Sirbin:Kartini Nyantri: Difference between revisions

Created page with "Masih sedikit orang yang tahu, bahwa sumber inspirasi ibu Kita Kartini menggelorakan semangat belajar bagi kaum wanita adalah Al-Qur’an. Masih sedikit yang mengetahui, asal kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah ayat ke-257 Surat Al-Baqoroh; yang artinya “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegalapan (kufur) kepada cahaya (iman islam)”. Sumber inspirasi itu didapat Kartini dari aktivitas mengaji. Dari Nyantri. Ayat ist..."
 
No edit summary
 
Line 1: Line 1:
[[File:Samp-768x480.png|thumb|385x385px|Kartini Nyantri]]
Masih sedikit orang yang tahu, bahwa sumber inspirasi ibu Kita Kartini menggelorakan semangat belajar bagi kaum wanita adalah Al-Qur’an. Masih sedikit yang mengetahui, asal kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah ayat ke-257 Surat Al-Baqoroh; yang artinya “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegalapan (kufur) kepada cahaya (iman islam)”.
Masih sedikit orang yang tahu, bahwa sumber inspirasi ibu Kita Kartini menggelorakan semangat belajar bagi kaum wanita adalah Al-Qur’an. Masih sedikit yang mengetahui, asal kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah ayat ke-257 Surat Al-Baqoroh; yang artinya “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegalapan (kufur) kepada cahaya (iman islam)”.
Sumber inspirasi itu didapat Kartini dari aktivitas mengaji. Dari Nyantri. Ayat istimewa dari Al-Qurán itulah yang menyentuh Nurani Kartini, sehingga dalam surat-suratnya kepada sahabatnya,  orang Belanda yang mendukungnya mendirikan sekolah putri untuk orang Jawa, Mr Jacque Henry Abendanon, ia sering menulis kalimat ''min al-dhulumati ila al-nur'';  ‘’dari gelap menuju cahaya‘’
Sumber inspirasi itu didapat Kartini dari aktivitas mengaji. Dari Nyantri. Ayat istimewa dari Al-Qurán itulah yang menyentuh Nurani Kartini, sehingga dalam surat-suratnya kepada sahabatnya,  orang Belanda yang mendukungnya mendirikan sekolah putri untuk orang Jawa, Mr Jacque Henry Abendanon, ia sering menulis kalimat ''min al-dhulumati ila al-nur'';  ‘’dari gelap menuju cahaya‘’


Dalam banyak suratnya  kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “dari gelap menuju cahaya”yang ditulisnya dalam bahasa Belanda. “Door Duisternis Toot Licht”. Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.
Dalam banyak suratnya  kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “dari gelap menuju cahaya”yang ditulisnya dalam bahasa Belanda. “Door Duisternis Toot Licht”. Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.
== Santri dan Syarifah ==
== Santri dan Syarifah ==
Banyak orang yang belum mengerti bahwa Kartini adalah seorang santri, seorang ''alimah'' yang mendorong munculnya Tafsir Al-Qur’an pertama di Nusantara. Kalau Kartini tidak pernah “protes”karena tidak mengerti Bahasa Arab, mungkin sampai sekarang tidak pernah ada Tafsir Al-Qurán untuk kaum pribumi. Karena saat itu penjajah Belanda melarang penerjemahan Al-Qur’an atau penafsiran Al-Qur’an ke Bahasa non Arab. Bahkan saat itu para ulama mengharamkan penerjemahan Al-Qur’an.
Banyak orang yang belum mengerti bahwa Kartini adalah seorang santri, seorang ''alimah'' yang mendorong munculnya Tafsir Al-Qur’an pertama di Nusantara. Kalau Kartini tidak pernah “protes”karena tidak mengerti Bahasa Arab, mungkin sampai sekarang tidak pernah ada Tafsir Al-Qurán untuk kaum pribumi. Karena saat itu penjajah Belanda melarang penerjemahan Al-Qur’an atau penafsiran Al-Qur’an ke Bahasa non Arab. Bahkan saat itu para ulama mengharamkan penerjemahan Al-Qur’an.
Line 19: Line 18:


Kisah dinukil Prof KH Musa Al-Machfud Yogyakarta dari Kyai Muhammad Demak, dimuat di Majalah bulanan Aula, Surabaya, Edisi April 2012 hlm.21.  
Kisah dinukil Prof KH Musa Al-Machfud Yogyakarta dari Kyai Muhammad Demak, dimuat di Majalah bulanan Aula, Surabaya, Edisi April 2012 hlm.21.  
== Islam Agama Kartini ==
== Islam Agama Kartini ==
Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: ''“Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang islam sebagai agama yang disukai”''
Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: ''“Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang islam sebagai agama yang disukai”''
Line 32: Line 30:


Lambat laun, ilmu dan pengalaman Kartini semakin bertambah karena rasa keingin tahuannya yang tinggi sehingga nama Allah yang asalnya hampa, sebuah kata yang hanya sebutan saja kini menjadi bermakna baginya dan  membuat hatinya tenang. Kartini merasakan sebuah kebahagiaan dalam beragama.  
Lambat laun, ilmu dan pengalaman Kartini semakin bertambah karena rasa keingin tahuannya yang tinggi sehingga nama Allah yang asalnya hampa, sebuah kata yang hanya sebutan saja kini menjadi bermakna baginya dan  membuat hatinya tenang. Kartini merasakan sebuah kebahagiaan dalam beragama.  
== Epilog ==
== Epilog ==
Sesungguhnya, sangat banyak keistimewaan Kartini yang belum diketahui masyarakat luas. Termasuk status Kartini sebagai keturunan Rasulullah (seorang syarifah) bermarga Al-Habsyi, dari jalur ibunya yang keturunan Raja Madura. Keterangan soal Kartini keturunan Nabi, ada di buku Kartini Nyantri karya Amirul Ulum yang diterbirkan Penerbit Aswaja Pressiindo Yogyakarta tahun 2015, halaman 42-45.
Sesungguhnya, sangat banyak keistimewaan Kartini yang belum diketahui masyarakat luas. Termasuk status Kartini sebagai keturunan Rasulullah (seorang syarifah) bermarga Al-Habsyi, dari jalur ibunya yang keturunan Raja Madura. Keterangan soal Kartini keturunan Nabi, ada di buku Kartini Nyantri karya Amirul Ulum yang diterbirkan Penerbit Aswaja Pressiindo Yogyakarta tahun 2015, halaman 42-45.
Line 49: Line 46:


Dalam banyak suratnya  kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “dari gelap menuju cahaya”yang ditulisnya dalam bahasa Belanda. “Door Duisternis Toot Licht”. Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.
Dalam banyak suratnya  kepada Abendanon, Kartini banyak mengulang kata “dari gelap menuju cahaya”yang ditulisnya dalam bahasa Belanda. “Door Duisternis Toot Licht”. Oleh Armijn Pane ungkapan ini diterjemahkan menjadi “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang menjadi judul untuk buku kumpulan surat-menyuratnya.
== Santri dan Syarifah ==
== Santri dan Syarifah ==
Banyak orang yang belum mengerti bahwa Kartini adalah seorang santri, seorang ''alimah'' yang mendorong munculnya Tafsir Al-Qur’an pertama di Nusantara. Kalau Kartini tidak pernah “protes”karena tidak mengerti Bahasa Arab, mungkin sampai sekarang tidak pernah ada Tafsir Al-Qurán untuk kaum pribumi. Karena saat itu penjajah Belanda melarang penerjemahan Al-Qur’an atau penafsiran Al-Qur’an ke Bahasa non Arab. Bahkan saat itu para ulama mengharamkan penerjemahan Al-Qur’an.
Banyak orang yang belum mengerti bahwa Kartini adalah seorang santri, seorang ''alimah'' yang mendorong munculnya Tafsir Al-Qur’an pertama di Nusantara. Kalau Kartini tidak pernah “protes”karena tidak mengerti Bahasa Arab, mungkin sampai sekarang tidak pernah ada Tafsir Al-Qurán untuk kaum pribumi. Karena saat itu penjajah Belanda melarang penerjemahan Al-Qur’an atau penafsiran Al-Qur’an ke Bahasa non Arab. Bahkan saat itu para ulama mengharamkan penerjemahan Al-Qur’an.
Line 64: Line 60:


Kisah dinukil Prof KH Musa Al-Machfud Yogyakarta dari Kyai Muhammad Demak, dimuat di Majalah bulanan Aula, Surabaya, Edisi April 2012 hlm.21.  
Kisah dinukil Prof KH Musa Al-Machfud Yogyakarta dari Kyai Muhammad Demak, dimuat di Majalah bulanan Aula, Surabaya, Edisi April 2012 hlm.21.  
== Islam Agama Kartini ==
== Islam Agama Kartini ==
Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: ''“Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang islam sebagai agama yang disukai”''
Dalam suratnya kepada Ny Van Kol, tanggal 21 Juli 1902, Kartini juga menulis: ''“Saya bertekad dan berupaya memperbaiki citra islam, yang selama ini kerap menjadi sasaran fitnah. Semoga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat agama lain memandang islam sebagai agama yang disukai”''
Line 77: Line 72:


Lambat laun, ilmu dan pengalaman Kartini semakin bertambah karena rasa keingin tahuannya yang tinggi sehingga nama Allah yang asalnya hampa, sebuah kata yang hanya sebutan saja kini menjadi bermakna baginya dan  membuat hatinya tenang. Kartini merasakan sebuah kebahagiaan dalam beragama.
Lambat laun, ilmu dan pengalaman Kartini semakin bertambah karena rasa keingin tahuannya yang tinggi sehingga nama Allah yang asalnya hampa, sebuah kata yang hanya sebutan saja kini menjadi bermakna baginya dan  membuat hatinya tenang. Kartini merasakan sebuah kebahagiaan dalam beragama.
== Epilog ==
== Epilog ==
Sesungguhnya, sangat banyak keistimewaan Kartini yang belum diketahui masyarakat luas. Termasuk status Kartini sebagai keturunan Rasulullah (seorang syarifah) bermarga Al-Habsyi, dari jalur ibunya yang keturunan Raja Madura. Keterangan soal Kartini keturunan Nabi, ada di buku Kartini Nyantri karya Amirul Ulum yang diterbirkan Penerbit Aswaja Pressiindo Yogyakarta tahun 2015, halaman 42-45.
Sesungguhnya, sangat banyak keistimewaan Kartini yang belum diketahui masyarakat luas. Termasuk status Kartini sebagai keturunan Rasulullah (seorang syarifah) bermarga Al-Habsyi, dari jalur ibunya yang keturunan Raja Madura. Keterangan soal Kartini keturunan Nabi, ada di buku Kartini Nyantri karya Amirul Ulum yang diterbirkan Penerbit Aswaja Pressiindo Yogyakarta tahun 2015, halaman 42-45.
Line 92: Line 86:


<nowiki>*</nowiki>Artikel ini merupakan arsip Majalah Gema Sirojuth Tholibin tahun 2015.
<nowiki>*</nowiki>Artikel ini merupakan arsip Majalah Gema Sirojuth Tholibin tahun 2015.
== Source ==
== Source ==
* [http://sirojuth-tholibin.net/kartini-nyantri/ sirojuth-tholibin.net]
* [http://sirojuth-tholibin.net/kartini-nyantri/ sirojuth-tholibin.net]