Jump to content

Debian: Installasi apache server: Difference between revisions

From Wiki
No edit summary
No edit summary
 
Line 1: Line 1:
'''Peladen Web Apache''' (sering disebut sebagai Apache atau Apache2 pada sistem berbasis Debian) adalah perangkat lunak peladen web yang digunakan untuk melayani permintaan data melalui protokol HTTP pada porta 80. Apache sering diimplementasikan bersamaan dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL untuk mendukung situs web yang dinamis dan kompleks.
'''Peladen Web Apache''' (sering disebut sebagai Apache atau Apache2 pada sistem berbasis Debian) adalah perangkat lunak peladen web yang digunakan untuk melayani permintaan data melalui protokol HTTP pada port 80. Apache sering diimplementasikan bersamaan dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL untuk mendukung situs web yang dinamis dan kompleks.


== Instalasi ==
== Instalasi ==

Latest revision as of 19:22, 9 December 2025

Peladen Web Apache (sering disebut sebagai Apache atau Apache2 pada sistem berbasis Debian) adalah perangkat lunak peladen web yang digunakan untuk melayani permintaan data melalui protokol HTTP pada port 80. Apache sering diimplementasikan bersamaan dengan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL untuk mendukung situs web yang dinamis dan kompleks.

Instalasi

Proses instalasi Apache bergantung pada distribusi sistem operasi Linux yang digunakan. Dalam lingkungan berbasis Debian atau Ubuntu, paket perangkat lunak ini dikenal dengan nama apache2, sedangkan pada distribusi berbasis Red Hat (seperti CentOS), paket ini dikenal sebagai httpd.

Sistem Operasi Debian dan Ubuntu

Pada sistem operasi Debian dan turunannya, instalasi dilakukan menggunakan manajer paket apt-get. Perintah dasar untuk menginstal Apache2 beserta paket pendukung umum seperti PHP dan MySQL adalah sebagai berikut: apt-get install apache2 php5 mysql-server php5-mysql phpmyadmin.

Pada versi Ubuntu yang lebih baru (seperti 16.04), instalasi dapat melibatkan PHP versi 7.0 dengan perintah: sudo apt-get install ... apache2 php5.6 ... (paket disesuaikan dengan kebutuhan dependensi).

Sistem Operasi CentOS

Pada sistem operasi CentOS, instalasi dilakukan menggunakan manajer paket yum. Langkah awal sering kali melibatkan pembaruan repositori paket menggunakan yum update. Instalasi Apache dilakukan dengan perintah: yum install -y httpd.

Setelah instalasi, verifikasi keberhasilan dapat dilakukan dengan memeriksa status paket menggunakan perintah rpm -q httpd.

Konfigurasi Dasar

Virtual Host Konfigurasi situs web pada Apache2 dikelola melalui fitur Virtual Host. Secara default, konfigurasi ini dapat dilakukan dengan menyalin berkas konfigurasi standar.

  • Lokasi Berkas: Berkas konfigurasi situs tersedia di direktori /etc/apache2/sites-available/.
  • Perintah Konfigurasi: Pengguna dapat menyalin fail default menjadi nama berkas baru (misalnya web) dengan perintah cp /etc/apache2/sites-available/default /etc/apache2/sites-available/web, kemudian menyuntingnya menggunakan editor teks.
  • Aktivasi: Setelah konfigurasi dibuat, situs default dapat dinonaktifkan dan situs baru diaktifkan menggunakan perintah a2dissite default dan a2ensite web.

Direktori Web

Berkas-berkas situs web (seperti HTML atau PHP) secara default disimpan dalam direktori /var/www/. Pengguna dapat membuat sub-direktori di dalam lokasi tersebut untuk mengelola berkas situs web.

Firewall (CentOS)

Pada sistem CentOS, firewall mungkin memblokir akses ke peladen web secara default. Akses ke porta 80 (HTTP) dan 443 (HTTPS) perlu dibuka menggunakan perintah firewall-cmd --permanent --add-port=80/tcp diikuti dengan memuat ulang layanan firewall.

Pengelolaan Layanan

Setelah instalasi dan konfigurasi, layanan peladen web harus dijalankan atau dimuat ulang agar perubahan dapat diterapkan.

  • Memulai dan Memuat Ulang (Debian/Ubuntu): Layanan dapat dimulai ulang dengan perintah /etc/init.d/apache2 restart atau service apache2 reload.
  • Memulai dan Memuat Ulang (CentOS): Layanan dijalankan menggunakan perintah systemctl start httpd. Untuk memastikan layanan berjalan otomatis saat boot, digunakan perintah systemctl enable httpd.
  • Pemeriksaan Status: Status operasional layanan dapat dipantau dengan perintah systemctl status httpd, yang akan menampilkan informasi apakah layanan sedang aktif (running).

Pengujian

Verifikasi instalasi dapat dilakukan melalui peramban web (web browser) dari komputer klien.

  • Pengujian Halaman Web: Dengan mengakses alamat IP peladen atau nama domain (misalnya http://www.debian.edu), peramban akan menampilkan halaman default yang menandakan peladen web telah beroperasi.
  • Pengujian PHP: Untuk menguji fungsi PHP, pengguna dapat membuat berkas phpinfo.php berisi skrip <?php phpinfo(); ?> di direktori web, kemudian mengaksesnya melalui peramban untuk melihat informasi konfigurasi PHP.

Source