di R dapat dibuat seperti:

1+2
"Budi"
"12-10-2018"
c(5:11)

Alangkah baiknya setiap perintah di setiap baris yang ditunjukkan sebelumnya disimpan ke dalam sebuah variable. Untuk membuat sebuah variable, kita dapat mendefinisikan namanya dan kemudian mengisinya dengan isian berupa angka, teks, bilangan dengan operasi matematis, atau hasil sebuah function. Jika kita menginginkan nilainya kembali, maka kita dapat memanggil namanya. Sangat bermanfaat bukan? Untuk memahami hal ini, cobalah ketik perintah berikut pada Code Editor.

budi_berat_kg <- 68
santi_berat_kg <- 54.5
budi_berat_kg
santi_berat_kg

Jalankan keempat perintah di atas dengan menekan tombol dan hasilnya adalah sebagai berikut.

> budi_berat_kg <- 68
> santi_berat_kg <- 54.5 
> budi_berat_kg [1] 68 
> santi_berat_kg [1] 54.5

Penjelasan Hasil

Elemen ekspresi Keterangan
budi_berat_kg <- 68 Memasukkan data berupa angka 68 ke dalam variable bernama budi_berat_kg. Penamaan variable seperti itu ditujukan agar angka yang dimasukkan mewakili berat badan seseorang yang bernama Budi dalam satuan kilogram, atau disingkat berat Budi 68 kg.


Nilai dimasukkan dengan bantuan operator <-. Operator ini disebut assignment operator.


Perhatikan bahwa perintah ini juga tidak mengeluarkan output apapun di bawahnya.

santi_berat_kg <- 54.5 Ini sama tujuannya dengan perintah di atas, memasukkan data berupa angka 54.5 ke dalam variable bernama santi_berat_kg.


Informasi variable tersebut adalah berat Santi 55 kg.

budi_berat_kg Menampilkan isi data dari nama variable budi_berat_kg.
[1] 68 Menampilkan angka 68 – yang merupakan isi dari variable budi_berat_kg.
santi_berat_kg Menampilkan isi data dari nama variable santi_berat_kg.
[1] 54.5 Menampilkan angka 54.5 – yang merupakan isi dari variable santi_berat_kg.