Data Breaches 2022:Bank BI: Difference between revisions
No edit summary |
No edit summary |
||
| Line 1: | Line 1: | ||
[[File:Bi bocor 1.jpeg|thumb|300px|Soure: [https://twitter.com/darktracer_int/status/1487640906714865667/photo/1 twitter.com]]] | [[File:Bi bocor 1.jpeg|thumb|300px|Soure: [https://twitter.com/darktracer_int/status/1487640906714865667/photo/1 twitter.com]]] | ||
[[File:Bi bocor 2.png|thumb|300px|Source: [https://twitter.com/darktracer_int/status/1486274206417698819/photo/1 twitter.com]] | [[File:Bi bocor 2.png|thumb|300px|Source: [https://twitter.com/darktracer_int/status/1486274206417698819/photo/1 twitter.com]]] | ||
Geng peretas ransomware Conti kembali mengungkapkan perkembangan terbaru terkait dengan serangan ke Bank Indonesia. | Geng peretas ransomware Conti kembali mengungkapkan perkembangan terbaru terkait dengan serangan ke Bank Indonesia. | ||
Revision as of 17:28, 31 January 2022


Geng peretas ransomware Conti kembali mengungkapkan perkembangan terbaru terkait dengan serangan ke Bank Indonesia.
Pada Minggu (30 Januari 2022), di situs web Conti News, peretas mengunggah enam persen data yang diduga milik BI.
“6 persen data internal Bank Indonesia yang dicuri oleh komplotan ransomware Conti bocor,” DarkTracer, organisasi yang fokus meneliti ransomware di web gelap, bercuit di akun Twitter-nya
Disebutkan oleh DarkTracer, data yang dicuri dan dipublikasikan itu sekitar 228 gigabita yang diduga berasal dari 513 komputer.
Jumlah data yang diunggah tersebut terus bertambah sejak peretas pertama kali mengumumkannya pada 20 Januari lalu.
Awalnya, Badan Siber dan Sandi Negara mengatakan bahwa serangan yang menargetkan Bank Indonesia Bengkulu tersebut hanya menginfeksi 16 komputer.
Pekan lalu, Bank Indonesia mengakui bahwa lembaganya diserang oleh ransomware, tapi tidak menyebutkan jenis ransomware-nya. Insiden siber ini terjadi pada Desember 2021 dan langsung dilaporkan ke Badan Siber dan Sandi Negara.