Mengukur Daya Motor DC: Difference between revisions

No edit summary
Line 10: Line 10:
'''Contoh:''' Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya.  
'''Contoh:''' Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya.  


{{Example|Rumus Daya}}
  P = V x I atau P = I2R atau P = V2/R
  P = V x I atau P = I2R atau P = V2/R


Line 27: Line 26:
Daya pada motor DC untuk daya input dapat dihitung
Daya pada motor DC untuk daya input dapat dihitung
menggunakan rumus:
menggunakan rumus:
{{Example|Rumus Daya}}
  P = V x  I
  P = V x  I


Line 38: Line 36:
==Kendali Motor DC Menggunakan Sistem H-Bridge (Transistor)==
==Kendali Motor DC Menggunakan Sistem H-Bridge (Transistor)==
Driver Motor DC dengan menggunakan sistem H-Bridge. Sesuai dengan namanya, rangkaian ini berfungsi untuk mengendalikan perputaran motor DC.  
Driver Motor DC dengan menggunakan sistem H-Bridge. Sesuai dengan namanya, rangkaian ini berfungsi untuk mengendalikan perputaran motor DC.  
[[File:MengukurmotorDC2.png|border|center]]
[[File:MengukurmotorDC2.png|border|center]]
Prinsip kerja rangkaian diatas adalah sebagai berikut:
Prinsip kerja rangkaian diatas adalah sebagai berikut:
#Pada saat titik A mendapat logika 1 dan titik B mendapat logika 0 maka Q1 dan Q4 akan ON, sehingga arus akan mengalir ke motor dengan melewati Q1 dan menuju ke Q4, maka motor akan berputar ke kanan. Dan seterusnya arus akan looping.
#Pada saat titik A mendapat logika 1 dan titik B mendapat logika 0 maka Q1 dan Q4 akan ON, sehingga arus akan mengalir ke motor dengan melewati Q1 dan menuju ke Q4, maka motor akan berputar ke kanan. Dan seterusnya arus akan looping.
#Pada saat titik A mendapat logika 0 dan titik B mendapat logika 1 maka Q3 dan Q2 akan ON, sehingga arus akan mengalir ke motor dengan melewati Q3 dan menuju ke Q2, maka motor akan berputar ke kiri. Dan seterusnya arus akan looping.
#Pada saat titik A mendapat logika 0 dan titik B mendapat logika 1 maka Q3 dan Q2 akan ON, sehingga arus akan mengalir ke motor dengan melewati Q3 dan menuju ke Q2, maka motor akan berputar ke kiri. Dan seterusnya arus akan looping.
#Pada saat titik A dan tititk B sama-sama berlogika 0 atau berlogika 1 maka motor akan BREAK atau mengerem/berhenti.
#Pada saat titik A dan tititk B sama-sama berlogika 0 atau berlogika 1 maka motor akan BREAK atau mengerem/berhenti.
[[Category:Alat Ukur dan Pengukuran]]
 
== Mengukur Daya Motor DC ==
== Mengukur Daya Motor DC ==
[[File:MengukurmotorDC3.png|border|right|482x482px]]
[[File:MengukurmotorDC3.png|border|right|482x482px]]
{{Example|Hasil Pengkuran 1}}
*'''Hasil Pengkuran 1'''
  Tegangan = 6 VDC  Motor = 6VDC  Watt = 1,86 Watt
  Tegangan = 6 VDC  Motor = 6VDC  Watt = 1,86 Watt
  Rumus Daya:
  Rumus Daya:
Line 53: Line 53:
   I = 0,31 Ampere
   I = 0,31 Ampere


{{Example|Hasil Pengkuran 2}}
*'''Hasil Pengkuran 2'''
  Tegangan = 12 VDC  Motor = 6VDC  Watt = 7,07 Watt
  Tegangan = 12 VDC  Motor = 6VDC  Watt = 7,07 Watt
  Rumus Daya:
  Rumus Daya:
Line 59: Line 59:
   I = P / V = 7,07/12 Ampere
   I = P / V = 7,07/12 Ampere
   I = 0,59 Ampere
   I = 0,59 Ampere
[[Category:Alat Ukur dan Pengukuran]]