Node Package Manager (npm): Difference between revisions
| Line 33: | Line 33: | ||
Jika kita mengetikkan perintah <code>npm ls</code> dari Terminal di dalam folder project, maka akan muncul struktur dependency yang dibutuhkan dari package <code>eslint</code> beserta anak-anak dependency di dalamnya. | Jika kita mengetikkan perintah <code>npm ls</code> dari Terminal di dalam folder project, maka akan muncul struktur dependency yang dibutuhkan dari package <code>eslint</code> beserta anak-anak dependency di dalamnya. | ||
[[File:Npm2.png|thumb|center|300px|Hasil dari perintah npm ls di dalam folder proyek]] | |||
Terlihat di gambar atas bahwa package “eslint” membutuhkan dependency lain agar dapat berjalan. Hal ini ditandai dengan struktur berbentuk garis yang saling berhubungan antar package-package di dalam dependency utamanya. Contoh package yang dibutuhkan seperti “babel” , “chalk” , “ajv” , dan masih banyak lagi. Setiap package tersebut tentu saja terdiri dari beberapa file kode dengan ekstensi yang beranekaragam, dan memiliki ukuran file yang bervariasi. Akumulasi dari file-file di dalam dependency ini biasanya membuat ukuran folder node_modules menjadi semakin besar seiring dengan banyaknya dependency package yang ditambahkan ke dalam proyek aplikasi. | |||
==Source== | ==Source== | ||