Mikrotik: PPPoE Server: Difference between revisions

Created page with "Pada router mikrotik terdapat 2 (dua) jenis pppoe, yaitu pppoe server dan pppoe client, tapi di artikel ini saya hanya akan fokus ke pembahasan pppoe servernya saja. Apa itu pppoe dan apa fungsi nya pada sebuah jaringan yang menggunakan mikrotik sebagai router gatewaynya? Untuk pengertian pppoe ini sudah saya singgung di paragraf paling atas artikel ini, silahkan kamu scroll ke atas untuk mengetahui penjelasannya. Sedangkan fungsi dari pppoe server (menurut pengetahuan..."
 
No edit summary
Line 1: Line 1:
Pada router mikrotik terdapat 2 (dua) jenis pppoe, yaitu pppoe server dan pppoe client, tapi di artikel ini saya hanya akan fokus ke pembahasan pppoe servernya saja. Apa itu pppoe dan apa fungsi nya pada sebuah jaringan yang menggunakan mikrotik sebagai router gatewaynya? Untuk pengertian pppoe ini sudah saya singgung di paragraf paling atas artikel ini, silahkan kamu scroll ke atas untuk mengetahui penjelasannya.
PPPoE adalah singkatan dari '''Point-to-Point Protocol over Ethernet'''. Protokol ini digunakan untuk mengenkapsulasi ''Point-to-Point Protocol Frame'' di dalam ''Ethernet Frame''. PPPoE dikategorikan sebagai salah satu jenis ''Tunnel'' yang dapat diimplementasikan pada perangkat MikroTik.


Sedangkan fungsi dari pppoe server (menurut pengetahuan saya) yaitu sebagai salah satu jenis koneksi pada sebuah jaringan, koneksi berbasis pppoe umumnya digunakan oleh Internet Service Provider (ISP), koneksi pppoe ini biasa digunakan sebagai pengganti IP statik dan juga IP dinamis yang akan diberikan kepada client.
== Penerapan dalam Koneksi Internet (WAN) ==
PPPoE adalah salah satu skenario atau metode koneksi yang digunakan MikroTik untuk terhubung ke WAN/ISP/Internet.
 
=== '''Kebutuhan Dialup''' ===
Metode PPPoE Client adalah pilihan terbaik jika koneksi dari ''Internet Service Provider'' (ISP), seperti Biznet atau CBN, atau dari Modem yang di-''Bridge'', membutuhkan proses ''dialup'' yang melibatkan input ''username'' dan ''password'' pelanggan. Biasanya, server PPPoE telah di-''setting'' dari sisi ISP.
 
* '''Konfigurasi Klien (MikroTik):'''
** Untuk mengonfigurasi MikroTik sebagai PPPoE Client, harus masuk ke menu ''interface'' dan menambahkannya secara manual, karena perangkat yang terdaftar di awal hanya ''interface'' fisik.
** ''Interface'' yang digunakan untuk PPPoE Client dapat dipilih sebagai ''bridge-WAN''.
** Diperlukan ''username'' dan ''password'' yang diperoleh dari ''Provider''. Jika informasi DNS Server juga disediakan oleh ''provider'', opsi untuk menggunakannya dapat diaktifkan.
* '''Status dan IP Address:''' Jika koneksi PPPoE berhasil, statusnya akan terlihat ''Running'' ('R'). Setelah mendapatkan alamat IP dari PPPoE, router tidak perlu lagi menggunakan IP statik atau DHCP untuk koneksi WAN. IP Address baru akan didapatkan melalui ''PPPoE Out interface.''
* '''Penyesuaian NAT:''' Saat menggunakan koneksi PPPoE, konfigurasi NAT ''masquerade'' harus disesuaikan. ''Out Interface'' pada NAT harus menunjuk ke ''PPPoE virtual interface'' (''PPPoE Out'') alih-alih port fisik yang digunakan.
 
== Penerapan dalam Manajemen Jaringan Lokal ==
PPPoE juga digunakan untuk mengelola akses pengguna dan kualitas layanan (QoS):
 
* '''Hotspot dan Manajemen Pengguna:''' Fitur Hotspot Server pada MikroTik dapat digunakan untuk pengelolaan ''user PPP (PPTP/PPPoE)''. Selain itu, PPPoE dapat diaktifkan dalam jaringan yang juga menyediakan layanan Hotspot.
* '''QoS/Bandwidth Management:''' Terdapat studi kasus yang membahas ''Bandwidth Management'' menggunakan ''Simple Queue'' dan ''Queue Tree'' khusus untuk Jaringan PPPoE.


== Cara Setting PPPoE Server di Mikrotik ==
== Cara Setting PPPoE Server di Mikrotik ==