Subnetting IP Address: Difference between revisions
| Line 13: | Line 13: | ||
Merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal <code>192.168.0.0/24</code>, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah <code>/24</code> yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. <code>/24</code> maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi <code>11111111.11111111.11111111.00000000</code>, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia. | Merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal <code>192.168.0.0/24</code>, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah <code>/24</code> yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. <code>/24</code> maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi <code>11111111.11111111.11111111.00000000</code>, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia. | ||
==Host valid / IP valid== | ==Host valid/IP valid== | ||
Host valid / IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254. Sedangkan Ip address pertama 192.168.1.0 merupakan Network address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address. | Host valid/IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address <code>192.168.1.0/24</code>, maka host jumlah host valid nya adalah <code>192.168.1.1 – 192.168.1.254</code>. Sedangkan Ip address pertama <code>192.168.1.0</code> merupakan Network address dan IP address kedua <code>192.168.1.255</code> merupakan broadcast address. | ||
==Power of 2== | ==Power of 2== | ||