Mikrotik: Konfigurasi Dasar

Revision as of 18:21, 1 December 2025 by Kangtain (talk | contribs)
(diff) ← Older revision | Latest revision (diff) | Newer revision → (diff)

MikroTik RouterOS adalah sistem operasi yang dirancang khusus untuk memanajemen jaringan komputer. Konfigurasi dasar pada MikroTik umumnya bertujuan untuk menjadikan perangkat tersebut berfungsi sebagai Internet Gateway, memungkinkan perangkat klien di jaringan lokal untuk terhubung dan mengakses koneksi Internet.

Proses konfigurasi dasar dianggap sebagai fondasi (fundamental) sebelum menerapkan fitur lanjutan seperti Bandwidth Management, Hotspot, Firewall, atau Routing kompleks.

Akses dan Persiapan Awal

Akses ke Router MikroTik dapat dilakukan melalui beberapa metode:

  1. WinBox: Aplikasi berbasis Graphical User Interface (GUI) yang umum digunakan dan dikembangkan untuk sistem operasi Windows.
  2. Webfig: Akses melalui peramban web (web browser).
  3. CLI (Command Line Interface): Akses menggunakan Telnet, SSH, atau New Terminal di WinBox.

Secara default, kredensial yang digunakan untuk masuk ke perangkat MikroTik (baik baru atau setelah direset) adalah username "admin" tanpa password (kosong). Jika menggunakan WinBox, disarankan untuk mengakses router melalui MAC Address di awal, terutama jika konfigurasi IP Address belum ditetapkan.

Sebelum memulai konfigurasi dasar, disarankan untuk menghapus konfigurasi default perangkat (Remove Configuration) atau melakukan soft reset menggunakan perintah system reset-configuration no-defaults=yes.

Tahapan Konfigurasi Internet Gateway

Tujuan konfigurasi dasar adalah agar MikroTik dapat terhubung ke Internet dan mendistribusikan koneksi tersebut ke jaringan lokal. Langkah-langkah konfigurasi dasar yang umum diterapkan untuk fungsi Internet Gateway meliputi:

1. Memberi Identitas dan Nama Antarmuka

Router harus memiliki identitas (identity atau hostname) untuk membedakannya dari router lain dalam jaringan. Antarmuka (interface) juga sebaiknya diberi nama sesuai fungsinya, misalnya ether1-WAN untuk koneksi ke Internet dan ether2-LAN untuk jaringan lokal. Antarmuka yang tidak digunakan disarankan untuk dinonaktifkan (disable) demi alasan keamanan dan efisiensi resource.

2. Konfigurasi IP Address

Penetapan IP Address harus dilakukan pada antarmuka yang terhubung ke jaringan berbeda.

  • Antarmuka WAN/Internet: IP Address harus disetel agar satu segmen dengan IP Modem atau Gateway dari Internet Service Provider (ISP).
  • Antarmuka LAN: IP Address ditetapkan sebagai Gateway (misalnya 192.168.1.1/24) bagi komputer klien di jaringan lokal.

3. Membuat Default Route (Gateway)

Default Route adalah gerbang bagi Router MikroTik untuk menuju ke Internet. Konfigurasi ini dilakukan dengan menambahkan rute baru (IP > Routes).

  • Dst. Address diisi dengan 0.0.0.0/0 (untuk menentukan rute bagi semua jaringan).
  • Gateway diisi dengan alamat IP router ISP atau router tetangga yang mengarah ke tujuan Internet.

4. Setting DNS Server

DNS (Domain Name System) berfungsi untuk menerjemahkan IP Address menjadi nama domain. Dianjurkan untuk menggunakan DNS dari ISP atau DNS publik (misalnya 8.8.8.8).

  • Pengaturan DNS dilakukan melalui menu IP > DNS.
  • Opsi Allow Remote Requests harus diaktifkan agar Router MikroTik dapat berfungsi sebagai DNS Server lokal bagi klien, sehingga klien cukup mengarahkan DNS-nya ke IP Gateway MikroTik.

5. Konfigurasi NAT (Network Address Translation)

Network Address Translation (NAT) berfungsi untuk mentranslasikan IP Private (jaringan lokal) menjadi IP Public (Internet) karena adanya keterbatasan IP Public.

  • Konfigurasi dilakukan pada menu IP > Firewall > NAT.
  • Chain disetel ke srcnat.
  • Out-Interface disetel ke antarmuka yang terhubung ke Internet (misalnya ether1).
  • Action disetel ke masquerade, yang memungkinkan IP pengirim dari jaringan lokal dikenal di Internet sebagai IP Router MikroTik.

6. Ujicoba Koneksi

Setelah semua tahapan di atas selesai, koneksi MikroTik ke Internet dapat diuji menggunakan perintah ping ke alamat IP DNS (misalnya 8.8.8.8) atau nama domain (misalnya www.google.com) pada New Terminal.

Konfigurasi DHCP Server

Setelah Internet Gateway berfungsi, layanan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) Server dapat dikonfigurasi untuk mendistribusikan IP Address secara otomatis kepada klien. Dengan DHCP Server, klien tidak perlu lagi melakukan pengaturan IP Address secara statis atau manual.

Konfigurasi DHCP Server meliputi langkah-langkah berikut melalui DHCP Setup di WinBox (IP > DHCP Server):

  1. Antarmuka: Menentukan interface LAN yang akan menjadi DHCP Server.
  2. IP Pool: Menetapkan rentang IP Address yang akan diberikan kepada klien (misalnya dari 192.168.10.2 hingga 192.168.10.254).
  3. Gateway: Menentukan IP Gateway (IP Router LAN) yang akan diberikan kepada klien.
  4. DNS Server: Menetapkan IP DNS Server yang akan digunakan klien.

Klien dapat diatur untuk mendapatkan IP Address secara otomatis (Obtain an IP Address automatically). Jika IP tidak segera didapatkan, disarankan untuk melakukan Disable dan Enable pada antarmuka jaringan klien.

Untuk alasan keamanan, fitur Make Static pada DHCP Leases dapat digunakan untuk mengunci IP Address klien berdasarkan MAC Address mereka. Selain itu, mengaktifkan Add ARP For Leases pada DHCP Server dan mengatur ARP pada interface ke reply-only dapat meningkatkan keamanan jaringan, hanya mengizinkan klien yang terdaftar di tabel ARP untuk terkoneksi.