Keamanan Akun WhatsApp dan Langkah Preventif: Difference between revisions
Created page with "Keamanan akun WhatsApp merujuk pada serangkaian protokol teknis dan perilaku pengguna yang diterapkan untuk melindungi data, privasi, dan akses akun dari upaya peretasan atau pengambilalihan oleh pihak yang tidak berwenang. Mengingat jumlah pengguna aktif yang besar, platform ini menjadi target utama berbagai serangan siber, termasuk ''phishing'', ''malware'', dan rekayasa sosial (''social engineering''). Langkah preventif mencakup aktivasi fitur keamanan bawaan, pengelo..." |
No edit summary |
||
| Line 1: | Line 1: | ||
[[File:Photo 2025-12-21 16-17-42.jpg|thumb]] | |||
Keamanan akun WhatsApp merujuk pada serangkaian protokol teknis dan perilaku pengguna yang diterapkan untuk melindungi data, privasi, dan akses akun dari upaya peretasan atau pengambilalihan oleh pihak yang tidak berwenang. Mengingat jumlah pengguna aktif yang besar, platform ini menjadi target utama berbagai serangan siber, termasuk ''phishing'', ''malware'', dan rekayasa sosial (''social engineering''). Langkah preventif mencakup aktivasi fitur keamanan bawaan, pengelolaan privasi perangkat, serta identifikasi modus penipuan berbasis manipulasi psikologis. | Keamanan akun WhatsApp merujuk pada serangkaian protokol teknis dan perilaku pengguna yang diterapkan untuk melindungi data, privasi, dan akses akun dari upaya peretasan atau pengambilalihan oleh pihak yang tidak berwenang. Mengingat jumlah pengguna aktif yang besar, platform ini menjadi target utama berbagai serangan siber, termasuk ''phishing'', ''malware'', dan rekayasa sosial (''social engineering''). Langkah preventif mencakup aktivasi fitur keamanan bawaan, pengelolaan privasi perangkat, serta identifikasi modus penipuan berbasis manipulasi psikologis. | ||
| Line 36: | Line 37: | ||
Meskipun fitur keamanan tersedia, "kesalahan manusia" (''human error'') tetap menjadi faktor risiko utama. Serangan sering kali berhasil karena pengguna memberikan izin akses aplikasi secara tidak sengaja atau terpengaruh oleh urgensi palsu yang diciptakan penipu. Selain itu, meskipun enkripsi ''end-to-end'' melindungi pesan saat transit, enkripsi ini tidak melindungi data jika perangkat fisik atau sistem operasi telah dikompromikan oleh ''malware'' atau akses fisik langsung. | Meskipun fitur keamanan tersedia, "kesalahan manusia" (''human error'') tetap menjadi faktor risiko utama. Serangan sering kali berhasil karena pengguna memberikan izin akses aplikasi secara tidak sengaja atau terpengaruh oleh urgensi palsu yang diciptakan penipu. Selain itu, meskipun enkripsi ''end-to-end'' melindungi pesan saat transit, enkripsi ini tidak melindungi data jika perangkat fisik atau sistem operasi telah dikompromikan oleh ''malware'' atau akses fisik langsung. | ||
[[Category:Security]] | [[index.php?title=Category:Security]] | ||
[[Category:Internet Safety]] | [[index.php?title=Category:Internet Safety]] | ||
[[Category:WhatsApp]] | [[index.php?title=Category:WhatsApp]] | ||