J.611000.010.02: Modul praktik
BAGIAN 1 — ANALISIS CP FASE E: MEMASANG JARINGAN NIRKABEL
1.1 Identifikasi Elemen CP
Elemen CP: Memasang Jaringan Nirkabel
Kata kerja utama "Memasang" berada pada level C3 (Menerapkan) dalam Taksonomi Bloom Revisi. Namun, kompetensi ini tidak berdiri sendiri pada level aplikasi — untuk benar-benar memasang jaringan nirkabel secara profesional di industri, seorang teknisi harus mampu merencanakan (C4–C6), mengeksekusi (C3), menguji (C4), mengevaluasi (C5), dan mengoptimasi (C6). Oleh karena itu, penjabaran kompetensi harus mencakup spektrum C1–C6 secara proporsional.
1.2 Ekstraksi Kompetensi Inti
Elemen "Memasang Jaringan Nirkabel" mengandung 3 domain kompetensi yang saling berurutan:
Domain A — Perencanaan & Spesifikasi
- KKO: mengidentifikasi, menjelaskan, menentukan, menganalisis
- Objek: standar IEEE 802.11, frekuensi 2.4 GHz & 5 GHz, jenis perangkat (access point, antena, PoE switch/injector, wireless controller), kapasitas user, coverage area
- Konteks: pemilihan perangkat berdasarkan site assessment gedung/area sekolah/kantor
Domain B — Instalasi & Konfigurasi
- KKO: memasang, mengonfigurasi, menghubungkan, mengaktifkan
- Objek: mounting fisik AP (indoor/outdoor), kabel UTP/PoE, parameter SSID, channel, security (WPA2-Personal/Enterprise, WPA3), Tx power, channel width (20/40/80 MHz)
- Konteks: implementasi pada infrastruktur LAN existing dengan MikroTik sebagai gateway
Domain C — Pengujian & Optimasi
- KKO: menguji, menganalisis, mengevaluasi, merancang
- Objek: konektivitas end-to-end, signal strength (RSSI), throughput, latency, interferensi co-channel/adjacent-channel, dead zone, channel plan
- Konteks: verifikasi performa terhadap standar SLA dan dokumentasi as-built
1.3 Pemetaan Hirarki Kompetensi
| No | Kompetensi Spesifik | Level Bloom | Tipe Pengetahuan | Prasyarat |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi standar IEEE 802.11 (a/b/g/n/ac/ax) beserta karakteristik frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz | C1 — Mengingat | Faktual | Konsep dasar jaringan LAN |
| 2 | Menentukan spesifikasi perangkat nirkabel (AP, antena, PoE, controller) sesuai kebutuhan coverage, kapasitas user, dan bandwidth target | C3 — Menerapkan | Prosedural | No. 1 |
| 3 | Memasang perangkat access point secara fisik (mounting, PoE cabling, grounding) sesuai SOP instalasi | C3 — Menerapkan | Prosedural | No. 2 |
| 4 | Mengonfigurasi parameter wireless meliputi SSID, security protocol, channel assignment, dan power management pada perangkat AP | C3 — Menerapkan | Prosedural | No. 1, 3 |
| 5 | Menganalisis kebutuhan coverage area berdasarkan denah lokasi, jumlah client, dan karakteristik bangunan | C4 — Menganalisis | Prosedural–Metakognitif | No. 1, 2 |
| 6 | Menguji konektivitas, throughput, dan latency jaringan nirkabel menggunakan tools diagnostik | C4 — Menganalisis | Prosedural | No. 3, 4 |
| 7 | Menganalisis masalah interferensi, co-channel overlap, dan dead zone berdasarkan data site survey | C4 — Menganalisis | Metakognitif | No. 5, 6 |
| 8 | Membandingkan efektivitas konfigurasi security wireless (WPA2-PSK vs WPA2-Enterprise vs WPA3) terhadap kebutuhan segmen user | C4 — Menganalisis | Konseptual–Prosedural | No. 4 |
| 9 | Mengevaluasi performa jaringan nirkabel terhadap parameter SLA (throughput ≥ target, latency ≤ threshold, coverage ≥ 85% area) | C5 — Mengevaluasi | Metakognitif | No. 6, 7 |
| 10 | Merancang dokumen as-built dan channel plan optimal berdasarkan hasil evaluasi performa | C6 — Mencipta | Metakognitif | No. 7, 8, 9 |
1.4 Dimensi Profil Lulusan yang Relevan
| Dimensi Profil Lulusan | Manifestasi dalam Elemen CP |
|---|---|
| Penalaran Kritis | Menganalisis interferensi, mengevaluasi performa vs SLA, membandingkan security protocol |
| Kreativitas | Merancang channel plan optimal, mendesain penempatan AP untuk coverage maksimal |
| Kemandirian | Melakukan troubleshooting wireless secara mandiri berdasarkan data diagnostik |
| Kolaborasi | Bekerja dalam tim instalasi lapangan (site surveyor + technician + dokumentator) |
| Komunikasi | Menyusun dokumen as-built, laporan site survey, dan rekomendasi teknis tertulis |
| Keimanan & Ketakwaan | Berdoa sebelum praktik, menjaga amanah peralatan, jujur dalam pencatatan data |
BAGIAN 2 — PERUMUSAN TP SMART (REFORMULASI)
2.1 Diagnosis Draft TP Original
| No | Draft TP Original | Diagnosis Kelemahan | Level |
|---|---|---|---|
| 1 | Menentukan Spesifikasi Perangkat | ❌ Tidak ABCD — tanpa Audience, Condition, Degree. ❌ Objek terlalu generik ("perangkat" — perangkat apa? AP? Router? Switch?). ❌ Tidak ada konteks wireless spesifik. ❌ Tidak measurable (standar keberhasilan tidak disebutkan). | C3 — LOTS |
| 2 | Menginstalasi Perangkat | ❌ Tidak ABCD. ❌ "Perangkat" ambigu — bisa hardware apapun. ❌ Tidak menyebutkan jenis instalasi (fisik? konfigurasi?). ❌ Tidak ada SOP/standar yang dirujuk. | C3 — LOTS |
| 3 | Menguji Perangkat | ❌ Tidak ABCD. ❌ Tidak menyebutkan parameter uji (sinyal? throughput? latency?). ❌ Tidak ada tools yang direferensikan. ❌ Tidak ada degree/kriteria sukses. | C3–C4 — LOTS |
Ringkasan: Seluruh draft TP berada pada 100% LOTS (C3), 0% MOTS (C4), 0% HOTS (C5–C6). Tidak ada format ABCD. Tidak ada konteks jaringan nirkabel yang spesifik. Harus diformulasi ulang secara total.
2.2 Distribusi Level Kognitif Reformulasi
| Kategori | Level Bloom | Jumlah TP | Persentase | Target |
|---|---|---|---|---|
| LOTS | C1, C3 | 3 | 30% | ≥ 30% ✅ |
| MOTS | C4 | 5 | 50% | ≥ 50% ✅ |
| HOTS | C5, C6 | 2 | 20% | ≥ 20% ✅ |
| Total | 10 | 100% |
2.3 Tabel TP SMART — Format ABCD
| Kode TP | Rumusan TP (ABCD) | KKO | Level Bloom | Estimasi JP | Elemen CP Terkait |
|---|---|---|---|---|---|
| TP-1.1 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu mengidentifikasi standar IEEE 802.11 (a/b/g/n/ac/ax) beserta karakteristik frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz C: setelah disajikan tabel perbandingan spesifikasi standar wireless D: dengan ketepatan klasifikasi minimal 80% (4 dari 5 standar teridentifikasi benar) | Mengidentifikasi | C1 | 2 JP | Perencanaan & Spesifikasi |
| TP-1.2 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu menentukan spesifikasi perangkat access point, antena, dan PoE injector/switch yang sesuai C: berdasarkan skenario site assessment yang memuat data luas area, jumlah estimasi client, dan bandwidth target D: dengan menghasilkan dokumen rekomendasi spesifikasi yang memuat minimal 5 parameter teknis (standar Wi-Fi, frekuensi, gain antena, kapasitas client, PoE standard) secara tepat | Menentukan | C3 | 2 JP | Perencanaan & Spesifikasi |
| TP-1.3 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu menganalisis kebutuhan coverage area dan penempatan optimal access point C: berdasarkan denah lokasi gedung/sekolah yang disediakan, dengan mempertimbangkan karakteristik fisik bangunan (dinding, lantai, partisi) dan estimasi jumlah client per zona D: dengan menghasilkan peta penempatan AP yang mencakup ≥85% area target dan rasio AP-to-client yang sesuai standar vendor | Menganalisis | C4 | 2 JP | Perencanaan & Spesifikasi |
| TP-2.1 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu memasang perangkat access point secara fisik (mounting bracket, penarikan kabel UTP, koneksi PoE) C: pada lokasi yang telah ditentukan di lab/ruang praktik sesuai peta penempatan hasil TP-1.3, dengan mematuhi prosedur K3LH D: dengan hasil instalasi fisik yang kokoh, kabel tertata rapi, dan AP menyala normal (LED indikator power aktif) dalam waktu maksimal 30 menit per unit AP | Memasang | C3 | 4 JP | Instalasi & Konfigurasi |
| TP-2.2 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu mengonfigurasi parameter wireless meliputi SSID, security (WPA2-PSK), channel assignment, Tx power, dan channel width C: pada perangkat access point yang telah terpasang, menggunakan web GUI atau CLI sesuai panduan vendor D: dengan seluruh parameter terkonfigurasi benar dan minimal 3 client berhasil terkoneksi serta memperoleh IP address secara otomatis via DHCP | Mengonfigurasi | C3 | 4 JP | Instalasi & Konfigurasi |
| TP-2.3 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu menguji konektivitas, throughput, dan latency jaringan nirkabel C: menggunakan tools diagnostik (ping, traceroute, iperf3, WiFi Analyzer, speedtest) terhadap jaringan wireless yang telah dikonfigurasi D: dengan menghasilkan laporan pengujian yang memuat minimal 5 parameter terukur (RSSI, throughput, latency, packet loss, jitter) dan analisis apakah hasil memenuhi baseline target | Menguji & Menganalisis | C4 | 2 JP | Pengujian & Optimasi |
| TP-2.4 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu menganalisis masalah interferensi co-channel, adjacent-channel overlap, dan dead zone C: berdasarkan data hasil site survey menggunakan aplikasi WiFi Analyzer pada perangkat Android/laptop D: dengan mengidentifikasi minimal 2 sumber interferensi dan memberikan rekomendasi channel adjustment yang menghilangkan overlap | Menganalisis | C4 | 2 JP | Pengujian & Optimasi |
| TP-2.5 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu membandingkan efektivitas konfigurasi security WPA2-Personal, WPA2-Enterprise (simulasi RADIUS), dan WPA3 C: pada skenario multi-segmen user (siswa, guru, tamu) di lingkungan sekolah D: dengan menghasilkan tabel perbandingan yang mencakup aspek keamanan, kemudahan deployment, kompatibilitas perangkat, dan rekomendasi penerapan per segmen user | Membandingkan | C4 | 2 JP | Instalasi & Konfigurasi |
| TP-3.1 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu mengevaluasi performa keseluruhan jaringan nirkabel yang telah dipasang C: terhadap parameter SLA yang ditetapkan (throughput ≥10 Mbps per client, latency ≤50 ms, coverage ≥85% area, uptime ≥95%) D: dengan menghasilkan laporan evaluasi berisi skor kepatuhan per parameter, identifikasi titik lemah, dan rekomendasi perbaikan minimal 3 poin | Mengevaluasi | C5 | 2 JP | Pengujian & Optimasi |
| TP-3.2 | A: Peserta didik Kelas X TKJ B: mampu merancang dokumen as-built jaringan nirkabel dan channel plan optimal C: berdasarkan seluruh data hasil instalasi, konfigurasi, pengujian, dan evaluasi dari TP-1.1 s.d. TP-3.1 D: dengan menghasilkan paket dokumen lengkap (topologi wireless, tabel konfigurasi AP, channel plan diagram, heatmap coverage, dan catatan rekomendasi) dalam format digital (.docx/.pdf) yang layak diserahkan sebagai deliverable proyek kepada klien | Merancang | C6 | 2 JP | Pengujian & Optimasi |
2.4 Justifikasi Distribusi dan Pemetaan terhadap Draft Original
| Draft TP Original | TP Reformulasi yang Menggantikan | Justifikasi Peningkatan |
|---|---|---|
| 1. Menentukan Spesifikasi Perangkat | TP-1.1 (C1) + TP-1.2 (C3) + TP-1.3 (C4) | Dipecah menjadi 3 TP bertingkat: dari identifikasi standar → penentuan spesifikasi → analisis kebutuhan coverage. Draft original hanya C3 tanpa fondasi (C1) dan tanpa pengembangan analitis (C4). |
| 2. Menginstalasi Perangkat | TP-2.1 (C3) + TP-2.2 (C3) + TP-2.5 (C4) | Dipecah menjadi instalasi fisik (mounting + cabling) dan konfigurasi logical (parameter wireless) + perbandingan security. Draft original tidak membedakan instalasi fisik dan konfigurasi. |
| 3. Menguji Perangkat | TP-2.3 (C4) + TP-2.4 (C4) + TP-3.1 (C5) + TP-3.2 (C6) | Dikembangkan dari "menguji" (C3 generik) menjadi 4 TP bertingkat: pengujian parameter → analisis interferensi → evaluasi SLA → perancangan dokumen as-built. Ini memastikan HOTS tercakup. |
Total JP: 24 JP (3 pertemuan × 8 JP/pertemuan)
BAGIAN 3 — PENYUSUNAN ATP LINEAR
3.1 Pengelompokan Unit berdasarkan Production Flow Industri
Urutan ATP mengikuti alur kerja Wireless Deployment Project di industri:
| Fase Industri | Peran di Perusahaan | Unit ATP | TP yang Dicakup |
|---|---|---|---|
| Pre-Sales & Site Assessment | Wireless Consultant / Pre-Sales Engineer | Unit 1: Perencanaan & Assessment Jaringan Nirkabel | TP-1.1, TP-1.2, TP-1.3 |
| Implementation & Deployment | Wireless Technician / Field Engineer | Unit 2: Implementasi & Konfigurasi Jaringan Nirkabel | TP-2.1, TP-2.2, TP-2.5 |
| Testing, Optimization & Handover | NOC Engineer / QA Engineer | Unit 3: Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi | TP-2.3, TP-2.4, TP-3.1, TP-3.2 |
3.2 Tabel ATP
| Semester | Unit | Kode TP | Rumusan Singkat | JP | Asesmen | Tagihan Produk |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Genap | Unit 1 — Perencanaan & Assessment Jaringan Nirkabel | TP-1.1 | Mengidentifikasi standar IEEE 802.11 & frekuensi 2.4/5 GHz | 2 | Formatif: worksheet klasifikasi standar | Tabel perbandingan standar Wi-Fi (handwritten/digital) |
| TP-1.2 | Menentukan spesifikasi perangkat AP, antena, PoE sesuai site assessment | 2 | Formatif: dokumen rekomendasi spesifikasi | Dokumen rekomendasi spesifikasi perangkat (.docx) | ||
| TP-1.3 | Menganalisis kebutuhan coverage & penempatan AP berdasarkan denah | 4 | Sumatif Unit 1: presentasi site assessment | Peta penempatan AP + laporan site assessment (.pdf + .pptx) | ||
| Unit 2 — Implementasi & Konfigurasi Jaringan Nirkabel | TP-2.1 | Memasang fisik AP (mounting, PoE cabling, grounding) sesuai SOP K3LH | 4 | Formatif: checklist prosedur instalasi | AP terpasang + foto dokumentasi proses | |
| TP-2.2 | Mengonfigurasi SSID, WPA2-PSK, channel, Tx power, channel width pada AP | 4 | Formatif: screenshot konfigurasi + uji koneksi 3 client | Screenshot konfigurasi + log koneksi client | ||
| TP-2.5 | Membandingkan efektivitas WPA2-Personal vs WPA2-Enterprise vs WPA3 | 2 | Formatif: tabel perbandingan security | Tabel perbandingan + rekomendasi per segmen (.docx) | ||
| Unit 3 — Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi | TP-2.3 | Menguji konektivitas, throughput, latency menggunakan tools diagnostik | 2 | Formatif: laporan pengujian 5 parameter | Laporan pengujian jaringan nirkabel (.docx) | |
| TP-2.4 | Menganalisis interferensi co-channel, adjacent-channel, dead zone | 2 | Formatif: screenshot WiFi Analyzer + analisis | Laporan analisis interferensi + rekomendasi channel (.docx) | ||
| TP-3.1 | Mengevaluasi performa wireless terhadap SLA | 2 | Formatif: skor kepatuhan SLA | Laporan evaluasi SLA compliance (.docx) | ||
| TP-3.2 | Merancang dokumen as-built & channel plan optimal | 2 | Sumatif Akhir Elemen: paket dokumen as-built | Paket as-built: topologi + tabel konfigurasi + channel plan + heatmap + rekomendasi (.docx/.pdf) |
3.3 Narasi Justifikasi Urutan ATP
Urutan ATP dirancang mengikuti alur proyek wireless deployment yang lazim di industri telekomunikasi dan integrator jaringan. Dalam dunia kerja nyata, seorang Wireless Engineer tidak langsung memasang perangkat — ia memulai dari tahap site assessment: mengunjungi lokasi, menganalisis denah bangunan, menghitung estimasi jumlah pengguna, dan menentukan spesifikasi perangkat yang sesuai. Proses ini dipetakan ke Unit 1, di mana siswa membangun fondasi pengetahuan tentang standar wireless (TP-1.1) sebelum menentukan spesifikasi perangkat (TP-1.2) dan menganalisis kebutuhan coverage (TP-1.3). Tanpa fondasi ini, siswa akan memasang perangkat "asal jadi" tanpa pertimbangan teknis.
Setelah perencanaan matang, fase implementasi dimulai — dipetakan ke Unit 2. Di industri, Field Technician melakukan instalasi fisik terlebih dahulu (mounting, cabling — TP-2.1), baru kemudian melakukan konfigurasi logical (SSID, security, channel — TP-2.2). TP-2.5 tentang perbandingan security protocol ditempatkan di akhir Unit 2 karena siswa sudah memiliki pengalaman hands-on dengan WPA2-PSK di TP-2.2, sehingga perbandingan dengan WPA2-Enterprise dan WPA3 menjadi lebih bermakna dan kontekstual.
Unit 3 mencerminkan fase commissioning dan handover dalam proyek industri — fase yang paling sering diabaikan dalam pembelajaran SMK tetapi justru menjadi pembeda antara teknisi amatir dan profesional. NOC Engineer menguji performa (TP-2.3), menganalisis masalah (TP-2.4), mengevaluasi kepatuhan terhadap SLA (TP-3.1), dan menyusun dokumentasi final (TP-3.2) sebelum proyek diserahterimakan kepada klien. TP-3.2 sebagai puncak elemen mewajibkan siswa menghasilkan paket dokumen as-built yang menjadi bukti kompetensi komprehensif dari level C1 hingga C6.
BAGIAN 4 — DESAIN MODUL AJAR: UNIT 2 — IMPLEMENTASI & KONFIGURASI JARINGAN NIRKABEL
4.1 Identitas Modul
| Komponen | Isian |
|---|---|
| Nama Penyusun | [Nama Guru], S.Pd / Tim TKJ SMK SBI |
| Satuan Pendidikan | SMK Satya Bhakti Ilmu (SMK SBI), Grobogan, Jawa Tengah |
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas X |
| Mata Pelajaran | Dasar-Dasar Teknik Komputer dan Jaringan |
| Elemen CP | Memasang Jaringan Nirkabel |
| Unit / Lingkup Materi | Unit 2 — Implementasi & Konfigurasi Jaringan Nirkabel |
| Kode TP | TP-2.1, TP-2.2, TP-2.5 |
| Alokasi Waktu | 10 JP (1 pertemuan @ 8 JP + sebagian pertemuan berikutnya 2 JP, ATAU dipadatkan sesuai jadwal) |
| Target Peserta Didik | Peserta didik reguler, 36 siswa (9 kelompok × 4 siswa) |
| Model Pembelajaran | Teaching Factory (TEFA) — PT. SBI Digital Solusi |
| Metode | Demonstrasi, Praktik Terbimbing, Kerja Tim, Peer Assessment |
| Referensi Regulasi | Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024; Kepmendikbudristek No. 262/M/2022 |
4.2 Komponen Inti
Tujuan Pembelajaran
| Kode | Tujuan Pembelajaran |
|---|---|
| TP-2.1 | Peserta didik mampu memasang perangkat access point secara fisik (mounting bracket, penarikan kabel UTP, koneksi PoE) pada lokasi yang telah ditentukan sesuai SOP K3LH, dengan hasil instalasi kokoh dan AP menyala normal dalam waktu maksimal 30 menit per unit AP. |
| TP-2.2 | Peserta didik mampu mengonfigurasi parameter wireless (SSID, WPA2-PSK, channel, Tx power, channel width) pada AP menggunakan web GUI, dengan seluruh parameter terkonfigurasi benar dan minimal 3 client berhasil terkoneksi. |
| TP-2.5 | Peserta didik mampu membandingkan efektivitas WPA2-Personal, WPA2-Enterprise, dan WPA3 pada skenario multi-segmen user, dengan menghasilkan tabel perbandingan dan rekomendasi per segmen. |
Pemahaman Bermakna
Pemasangan jaringan nirkabel bukan sekadar "mencolokkan kabel dan menyalakan AP" — ia merupakan proses terstruktur yang membutuhkan perencanaan penempatan, konfigurasi parameter yang tepat, dan pemilihan security protocol yang sesuai dengan karakteristik pengguna. Kemampuan ini menjadi kompetensi inti seorang Wireless Technician yang dibutuhkan di setiap perusahaan, instansi, dan penyedia layanan internet.
Pertanyaan Pemantik
- "Mengapa WiFi di kantin sekolah sering lambat padahal AP sudah terpasang? Apa yang salah dari sisi instalasi dan konfigurasi?"
- "Jika kalian diminta memasang 5 unit AP di gedung sekolah baru, langkah pertama apa yang kalian lakukan — langsung pasang atau ada proses lain dulu?"
- "Mengapa WiFi untuk guru dan WiFi untuk siswa sebaiknya menggunakan security protocol yang berbeda? Apa risikonya jika disamakan?"
Kegiatan Pembelajaran per Pertemuan
PERTEMUAN 1 (8 JP × 45 menit = 360 menit) — Instalasi Fisik & Konfigurasi Dasar AP
Skenario TEFA: PT. SBI Digital Solusi menerima Purchase Order dari klien "SMK Nusantara" untuk memasang jaringan nirkabel di 3 area: Ruang Guru, Lab Komputer, dan Kantin. Tim Wireless Technician harus melakukan instalasi fisik dan konfigurasi dasar pada hari ini.
FASE MINDFUL — Pembukaan (30 menit)
| Menit | Aktivitas | Deskripsi |
|---|---|---|
| 0–5 | Pembukaan & doa | Berdoa, cek kehadiran, cek kesiapan APD (sepatu safety jika di area ceiling) |
| 5–15 | Apersepsi kontekstual | Guru menampilkan foto instalasi AP di ceiling sekolah yang SALAH (kabel berantakan, AP miring, tanpa label) vs yang BENAR (rapi, terlabel, kabel ter-tie). Siswa diminta mengidentifikasi perbedaan. |
| 15–25 | Briefing TEFA | Guru membagikan Work Order (WO) dari PT. SBI Digital Solusi. Setiap kelompok mendapat 1 WO berisi: nama area, denah posisi AP, spesifikasi AP, checklist instalasi. |
| 25–30 | Pembagian peran | Setiap kelompok (4 siswa) membagi peran: (1) Lead Technician — mounting fisik, (2) Cable Technician — penarikan kabel UTP + PoE, (3) Config Specialist — konfigurasi via web GUI, (4) QA & Documenter — foto dokumentasi + checklist. |
FASE MEANINGFUL — Inti (280 menit)
| Menit | Aktivitas | Deskripsi |
|---|---|---|
| 30–50 | Demonstrasi Guru | Guru mendemonstrasikan: (a) cara mounting AP pada bracket, (b) penarikan kabel UTP dari switch PoE ke AP, (c) pengecekan LED indikator, (d) akses web GUI AP via browser. ⚠️ PENTING: Guru menunjukkan bahwa pada infrastruktur SMK SBI, internet masuk ke router MikroTik RB4011iGS+5HacQ2HnD via interface wlan1 (wireless station mode), BUKAN ether1. AP yang dipasang siswa akan terhubung ke port ether pada MikroTik, bukan ke wlan1. Kesalahan konfigurasi gateway pada AP yang mengarah ke wlan1 alih-alih IP gateway ether akan menyebabkan client tidak dapat mengakses internet.
|
| 50–170 | Praktik 1: Instalasi Fisik AP (TP-2.1) | Setiap kelompok melakukan: (1) Memasang bracket pada tiang/meja simulasi, (2) Memasang AP pada bracket hingga kokoh, (3) Menarik kabel UTP Cat.5e/6 dari switch PoE ke AP (max 100m), (4) Mengecek LED AP menyala (power + LAN aktif), (5) Mendokumentasikan dengan foto sebelum & sesudah. Target: selesai dalam 30 menit per kelompok. |
| 170–300 | Praktik 2: Konfigurasi Parameter Wireless (TP-2.2) | Setiap kelompok melakukan: (1) Mengakses web GUI AP via browser (IP default AP), (2) Mengonfigurasi SSID sesuai WO (format: SBIN-[NamaArea]-[NoKelompok]), (3) Mengatur security WPA2-PSK dengan passphrase minimal 12 karakter, (4) Memilih channel yang tidak overlap (1/6/11 untuk 2.4 GHz), (5) Mengatur Tx power sesuai luas area, (6) Mengatur channel width (20 MHz untuk 2.4 GHz, 40/80 MHz untuk 5 GHz jika dual-band), (7) Menguji koneksi dari 3 perangkat client (HP/laptop) — pastikan mendapat IP via DHCP dan bisa ping gateway. Deliverable: Screenshot seluruh halaman konfigurasi + screenshot ping dari 3 client. |
FASE JOYFUL — Penutup (50 menit)
| Menit | Aktivitas | Deskripsi |
|---|---|---|
| 300–325 | Gallery Walk | Setiap kelompok memasang hasil screenshot konfigurasi di meja. Kelompok lain berkeliling, memberi "✅" jika konfigurasi benar atau "⚠️" + catatan jika ada kesalahan. |
| 325–345 | Refleksi & Debrief | Guru membahas temuan umum: channel overlap antar kelompok, SSID typo, passphrase terlalu pendek. Siswa mengisi Lembar Refleksi Diri (3 pertanyaan: Apa yang berhasil? Apa yang sulit? Apa yang akan saya lakukan berbeda?). |
| 345–360 | Penilaian & Penutup | Guru mengumpulkan checklist instalasi + screenshot. Informasi tugas pertemuan berikutnya: membawa data hasil konfigurasi untuk perbandingan security. Doa penutup. |
PERTEMUAN 2 (2 JP × 45 menit = 90 menit) — Perbandingan Security Protocol (TP-2.5)
FASE MINDFUL (10 menit): Review singkat — guru menampilkan berita insiden keamanan WiFi (misalnya: "Hacker Bobol WiFi Kantor Menggunakan Kelemahan WPA2-PSK"). Pertanyaan: "Bagaimana ini bisa terjadi? Apa solusinya?"
FASE MEANINGFUL (65 menit):
| Menit | Aktivitas |
|---|---|
| 10–25 | Guru menyajikan paparan singkat 3 security protocol: WPA2-Personal (PSK), WPA2-Enterprise (802.1X + RADIUS), WPA3 (SAE). Masing-masing dijelaskan kelebihan, kelemahan, dan use case. |
| 25–35 | Simulasi demo: Guru menunjukkan di Packet Tracer/lab bagaimana WPA2-Enterprise bekerja dengan RADIUS server (simulasi sederhana). |
| 35–75 | Siswa secara berkelompok mengerjakan LKPD Perbandingan Security — mengisi tabel perbandingan 3 protocol berdasarkan 6 aspek: tingkat keamanan, kemudahan setup, skalabilitas, kompatibilitas perangkat, biaya implementasi, dan rekomendasi segmen user. Setiap kelompok mendapat skenario berbeda: Kelompok Ganjil → skenario sekolah, Kelompok Genap → skenario hotel/kafe. |
FASE JOYFUL (15 menit): Presentasi singkat 2 kelompok (1 ganjil, 1 genap). Peer assessment. Pengumpulan LKPD. Refleksi.
4.3 LKPD — Lembar Kerja Peserta Didik
LKPD Unit 2: Konfigurasi & Perbandingan Security Jaringan Nirkabel
Identitas:
- Nama/Kelompok: _______________
- Kelas: X TKJ ___
- Tanggal: _______________
Skenario Kontekstual: PT. SBI Digital Solusi mendapat kontrak dari SMK Nusantara untuk memasang jaringan nirkabel di 3 area. Sebagai Wireless Technician, Anda harus mengonfigurasi setiap AP sesuai Work Order dan menentukan security protocol yang paling tepat untuk masing-masing area:
| Area | Karakteristik User | Estimasi Client | Kebutuhan |
|---|---|---|---|
| Ruang Guru | 25 guru, perangkat tetap (laptop dinas) | 25–30 | Akses LMS, email, cloud storage. Keamanan tinggi. |
| Lab Komputer | 36 siswa, perangkat bergantian tiap kelas | 36–40 | Akses internet terbatas, simulasi jaringan. Kontrol akses per siswa. |
| Kantin | Siswa, guru, tamu — perangkat BYOD | 50–100 | Akses internet umum. Mudah connect, tapi perlu isolasi dari jaringan internal. |
Tugas Terstruktur:
Tugas 1 (Scaffolding Level 1 — Terbimbing): Berdasarkan Work Order, lengkapi tabel konfigurasi berikut untuk AP area Ruang Guru:
| Parameter | Nilai Konfigurasi | Alasan |
|---|---|---|
| SSID | ||
| Security Protocol | ||
| Passphrase/Auth Method | ||
| Channel (2.4 GHz) | ||
| Channel Width | ||
| Tx Power |
Tugas 2 (Scaffolding Level 2 — Semi-Mandiri): Konfigurasi AP untuk area Lab Komputer dan Kantin secara mandiri. Untuk Lab Komputer, pertimbangkan: apakah WPA2-PSK cukup jika password diketahui seluruh siswa? Apa alternatifnya?
Tugas 3 (Scaffolding Level 3 — Mandiri): Buatlah tabel perbandingan 3 security protocol (WPA2-PSK, WPA2-Enterprise, WPA3) berdasarkan 6 aspek. Berikan rekomendasi: protocol mana yang paling sesuai untuk masing-masing area? Sertakan justifikasi teknis.
Refleksi Siswa:
- Apa langkah konfigurasi yang paling sulit? Mengapa?
- Jika Anda seorang Wireless Engineer di perusahaan, mengapa pemilihan security protocol sangat penting?
- Apa yang akan Anda lakukan berbeda jika mengerjakan tugas ini lagi?
4.4 Jobsheet Praktikum
JOBSHEET UNIT 2: INSTALASI FISIK & KONFIGURASI ACCESS POINT
Judul: Memasang dan Mengonfigurasi Access Point pada Jaringan LAN
Tujuan Praktikum:
- Peserta didik mampu memasang access point secara fisik sesuai SOP K3LH
- Peserta didik mampu mengonfigurasi parameter wireless dasar (SSID, WPA2-PSK, channel, Tx power)
- Peserta didik mampu memverifikasi konektivitas wireless dari minimal 3 client
Alat & Bahan:
| No | Alat/Bahan | Spesifikasi | Jumlah per Kelompok |
|---|---|---|---|
| 1 | Access Point | Ruijie RG-RAP2200(F) atau setara, 802.11ac dual-band | 1 unit |
| 2 | Switch PoE | 8-port 10/100/1000 Mbps dengan PoE+ | 1 unit |
| 3 | Kabel UTP | Cat.5e/Cat.6, panjang 3–10 meter (sudah terpasang konektor RJ-45) | 2 buah |
| 4 | Mounting bracket | Sesuai model AP (ceiling mount / wall mount) | 1 set |
| 5 | Laptop/PC konfigurasi | Browser (Chrome/Firefox), terhubung ke jaringan yang sama | 1 unit |
| 6 | Client device | Smartphone/laptop dengan WiFi adapter | 3 unit |
| 7 | Cable tester | RJ-45 cable tester | 1 unit |
| 8 | Cable tie & label | Untuk manajemen kabel | Secukupnya |
| 9 | Obeng set | Phillips & flat | 1 set |
| 10 | Aplikasi WiFi Analyzer | Android: "WiFi Analyzer" (farproc) atau setara | 1 (di HP siswa) |
Keselamatan Kerja (K3LH):
- Pastikan sumber listrik switch PoE dalam kondisi OFF saat memasang kabel.
- Jangan menarik kabel UTP dengan tekukan tajam (radius minimum 4× diameter kabel).
- Gunakan tangga/kursi yang stabil jika memasang AP di posisi tinggi.
- Jangan menyentuh port PoE dengan tangan basah.
- Rapikan kabel dengan cable tie setelah instalasi — kabel berserakan adalah hazard.
⚠️ PERINGATAN KRITIS — INFRASTRUKTUR SMK SBI: Pada jaringan SMK Satya Bhakti Ilmu, internet masuk ke router MikroTik RB4011iGS+5HacQ2HnD melalui interface
wlan1dalam mode wireless station — BUKAN melaluiether1. Hal ini berarti:
- AP yang dipasang siswa harus terhubung ke port ether pada MikroTik (atau switch yang terhubung ke port ether MikroTik), bukan ke interface wlan1.
- Gateway yang dikonfigurasi pada AP/DHCP harus mengarah ke IP address interface bridge/ether MikroTik, bukan ke IP wlan1.
- Jika siswa salah mengonfigurasi gateway ke IP wlan1, client wireless akan mendapat IP tetapi tidak bisa mengakses internet.
- Ini adalah kesalahan paling umum yang dilakukan siswa saat praktik. Guru wajib memastikan siswa memahami topologi WAN sekolah sebelum mulai konfigurasi.
Langkah Kerja:
A. Persiapan (15 menit)
- Periksa kelengkapan alat dan bahan sesuai tabel di atas. Beri tanda centang (✅) pada checklist.
- Uji kabel UTP menggunakan cable tester — pastikan 8 pin terkoneksi sempurna (semua LED hijau).
- Pasang kabel UTP dari port PoE switch ke AP — jangan nyalakan switch dulu.
- Siapkan laptop konfigurasi — buka browser, pastikan JavaScript aktif.
B. Instalasi Fisik AP (30 menit) 5. Pasang mounting bracket pada tiang/meja simulasi menggunakan obeng. Pastikan bracket kokoh dan tidak bergoyang. 6. Kaitkan/pasang AP pada bracket sesuai panduan vendor (biasanya twist-lock atau snap-fit). 7. Hubungkan kabel UTP dari AP ke port PoE pada switch. 8. Nyalakan switch PoE — perhatikan LED indikator pada AP:
- LED Power: menyala hijau = PoE berhasil
- LED LAN: berkedip = koneksi ke switch aktif
- LED WLAN: menyala/berkedip = wireless modul aktif
- Tunggu 60–90 detik untuk proses booting AP.
- Rapikan kabel dengan cable tie. Pasang label pada kabel: "AP-[NamaArea]-[NoKelompok]".
- Dokumentasikan dengan foto: (a) AP terpasang di bracket, (b) kabel tertata rapi, (c) LED menyala.
C. Konfigurasi Parameter Wireless (45 menit) 12. Pada laptop, hubungkan ke jaringan yang sama dengan AP (via kabel ke switch yang sama, atau via SSID default AP). 13. Buka browser, akses IP default AP (lihat label bawah AP atau manual, biasanya 192.168.x.1). 14. Login dengan credential default (admin/admin atau sesuai vendor). Segera ganti password default! 15. Konfigurasi parameter berikut:
| Parameter | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Hostname AP | AP-[Area]-[Kel] | Contoh: AP-RuangGuru-K1 |
| SSID (2.4 GHz) | SBIN-[Area]-24G | Contoh: SBIN-RuangGuru-24G |
| SSID (5 GHz) | SBIN-[Area]-5G | Contoh: SBIN-RuangGuru-5G (jika dual-band) |
| Security | WPA2-PSK (AES) | Jangan gunakan TKIP (deprecated) |
| Passphrase | Min. 12 karakter, kombinasi huruf+angka+simbol | Contoh: SBI-Guru#2026! |
| Channel 2.4 GHz | 1, 6, atau 11 | Pilih channel yang paling sedikit digunakan (cek WiFi Analyzer) |
| Channel Width 2.4 GHz | 20 MHz | 40 MHz pada 2.4 GHz menyebabkan interferensi lebih besar |
| Tx Power | Sesuaikan dengan luas area (Low/Medium/High) | Jangan selalu max — menyebabkan interferensi antar AP |
| DHCP | Pastikan AP mode bridge (DHCP dari MikroTik) atau AP mode router (DHCP lokal) | Koordinasikan dengan guru |
- Simpan konfigurasi. AP akan restart (30–60 detik).
- Setelah AP aktif kembali, verifikasi SSID muncul di WiFi Analyzer.
D. Pengujian Konektivitas (20 menit) 18. Hubungkan 3 client device ke SSID yang dikonfigurasi. 19. Pada setiap client, verifikasi: - Mendapat IP address via DHCP (Settings > WiFi > IP address) - Ping ke gateway: ping [IP_gateway] — harus reply - Ping ke DNS publik: ping 8.8.8.8 — harus reply - Buka browser, akses google.com — harus berhasil 20. Screenshot hasil ping dari setiap client. 21. Pada WiFi Analyzer, screenshot: signal strength (RSSI), channel, dan noise level.
E. Dokumentasi & Penyelesaian (10 menit) 22. Lengkapi Lembar Hasil Pengamatan (tabel di bawah). 23. Kumpulkan semua screenshot dalam 1 folder: Kel[X]_Unit2_AP/. 24. Rapikan area kerja. Matikan switch PoE jika praktik selesai. Kembalikan alat.
Lembar Hasil Pengamatan:
| No | Parameter | Nilai Hasil | Status (✅/❌) |
|---|---|---|---|
| 1 | AP terpasang kokoh pada bracket | Ya / Tidak | |
| 2 | LED Power menyala hijau | Ya / Tidak | |
| 3 | LED LAN aktif | Ya / Tidak | |
| 4 | LED WLAN aktif | Ya / Tidak | |
| 5 | SSID muncul di WiFi Analyzer | Ya / Tidak | |
| 6 | Security: WPA2-PSK (AES) | Terverifikasi / Tidak | |
| 7 | Channel yang digunakan | Ch. ___ | |
| 8 | Client 1: IP address | _____________ | |
| 9 | Client 1: Ping gateway | ___ms / Timeout | |
| 10 | Client 2: IP address | _____________ | |
| 11 | Client 2: Ping gateway | ___ms / Timeout | |
| 12 | Client 3: IP address | _____________ | |
| 13 | Client 3: Ping gateway | ___ms / Timeout | |
| 14 | Akses internet (google.com) | Berhasil / Gagal | |
| 15 | Signal Strength (RSSI) | ___dBm |
4.5 Media Simulasi Digital
Skenario Simulasi 1: Konfigurasi Wireless Access Point di Cisco Packet Tracer
Tools: Cisco Packet Tracer versi 8.x
Topologi:
[Cloud/Internet] ---- [Router-Gateway] ---- [Switch-PoE] ---- [AP-1] ))) [Client-1]
| ))) [Client-2]
|---- [AP-2] ))) [Client-3]
))) [Client-4]
Skenario: Siswa mengonfigurasi 2 unit AP pada jaringan LAN sederhana di Packet Tracer. Masing-masing AP melayani area berbeda (SSID berbeda, channel berbeda). Siswa harus:
- Memasang AP pada topologi dan menghubungkan ke switch via kabel.
- Mengonfigurasi SSID dan WPA2-PSK pada setiap AP.
- Mengonfigurasi DHCP server pada router gateway.
- Menghubungkan 2 client wireless ke masing-masing AP.
- Menguji konektivitas: ping antar client wireless, ping ke gateway, ping ke internet (DNS).
- Menyimpan file
.pktdan mengambil screenshot hasil ping.
File deliverable: Kel[X]_WirelessPT.pkt + screenshot
Skenario Simulasi 2 (Pengayaan): Konfigurasi Wireless pada MikroTik CHR via Winbox
Tools: MikroTik CHR (VirtualBox) + Winbox
Skenario: Siswa mengonfigurasi interface wireless pada MikroTik CHR sebagai AP (mode ap bridge), mengatur SSID, security profile WPA2-PSK, channel, dan frequency. Lalu menguji koneksi dari laptop host via WiFi adapter (jika tersedia) atau dari VM client.
⚠️ Catatan: Pada MikroTik RB4011iGS+5HacQ2HnD milik sekolah,
wlan1sudah digunakan sebagai WAN uplink (wireless station mode ke ISP). Jangan mengubah konfigurasiwlan1saat praktik! Simulasi AP wireless MikroTik dilakukan pada CHR di VirtualBox, bukan pada router produksi.
4.6 Instrumen Asesmen Otentik
4.6.1 Asesmen Diagnostik (Awal — sebelum Unit 2)
Kognitif (5 pertanyaan):
| No | Pertanyaan | Kunci Konsep |
|---|---|---|
| 1 | Sebutkan 2 frekuensi utama yang digunakan pada jaringan WiFi! | 2.4 GHz dan 5 GHz |
| 2 | Apa fungsi PoE (Power over Ethernet) pada instalasi access point? | Menyalurkan daya listrik + data melalui 1 kabel UTP |
| 3 | Mengapa channel 1, 6, dan 11 disebut "non-overlapping channels" pada 2.4 GHz? | Ketiga channel tersebut tidak saling tumpang tindih frekuensinya |
| 4 | Apa perbedaan antara SSID dan passphrase? | SSID = nama jaringan, passphrase = kata sandi untuk otentikasi |
| 5 | Jika LED Power pada AP tidak menyala setelah kabel UTP dipasang, apa kemungkinan penyebabnya? (sebutkan 2) | Kabel rusak, port bukan PoE, AP rusak |
Non-Kognitif (3 pertanyaan):
| No | Pertanyaan | Opsi |
|---|---|---|
| 1 | Apakah Anda pernah memasang perangkat jaringan (router/AP/switch) sebelumnya? | Pernah / Belum pernah |
| 2 | Seberapa percaya diri Anda mengonfigurasi perangkat jaringan via web browser? | Sangat percaya diri / Cukup / Kurang / Belum pernah mencoba |
| 3 | Bagaimana gaya belajar Anda saat praktik: lebih suka melihat demo dulu atau langsung mencoba? | Demo dulu / Langsung coba / Kombinasi |
4.6.2 Asesmen Formatif (Proses)
Lembar Observasi Sikap Kerja:
| No | Aspek Sikap Kerja | 4 (Sangat Baik) | 3 (Baik) | 2 (Cukup) | 1 (Perlu Bimbingan) |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | K3LH: Mematikan switch sebelum memasang kabel | Selalu tanpa diingatkan | Dilakukan setelah diingatkan 1× | Dilakukan setelah diingatkan 2× | Tidak dilakukan |
| 2 | SOP Compliance: Mengikuti langkah kerja secara berurutan | Semua langkah sesuai urutan | 1 langkah terlewat, diperbaiki mandiri | 2 langkah terlewat | Banyak langkah tidak sesuai urutan |
| 3 | Manajemen Kabel: Kabel tertata rapi dengan cable tie & label | Sangat rapi + label lengkap | Rapi + label sebagian | Kurang rapi, label tidak ada | Berantakan |
| 4 | Kerjasama Tim: Berkontribusi sesuai peran yang ditugaskan | Aktif memimpin + membantu anggota lain | Mengerjakan perannya dengan baik | Perlu didorong untuk berpartisipasi | Tidak berkontribusi |
| 5 | Dokumentasi: Mengambil foto dan screenshot sesuai instruksi | Semua dokumentasi lengkap + terorganisir | Lengkap tapi kurang terorganisir | Beberapa dokumentasi hilang | Tidak mendokumentasikan |
| 6 | Time Management: Menyelesaikan tugas sesuai batas waktu | Selesai sebelum deadline | Selesai tepat waktu | Terlambat ≤10 menit | Terlambat >10 menit |
Checklist Kinerja Instalasi:
| No | Kriteria | ✅/❌ | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 | AP terpasang kokoh pada bracket (tidak goyang) | ||
| 2 | Kabel UTP terhubung dengan benar (LED LAN aktif) | ||
| 3 | PoE berfungsi (LED Power AP menyala) | ||
| 4 | SSID sesuai format yang ditentukan | ||
| 5 | Security WPA2-PSK dengan AES (bukan TKIP) | ||
| 6 | Channel non-overlapping (1/6/11) | ||
| 7 | Minimal 3 client terkoneksi dan mendapat IP | ||
| 8 | Ping ke gateway berhasil dari semua client | ||
| 9 | Akses internet berhasil | ||
| 10 | Screenshot dan foto dokumentasi lengkap |
4.6.3 Asesmen Sumatif (Akhir Unit 2)
Rubrik Penilaian Produk — Konfigurasi & Dokumentasi AP
| Aspek | Bobot | 4 (Sangat Baik) 90–100 / A | 3 (Baik) 80–89 / B | 2 (Cukup) 70–79 / C | 1 (Perlu Bimbingan) <70 / D–E |
|---|---|---|---|---|---|
| Instalasi Fisik | 20% | AP terpasang kokoh, kabel rapi + label, LED semua aktif, selesai ≤25 menit | AP terpasang, kabel cukup rapi, LED aktif, selesai ≤30 menit | AP terpasang tapi kurang kokoh, kabel kurang rapi, selesai ≤40 menit | AP tidak terpasang dengan benar, kabel berantakan, >40 menit |
| Konfigurasi Wireless | 30% | Semua parameter benar (SSID, WPA2-AES, channel non-overlap, Tx power sesuai), 3+ client terkoneksi + internet | Parameter sebagian besar benar, minor error (misal Tx power default), 3 client terkoneksi | Beberapa parameter salah (misal TKIP bukan AES), 2 client terkoneksi | Konfigurasi gagal, <2 client terkoneksi |
| Perbandingan Security | 20% | Tabel lengkap 6 aspek × 3 protocol, analisis mendalam, rekomendasi per segmen dengan justifikasi teknis | Tabel lengkap, analisis cukup, rekomendasi ada tapi justifikasi kurang | Tabel tidak lengkap (≤4 aspek), analisis dangkal | Tabel sangat tidak lengkap, tidak ada analisis |
| Dokumentasi | 15% | Screenshot lengkap + terorganisir dalam folder + lembar pengamatan diisi sempurna | Screenshot lengkap, organisasi cukup | Screenshot tidak lengkap | Tidak ada dokumentasi |
| Sikap Kerja | 15% | K3LH dipatuhi sempurna, kerjasama tim sangat baik, tepat waktu | K3LH dipatuhi, kerjasama baik | Beberapa pelanggaran K3LH minor | Banyak pelanggaran K3LH |
Konversi Nilai:
| Skor | Predikat | Keterangan |
|---|---|---|
| 90–100 | A (Sangat Baik) | Kompeten — siap kerja mandiri |
| 80–89 | B (Baik) | Kompeten — siap kerja dengan supervisi minimal |
| 70–79 | C (Cukup) | Kompeten bersyarat — perlu pendampingan |
| 60–69 | D (Kurang) | Belum kompeten — wajib remediasi |
| <60 | E (Sangat Kurang) | Belum kompeten — wajib mengulang unit |
KKM: 70 (Predikat C)
Formula Nilai Akhir Unit 2:
Nilai Akhir = (Pengetahuan × 20%) + (Keterampilan × 60%) + (Sikap Kerja × 20%)
Dengan rincian:
- Pengetahuan (20%): Asesmen diagnostik + kuis formatif
- Keterampilan (60%): Rubrik instalasi fisik + konfigurasi wireless + perbandingan security + dokumentasi
- Sikap Kerja (20%): Lembar observasi sikap kerja
BAGIAN 5 — TRANSFORMASI CP/ELEMEN KE AKTIVITAS PRAKTIK DUNIA KERJA
Langkah 1 — Identifikasi Pekerjaan Nyata (Real-World Job Mapping)
| Unit ATP | Pekerjaan Nyata di Industri | Posisi/Jabatan | Tugas & Tanggung Jawab Spesifik |
|---|---|---|---|
| Unit 1: Perencanaan & Assessment | Wireless site survey & assessment untuk proyek deployment WiFi di gedung perkantoran/sekolah/hotel | Wireless Consultant / Pre-Sales Engineer | Mengunjungi lokasi klien, menganalisis denah bangunan, menghitung estimasi user & bandwidth, menentukan jumlah dan spesifikasi AP, membuat proposal teknis |
| Unit 2: Implementasi & Konfigurasi | Instalasi fisik AP dan konfigurasi parameter wireless pada proyek deployment | Wireless Technician / Field Engineer | Melakukan mounting AP, penarikan kabel PoE, konfigurasi SSID/security/channel via web GUI, verifikasi konektivitas, koordinasi dengan tim NOC |
| Unit 3: Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi | Commissioning test, performance validation, dan pembuatan as-built document sebelum handover ke klien | NOC Engineer / QA Engineer | Menjalankan test throughput/latency, menganalisis interferensi, memvalidasi coverage, menyusun laporan SLA compliance, membuat paket dokumen as-built |
Langkah 2 — Identifikasi Kemampuan yang Dibutuhkan
Unit 1 — Perencanaan & Assessment
| Dimensi | Kemampuan yang Dibutuhkan |
|---|---|
| Pengetahuan | Standar IEEE 802.11 (a/b/g/n/ac/ax), karakteristik frekuensi 2.4 GHz vs 5 GHz, jenis perangkat nirkabel (AP indoor/outdoor, antena omni/directional, PoE injector/switch, wireless controller), formula kalkulasi link budget dasar |
| Keterampilan | Membaca denah bangunan, mengoperasikan aplikasi WiFi Analyzer, menghitung rasio AP-to-client, menentukan spesifikasi perangkat dari datasheet vendor, menyusun peta penempatan AP |
| Sikap Kerja | Ketelitian dalam pengumpulan data site, kejujuran dalam pencatatan parameter (tidak mengada-ada data), komunikasi profesional dengan klien saat site visit, manajemen waktu survey |
Unit 2 — Implementasi & Konfigurasi
| Dimensi | Kemampuan yang Dibutuhkan |
|---|---|
| Pengetahuan | Prosedur mounting AP (ceiling/wall mount), standar kabel UTP Cat.5e/6, mekanisme PoE (802.3af/at/bt), parameter konfigurasi wireless (SSID, security mode, channel assignment, Tx power, channel width), perbedaan WPA2-PSK vs WPA2-Enterprise vs WPA3 |
| Keterampilan | Memasang bracket dan AP secara fisik, menarik dan merapikan kabel UTP, mengakses web GUI AP, mengonfigurasi parameter wireless, menguji koneksi client, mendokumentasikan instalasi |
| Sikap Kerja | Kepatuhan K3LH (mematikan power sebelum memasang kabel, penggunaan tangga yang aman), kepatuhan SOP instalasi (berurutan), kerapian kabel management, kerjasama tim (pembagian peran), kedisiplinan waktu |
Unit 3 — Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi
| Dimensi | Kemampuan yang Dibutuhkan |
|---|---|
| Pengetahuan | Parameter QoS wireless (throughput, latency, jitter, packet loss, RSSI, SNR), konsep interferensi (co-channel, adjacent-channel), konsep SLA, format dokumen as-built standar industri |
| Keterampilan | Mengoperasikan tools diagnostik (ping, traceroute, iperf3, WiFi Analyzer, speedtest), membaca dan menginterpretasi data signal strength, menyusun laporan pengujian terstruktur, merancang channel plan, membuat dokumen as-built komprehensif |
| Sikap Kerja | Objektivitas dalam pencatatan data uji (tidak manipulasi hasil), ketelitian analisis, profesionalisme dalam penyusunan dokumen, tanggung jawab terhadap kualitas handover |
Langkah 3 — Langkah Kerja Sistematis
Unit 1 — Perencanaan & Assessment
| Fase | Langkah Kerja | Tools/Dokumen | Standar/SOP |
|---|---|---|---|
| Persiapan | 1. Terima brief kebutuhan klien (luas area, jumlah user, bandwidth target) | Work Order, denah lokasi | SOP penerimaan proyek |
| 2. Pelajari denah lokasi — identifikasi material dinding, jumlah lantai, area outdoor | Denah .pdf/.dwg | — | |
| Proses | 3. Lakukan site survey — ukur signal existing, identifikasi sumber interferensi | WiFi Analyzer, smartphone/laptop | Prosedur site survey vendor |
| 4. Hitung kebutuhan jumlah AP berdasarkan rasio AP-to-client dan coverage target | Kalkulator/spreadsheet | Standar vendor (30–50 client/AP) | |
| 5. Tentukan spesifikasi perangkat (model AP, jenis antena, PoE standard) dari datasheet vendor | Datasheet vendor, katalog | — | |
| Pemeriksaan | 6. Validasi peta penempatan AP — pastikan coverage ≥85% area target | Peta penempatan (draw.io/Visio) | Target coverage ≥85% |
| Penyelesaian | 7. Susun dokumen rekomendasi spesifikasi dan serahkan ke supervisor/klien | Template dokumen rekomendasi (.docx) | Format proposal teknis |
Unit 2 — Implementasi & Konfigurasi
| Fase | Langkah Kerja | Tools/Dokumen | Standar/SOP |
|---|---|---|---|
| Persiapan | 1. Periksa kelengkapan alat dan bahan sesuai Bill of Material (BOM) | Checklist BOM | SOP persiapan instalasi |
| 2. Uji kabel UTP dengan cable tester | Cable tester | Standar TIA/EIA-568 | |
| 3. Briefing tim — pembagian peran (Lead Tech, Cable Tech, Config, QA) | Work Order | SOP briefing harian | |
| Proses | 4. Pasang mounting bracket pada posisi yang ditentukan | Obeng, bracket, bor (jika perlu) | SOP mounting vendor |
| 5. Pasang AP pada bracket — pastikan kokoh | AP unit | — | |
| 6. Tarik kabel UTP dari switch PoE ke AP — rapikan dengan cable tie + label | Kabel UTP, cable tie, label | Standar manajemen kabel | |
| 7. Nyalakan switch PoE — verifikasi LED AP (Power, LAN, WLAN) | Switch PoE | — | |
| 8. Akses web GUI AP — ganti password default | Laptop + browser | SOP keamanan (ganti default credential) | |
| 9. Konfigurasi: SSID, WPA2-PSK/AES, channel (1/6/11), Tx power, channel width | Web GUI AP | Best practice vendor | |
| 10. Hubungkan 3 client — verifikasi mendapat IP via DHCP + ping gateway + akses internet | Client devices | — | |
| Pemeriksaan | 11. Periksa semua parameter sesuai Work Order — SSID, security, channel | Checklist konfigurasi | Sesuai WO |
| Penyelesaian | 12. Dokumentasi: foto instalasi + screenshot konfigurasi + lembar pengamatan | Kamera/HP, folder digital | Format dokumentasi proyek |
Unit 3 — Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi
| Fase | Langkah Kerja | Tools/Dokumen | Standar/SOP |
|---|---|---|---|
| Persiapan | 1. Siapkan tools pengujian (ping, iperf3, WiFi Analyzer, speedtest) | Laptop/HP dengan tools terinstal | — |
| 2. Siapkan template laporan pengujian | Template .docx | Format laporan standar | |
| Proses | 3. Uji konektivitas end-to-end: ping gateway, ping DNS, traceroute | CLI (cmd/terminal) | — |
| 4. Ukur throughput menggunakan iperf3 (server–client) | iperf3 | Target: ≥10 Mbps/client | |
| 5. Ukur latency dan jitter | ping -t (Windows) / ping -c 100 (Linux) | Target: latency ≤50ms, jitter ≤10ms | |
| 6. Scan lingkungan wireless — identifikasi interferensi dan channel overlap | WiFi Analyzer | — | |
| 7. Analisis dead zone — jalan keliling area sambil monitor RSSI | WiFi Analyzer (heatmap walk) | Target: RSSI ≥ -70 dBm di 85% area | |
| Pemeriksaan | 8. Bandingkan hasil pengujian terhadap parameter SLA | Tabel SLA | Throughput, latency, coverage, uptime |
| 9. Identifikasi titik lemah dan susun rekomendasi perbaikan | Laporan evaluasi | Minimal 3 poin rekomendasi | |
| Penyelesaian | 10. Susun dokumen as-built: topologi wireless, tabel konfigurasi AP, channel plan, heatmap, rekomendasi | Template as-built (.docx/.pdf) | Format deliverable proyek |
Langkah 4 — Rancang Simulasi Aktivitas
Simulasi Unit 1: "Client Site Visit — PT. Maju Bersama"
| Aspek | Deskripsi |
|---|---|
| Setting Simulasi | Lab komputer disulap menjadi kantor klien PT. Maju Bersama yang membutuhkan jaringan WiFi baru. Denah lantai gedung 2 lantai ditempel di papan tulis. |
| Peran Siswa | Wireless Consultant dari PT. SBI Digital Solusi yang melakukan site visit ke kantor klien. |
| Skenario Kerja | Klien mengeluhkan: "Kami punya gedung 2 lantai, 80 karyawan, tapi WiFi hanya 1 AP di lantai 1. Lantai 2 tidak ada sinyal. Tolong survei dan rekomendasikan solusinya." Siswa harus: (1) survei area menggunakan WiFi Analyzer, (2) identifikasi kebutuhan AP, (3) tentukan spesifikasi, (4) buat peta penempatan, (5) presentasikan rekomendasi. |
| Sistem Kerja Tim | Kelompok 4 siswa: 1 Surveyor (scan WiFi), 1 Drafter (gambar peta), 1 Analyst (hitung kebutuhan), 1 Presenter (presentasi ke "klien"/guru) |
| Target Waktu | Site survey: 30 menit. Analisis & penyusunan rekomendasi: 45 menit. Presentasi: 10 menit/kelompok. Total: ~2 jam (simulasi half-day visit) |
Simulasi Unit 2: "Deployment Day — Instalasi WiFi Gedung Baru"
| Aspek | Deskripsi |
|---|---|
| Setting Simulasi | Lab disulap menjadi site deployment — setiap meja kelompok mewakili 1 area/ruangan (Ruang Guru, Lab, Kantin). Suasana seperti hari-H instalasi di lapangan. |
| Peran Siswa | Wireless Technician Team dari PT. SBI Digital Solusi yang melakukan instalasi pada hari-H. |
| Skenario Kerja | "Hari ini adalah Deployment Day. Setiap tim bertanggung jawab memasang 1 unit AP di area yang ditugaskan. Work Order sudah di tangan. Deadline: 2 jam. Klien akan datang sore ini untuk inspeksi." Siswa harus: (1) cek BOM, (2) pasang fisik AP, (3) konfigurasi parameter, (4) uji 3 client, (5) dokumentasi. |
| Sistem Kerja Tim | Lead Technician + Cable Technician + Config Specialist + QA Documenter |
| Target Waktu | Instalasi fisik: 30 menit. Konfigurasi: 45 menit. Pengujian: 20 menit. Dokumentasi: 15 menit. Total: ~2 jam |
Simulasi Unit 3: "Commissioning Test — Handover ke Klien"
| Aspek | Deskripsi |
|---|---|
| Setting Simulasi | Lab sebagai NOC Room / QA Station. Setiap kelompok menguji jaringan wireless yang dipasang kelompok LAIN (cross-testing untuk objektivitas). |
| Peran Siswa | NOC Engineer / QA Engineer yang melakukan acceptance test sebelum proyek diserahterimakan ke klien. |
| Skenario Kerja | "Instalasi sudah selesai. Sebelum handover, tim QA harus melakukan commissioning test. Setiap tim QA menguji instalasi tim lain. Jika ditemukan ketidaksesuaian, buat Deficiency Report. Jika lolos, buat as-built document dan tanda tangan Berita Acara Serah Terima." |
| Sistem Kerja Tim | Tester (jalankan test) + Analyst (analisis data) + Reporter (susun laporan) + Presenter (presentasi temuan) |
| Target Waktu | Pengujian: 30 menit. Analisis & laporan: 40 menit. Presentasi temuan: 10 menit. Penyusunan as-built: 40 menit. Total: ~2 jam |
Langkah 5 — Hasil Kerja / Output
| Unit | Aktivitas Praktik | Output/Produk | Format | Standar Keberhasilan |
|---|---|---|---|---|
| Unit 1 | Site survey & analisis kebutuhan coverage | Peta penempatan AP + Dokumen rekomendasi spesifikasi | .pdf (peta) + .docx (rekomendasi) | Coverage ≥85% area target, rasio AP-to-client sesuai standar vendor, minimal 5 parameter spesifikasi tercantum |
| Unit 1 | Presentasi hasil assessment ke klien | Slide presentasi site assessment | .pptx (5–8 slide) | Mencakup: denah, hasil survey, rekomendasi AP, estimasi biaya, timeline |
| Unit 2 | Instalasi fisik access point | AP terpasang + foto dokumentasi proses | Foto (.jpg) terorganisir dalam folder | AP kokoh, kabel rapi + label, LED semua aktif, selesai ≤30 menit |
| Unit 2 | Konfigurasi parameter wireless | Screenshot halaman konfigurasi + log koneksi client | Screenshot (.png) + checklist (.docx) | SSID benar, WPA2-AES aktif, channel non-overlap, 3 client terkoneksi + internet |
| Unit 2 | Perbandingan security protocol | Tabel perbandingan + rekomendasi per segmen user | .docx (2–3 halaman) | 6 aspek perbandingan × 3 protocol, rekomendasi per segmen + justifikasi teknis |
| Unit 3 | Pengujian performa jaringan nirkabel | Laporan pengujian dengan 5 parameter terukur | .docx (3–4 halaman) | RSSI, throughput, latency, packet loss, jitter — semua terukur dan dianalisis vs baseline |
| Unit 3 | Analisis interferensi & channel optimization | Screenshot WiFi Analyzer + laporan analisis | .docx + screenshot (.png) | Minimal 2 sumber interferensi teridentifikasi, rekomendasi channel adjustment spesifik |
| Unit 3 | Evaluasi performa vs SLA | Laporan evaluasi SLA compliance | .docx (2–3 halaman) | Skor kepatuhan per parameter SLA, identifikasi titik lemah, minimal 3 poin rekomendasi |
| Unit 3 | Dokumen as-built & channel plan | Paket dokumen as-built lengkap | .docx/.pdf (8–12 halaman) | Berisi: topologi wireless, tabel konfigurasi AP, channel plan diagram, heatmap coverage, catatan rekomendasi — layak sebagai deliverable proyek |
Langkah 6 — Penilaian Kompetensi Praktik
Instrumen Penilaian 3 Dimensi
| Dimensi | Aspek yang Dinilai | Teknik Penilaian | Bobot (%) |
|---|---|---|---|
| Pengetahuan | Pemahaman standar IEEE 802.11, karakteristik frekuensi, fungsi perangkat, konsep security protocol, parameter QoS | Pre-test tertulis (pilihan ganda + isian singkat) + kuis lisan saat praktik | 20% |
| Keterampilan | Ketepatan prosedur instalasi fisik, kebenaran konfigurasi parameter, kualitas pengujian, kelengkapan & kualitas dokumentasi/as-built | Observasi proses + Checklist kinerja + Rubrik penilaian produk (4 level) | 60% |
| Sikap Kerja | K3LH compliance, kepatuhan SOP, kerjasama tim, kedisiplinan waktu, kerapian kabel management, kejujuran pencatatan data, profesionalisme dokumentasi | Observasi sikap + Jurnal refleksi siswa + Peer assessment | 20% |
Rubrik 4-Level per Unit
Unit 1 — Perencanaan & Assessment:
| Level | Skor | Deskripsi |
|---|---|---|
| Sangat Baik | 4 (90–100/A) | Peta penempatan AP akurat, coverage ≥90%, rekomendasi spesifikasi lengkap dan sesuai datasheet vendor, presentasi meyakinkan |
| Baik | 3 (80–89/B) | Peta penempatan AP cukup akurat, coverage ≥85%, rekomendasi sebagian besar lengkap, presentasi baik |
| Cukup | 2 (70–79/C) | Peta ada tapi kurang presisi, coverage <85%, rekomendasi tidak lengkap, presentasi perlu perbaikan |
| Perlu Bimbingan | 1 (<70/D–E) | Tidak mampu membuat peta penempatan atau rekomendasi spesifikasi, tidak dapat mempresentasikan |
Unit 2 — Implementasi & Konfigurasi:
| Level | Skor | Deskripsi |
|---|---|---|
| Sangat Baik | 4 (90–100/A) | AP terpasang kokoh + rapi, semua parameter konfigurasi benar, 3+ client terkoneksi + internet, dokumentasi lengkap, perbandingan security mendalam, selesai ≤deadline |
| Baik | 3 (80–89/B) | AP terpasang, parameter sebagian besar benar, 3 client terkoneksi, dokumentasi ada, perbandingan security cukup |
| Cukup | 2 (70–79/C) | AP terpasang tapi kurang kokoh/rapi, beberapa parameter salah, 2 client terkoneksi, dokumentasi tidak lengkap |
| Perlu Bimbingan | 1 (<70/D–E) | AP gagal terpasang, konfigurasi gagal, <2 client, tidak ada dokumentasi |
Unit 3 — Pengujian, Evaluasi & Dokumentasi:
| Level | Skor | Deskripsi |
|---|---|---|
| Sangat Baik | 4 (90–100/A) | 5 parameter terukur lengkap, analisis interferensi tajam, evaluasi SLA komprehensif, as-built document lengkap & profesional (layak serah terima ke klien) |
| Baik | 3 (80–89/B) | 5 parameter terukur, analisis cukup, evaluasi SLA ada, as-built ada tapi kurang lengkap |
| Cukup | 2 (70–79/C) | ≤3 parameter terukur, analisis dangkal, evaluasi SLA parsial, as-built tidak lengkap |
| Perlu Bimbingan | 1 (<70/D–E) | Pengujian tidak dilakukan/gagal, tidak ada analisis, tidak ada as-built |
Standar Kompeten: Skor minimal 70 (Predikat C). Siswa dengan skor <70 wajib mengikuti program remediasi.
Tabel Transformasi Terintegrasi — Seluruh Unit
| No | Kode TP | Pekerjaan Nyata di Industri | Kemampuan (P/K/S) | Langkah Kerja | Simulasi di Kelas | Output/Produk | Penilaian |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | TP-1.1 | Wireless Consultant mempelajari standar WiFi yang berlaku untuk menentukan teknologi yang tepat bagi klien | P: Standar IEEE 802.11, frekuensi 2.4/5 GHz. K: Mengklasifikasikan standar berdasarkan kecepatan, jangkauan, kompatibilitas. S: Ketelitian, update knowledge | Baca datasheet → klasifikasi standar → bandingkan parameter | Siswa mengisi worksheet klasifikasi standar WiFi berdasarkan datasheet yang disediakan | Tabel perbandingan standar WiFi | Pre-test + worksheet |
| 2 | TP-1.2 | Pre-Sales Engineer menentukan spesifikasi AP yang akan direkomendasikan ke klien berdasarkan kebutuhan site | P: Jenis AP, antena, PoE, controller. K: Membaca datasheet, menghitung kebutuhan. S: Analitis, akurat | Terima brief klien → pelajari datasheet → tentukan model AP + antena + PoE → susun rekomendasi | Siswa menerima Work Order dengan data kebutuhan klien dan menyusun dokumen rekomendasi spesifikasi | Dokumen rekomendasi spesifikasi (.docx) | Rubrik dokumen rekomendasi |
| 3 | TP-1.3 | Wireless Consultant melakukan site survey dan merancang peta penempatan AP | P: Kalkulasi coverage, rasio AP-to-client. K: Menggunakan WiFi Analyzer, menggambar peta. S: Teliti, komunikatif | Site visit → scan WiFi → identifikasi interferensi → hitung kebutuhan AP → gambar peta penempatan | Siswa melakukan site survey di area sekolah/lab menggunakan WiFi Analyzer dan membuat peta penempatan AP | Peta penempatan AP + laporan site assessment (.pdf + .pptx) | Sumatif: presentasi site assessment |
| 4 | TP-2.1 | Field Technician memasang AP secara fisik di lokasi klien pada hari-H deployment | P: Prosedur mounting, standar kabel, mekanisme PoE. K: Memasang bracket, menarik kabel, merapikan manajemen kabel. S: K3LH, SOP, kerapian, teamwork | Cek BOM → pasang bracket → pasang AP → tarik kabel PoE → verifikasi LED → rapikan kabel → dokumentasi | "Deployment Day" — siswa memasang AP di area simulasi lab sesuai Work Order dengan deadline 30 menit | AP terpasang + foto dokumentasi proses | Checklist kinerja instalasi + observasi sikap |
| 5 | TP-2.2 | Field Engineer mengonfigurasi parameter wireless pada AP yang telah terpasang | P: Parameter SSID, security, channel, Tx power. K: Mengakses web GUI, mengonfigurasi, menguji koneksi. S: Teliti, patuh SOP konfigurasi | Login web GUI → ganti password default → set SSID → set WPA2-AES → pilih channel → atur Tx power → simpan → uji 3 client | Siswa mengonfigurasi AP sesuai Work Order dan memverifikasi 3 client terkoneksi + internet | Screenshot konfigurasi + log koneksi 3 client | Checklist konfigurasi + rubrik produk |
| 6 | TP-2.5 | Security Engineer menentukan security protocol yang tepat untuk tiap segmen user di jaringan enterprise | P: WPA2-PSK, WPA2-Enterprise, WPA3, konsep RADIUS. K: Membandingkan protocol, menyusun rekomendasi. S: Analitis, objektif | Pelajari 3 protocol → identifikasi kelebihan/kelemahan → mapping ke segmen user → susun rekomendasi | Siswa mengerjakan LKPD perbandingan security untuk skenario multi-segmen user (siswa/guru/tamu) | Tabel perbandingan + rekomendasi per segmen (.docx) | Rubrik analisis perbandingan |
| 7 | TP-2.3 | NOC Engineer menjalankan commissioning test pada jaringan yang baru dipasang | P: Parameter QoS (throughput, latency, jitter, packet loss, RSSI). K: Mengoperasikan ping/iperf3/WiFi Analyzer/speedtest. S: Objektif, teliti | Siapkan tools → ping gateway & DNS → ukur throughput (iperf3) → ukur latency → scan RSSI → catat semua data | Cross-testing: tim QA menguji instalasi tim lain, mencatat 5 parameter terukur | Laporan pengujian 5 parameter (.docx) | Rubrik laporan pengujian |
| 8 | TP-2.4 | RF Engineer menganalisis interferensi dan mengoptimasi channel plan | P: Co-channel/adjacent-channel interference, dead zone, channel plan. K: Membaca data WiFi Analyzer, mengidentifikasi overlap. S: Analitis, problem-solver | Scan environment → identifikasi AP sekitar → analisis channel overlap → identifikasi dead zone → rekomendasikan adjustment | Siswa berjalan keliling area sambil memonitor WiFi Analyzer, lalu menganalisis data dan membuat rekomendasi channel | Laporan analisis interferensi + rekomendasi channel (.docx + screenshot) | Rubrik analisis |
| 9 | TP-3.1 | QA Engineer memvalidasi performa jaringan terhadap SLA sebelum handover | P: Konsep SLA, parameter kepatuhan. K: Membandingkan data vs target, menghitung skor. S: Objektif, jujur, profesional | Kompilasi data pengujian → bandingkan vs SLA → hitung skor kepatuhan per parameter → identifikasi titik lemah → susun rekomendasi | Siswa menyusun laporan evaluasi berisi skor kepatuhan SLA dan rekomendasi perbaikan | Laporan evaluasi SLA compliance (.docx) | Rubrik evaluasi |
| 10 | TP-3.2 | Project Engineer menyusun paket dokumen as-built untuk serah terima proyek ke klien | P: Format as-built standar industri, komponen dokumen handover. K: Menyusun topologi, tabel konfigurasi, channel plan, heatmap. S: Profesional, rapi, tanggung jawab | Kompilasi semua data → gambar topologi final → buat tabel konfigurasi → buat channel plan diagram → buat heatmap → susun rekomendasi → rakit menjadi 1 dokumen | Siswa menyusun paket dokumen as-built lengkap sebagai deliverable proyek yang siap diserahkan ke "klien" (guru) | Paket as-built: topologi + tabel konfigurasi + channel plan + heatmap + rekomendasi (.docx/.pdf) | Sumatif Akhir Elemen: Rubrik as-built document |
Daftar Kesalahan yang Harus Dihindari
| Kesalahan Umum | Contoh di Kelas | Perbaikan |
|---|---|---|
| Aktivitas masih teoritis | "Menjelaskan fungsi access point" sebagai aktivitas utama | "Memasang access point pada bracket dan mengonfigurasi SSID, WPA2-PSK, channel via web GUI" |
| Tidak menghasilkan output | Diskusi tentang perbedaan WPA2 dan WPA3 tanpa produk | Diskusi → mengisi tabel perbandingan 6 aspek × 3 protocol → menyusun rekomendasi tertulis per segmen user → kumpulkan .docx |
| Tidak ada standar penilaian | "Konfigurasi AP, lalu uji koneksi" | "Konfigurasi AP dengan SSID format SBIN-[Area], WPA2-AES, channel non-overlap (1/6/11), diuji dari 3 client (ping gateway + internet), screenshot lengkap, selesai dalam 45 menit" |
| Tidak menyerupai dunia kerja | Siswa mengerjakan soal pilihan ganda tentang wireless | Simulasi "Deployment Day": siswa berperan sebagai Wireless Technician dari PT. SBI Digital Solusi, menerima Work Order, memasang AP, konfigurasi, dan uji koneksi dalam deadline seperti di proyek nyata |
| Mengabaikan infrastruktur sekolah | Siswa mengonfigurasi gateway AP ke interface ether1 MikroTik
|
⚠️ Pada SMK SBI, internet masuk via wlan1 (wireless station mode). AP harus terhubung ke port ether dan gateway mengarah ke IP bridge/ether MikroTik, BUKAN ke IP wlan1
|
| Penilaian hanya tes tertulis | UH pilihan ganda 20 soal tentang wireless | Penilaian 3 dimensi: Pengetahuan 20% (pre-test) + Keterampilan 60% (rubrik instalasi + konfigurasi + dokumentasi) + Sikap Kerja 20% (observasi K3LH + SOP + teamwork) |
| Tidak ada dokumentasi sebagai output | Siswa "sudah pasang AP" tapi tidak ada bukti | Wajibkan: foto sebelum & sesudah instalasi, screenshot semua halaman konfigurasi, screenshot ping dari 3 client, lembar pengamatan terisi — semua dalam folder digital Kel[X]_Unit2_AP/
|
Catatan Pengembangan
- Pengayaan dengan perangkat nyata (enrichment): Jika memungkinkan, gunakan Ruijie AP yang tersedia di sekolah (bukan hanya simulasi) untuk praktik Unit 2, dengan pengawasan ketat agar tidak mengganggu jaringan produksi. Siswa yang sudah kompeten dapat diberikan tantangan mengonfigurasi VLAN-based SSID pada Ruijie AP.
- Integrasi Linux sebagai client testing: Tambahkan jobsheet paralel menggunakan Linux (Ubuntu/Debian) sebagai client wireless, termasuk penggunaan command
iwconfig,iwlist scan,nmcli, daniperf3dari terminal — memperkuat kompetensi CLI yang dibutuhkan di industri. - Heatmap digital sebagai proyek pengayaan: Untuk siswa di atas KKM, berikan proyek membuat heatmap coverage WiFi sekolah menggunakan tools gratis (Ekahau HeatMapper / NetSpot Free) dan menyajikan hasilnya sebagai rekomendasi perbaikan jaringan wireless sekolah ke kepala sekolah.
- Portofolio digital untuk PKL: Seluruh output produk dari Unit 1–3 (dokumen rekomendasi, screenshot konfigurasi, laporan pengujian, as-built document) harus dikompilasi ke dalam portofolio digital siswa sebagai bukti kompetensi yang dapat ditunjukkan saat wawancara PKL atau magang di perusahaan IT/ISP.
- Kolaborasi dengan industri lokal: Jalin kerjasama dengan ISP lokal atau integrator jaringan di Grobogan untuk program guest lecture atau company visit terkait proses wireless deployment di proyek nyata — memberikan siswa perspektif langsung dari praktisi industri tentang standar kerja yang berlaku.