Pendidikan Agama Islam:Nilai-nilai Moral dan Norma-norma Agama Sebagai Salah Satu Determinan dalam Membangun Karakter Bangsa: Difference between revisions
Appearance
Created page with "==Pengertian etimologis kata ''spirituality''== Kamus Besar Bahasa Indonesia pada tema „spirit‟, „spiritual‟, dan sejenisnya. spiritual berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) spiritualisasi dan pembentukan jiwa; Penjiwaan spiritualisme aliran filsafat yang mengutamakan kerohanian: ia menumpahkan perhatian pada ilmu-ilmu gaib, seperti mistik dan kepercayaan untuk memanggil roh orang yang sudah meninggal/spiritisme. Pengertian etimologis kata sp..." |
|||
| Line 2: | Line 2: | ||
Kamus Besar Bahasa Indonesia pada tema „spirit‟, „spiritual‟, dan sejenisnya. spiritual berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) spiritualisasi dan pembentukan jiwa; Penjiwaan spiritualisme aliran filsafat yang mengutamakan kerohanian: ia menumpahkan perhatian pada ilmu-ilmu gaib, seperti mistik dan kepercayaan untuk memanggil roh orang yang sudah meninggal/spiritisme. | Kamus Besar Bahasa Indonesia pada tema „spirit‟, „spiritual‟, dan sejenisnya. spiritual berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) spiritualisasi dan pembentukan jiwa; Penjiwaan spiritualisme aliran filsafat yang mengutamakan kerohanian: ia menumpahkan perhatian pada ilmu-ilmu gaib, seperti mistik dan kepercayaan untuk memanggil roh orang yang sudah meninggal/spiritisme. | ||
Pengertian etimologis kata spirituality dalam kamus bahasa Inggris atau kata ar-rūḫānī | Pengertian etimologis kata spirituality dalam kamus bahasa Inggris atau kata ar-rūḫānī <big>الروحاني</big> dalam bahasa Arab. Bandingkan juga dengan informasi kamus Webster yang merunut asal kata spiritual dari kata benda bahasa Latin “spiritus” yang berarti „napas‟. | ||
Kata spiritual Menurut Oxford English Dictionary, untuk memahami makna kata spiritual dapat diketahui dari arti kata-kata berikut ini : persembahan, dimensi supranatural, berbeda dengan dimensi fisik, perasaan atau pernyataan jiwa, kekudusan, sesuatu yang suci, pemikiran yang intelektual dan berkualitas, adanya perkembanga pemikiran danperasaan, adanya perasaan humor, ada perubahan hidup, dan berhubngan dengan organisasi keagamaan. | Kata spiritual Menurut Oxford English Dictionary, untuk memahami makna kata spiritual dapat diketahui dari arti kata-kata berikut ini : persembahan, dimensi supranatural, berbeda dengan dimensi fisik, perasaan atau pernyataan jiwa, kekudusan, sesuatu yang suci, pemikiran yang intelektual dan berkualitas, adanya perkembanga pemikiran danperasaan, adanya perasaan humor, ada perubahan hidup, dan berhubngan dengan organisasi keagamaan. | ||
| Line 13: | Line 13: | ||
Doe (dalam Muntohar, 2010: 36) mengartikan bahwa spiritualitas adalah dasar bagi tumbuhnya harga diri, nilai-nilai, moral dan rasa memiliki. Spiritualitas memberi arah dan arti pada kehidupan. Spiritualitas adalah kepercayaan akan adanya kekuatan non-fisik yang lebih besar daripada kekuatan diri kita; suatu kesadaran yang menghubungkan kita langsung kepada Tuhan: atau sesuatu unsur yang kita namakan sebagai sumber keberadaan kita. | Doe (dalam Muntohar, 2010: 36) mengartikan bahwa spiritualitas adalah dasar bagi tumbuhnya harga diri, nilai-nilai, moral dan rasa memiliki. Spiritualitas memberi arah dan arti pada kehidupan. Spiritualitas adalah kepercayaan akan adanya kekuatan non-fisik yang lebih besar daripada kekuatan diri kita; suatu kesadaran yang menghubungkan kita langsung kepada Tuhan: atau sesuatu unsur yang kita namakan sebagai sumber keberadaan kita. | ||
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat As-Sajadah Ayat: 9 yang artinya: | Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat As-Sajadah Ayat: 9 yang artinya:<blockquote>''“Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan (perasaan) hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”.''</blockquote>Roh manusia menurut Islam adalah suci, karena ia adalah karunia Ilahi yang dipancarkan dari Zat Tuhan. Roh bersemayam di dalam hati (qalb) sehingga dari hati terpancar kecerdasan, keinginan, kemampuan, dan perasaan. Ketika hati ditempati roh, maka hati menjadi bersinar dan memancarkan cahaya kebaikan Tuhan. Hati yang terpancari oleh kebaikan Tuhan disebut dengan hati nurani. | ||
''“Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan (perasaan) hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”.'' | |||
Roh manusia menurut Islam adalah suci, karena ia adalah karunia Ilahi yang dipancarkan dari Zat Tuhan. Roh bersemayam di dalam hati (qalb) sehingga dari hati terpancar kecerdasan, keinginan, kemampuan, dan perasaan. Ketika hati ditempati roh, maka hati menjadi bersinar dan memancarkan cahaya kebaikan Tuhan. Hati yang terpancari oleh kebaikan Tuhan disebut dengan hati nurani. | |||
Pada dasarnya hati manusia itu bersifat Universal dengan catatan manusia itu telah mencapai titik fitrah dan terbebas dari segala paradigma dan belenggu. Dalam keadan seperti ini manusia merasakan ketenangan jiwa yang mendasari segala tingkah lakunya, dan menggunakan suara hati sebagai penuntun hidupnya menuju sebuah kebenaran, dan semua itu bersumber dari yang maha kuasa yaitu Allah. | Pada dasarnya hati manusia itu bersifat Universal dengan catatan manusia itu telah mencapai titik fitrah dan terbebas dari segala paradigma dan belenggu. Dalam keadan seperti ini manusia merasakan ketenangan jiwa yang mendasari segala tingkah lakunya, dan menggunakan suara hati sebagai penuntun hidupnya menuju sebuah kebenaran, dan semua itu bersumber dari yang maha kuasa yaitu Allah. | ||
| Line 75: | Line 71: | ||
Dalam Islam, setidak-tidaknya terdapat dua tujuan penciptaan manusia. | Dalam Islam, setidak-tidaknya terdapat dua tujuan penciptaan manusia. | ||
Pertama. fitrah kemanusiaan adalah menjadi hamba Allah SWT. Sifat menghamba tidak boleh ditujukan kepada siapapun selain Allah Ta’ala. Sesuai Alquran surah adz-Dzariyat ayat 56: | Pertama. fitrah kemanusiaan adalah menjadi hamba Allah SWT. Sifat menghamba tidak boleh ditujukan kepada siapapun selain Allah Ta’ala. Sesuai Alquran surah adz-Dzariyat ayat 56:<blockquote>''“Dan Aku (Allah) tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”''</blockquote>Tugas kedua berkaitan dengan konteks kehidupan empiris. Dalam surah al-Baqarah ayat 30 dijelaskan tentang tugas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Surah yang sama memuat dialog antara Allah dan para malaikat tentang penciptaan manusia.<blockquote>''“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’''</blockquote>Maknanya, di muka bumi hidup berbagai macam makhluk. Namun, hanya manusia yang menyandang fungsi pemimpin. Manusia dapat memanfaatkan segala yang tumbuh di atas bumi untuk kelangsungan hidupnya. Bagaimanapun, manusia mesti mengelola sumber daya dengan penuh tanggung jawab. Allah menciptakan keteraturan di muka bumi. Maka dari itu, manusia tidak boleh merusak harmoni yang sudah diciptakan-Nya. | ||
''“Dan Aku (Allah) tidaklah menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”'' | |||
Tugas kedua berkaitan dengan konteks kehidupan empiris. Dalam surah al-Baqarah ayat 30 dijelaskan tentang tugas manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi. Surah yang sama memuat dialog antara Allah dan para malaikat tentang penciptaan manusia. | |||
''“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’'' | |||
Maknanya, di muka bumi hidup berbagai macam makhluk. Namun, hanya manusia yang menyandang fungsi pemimpin. Manusia dapat memanfaatkan segala yang tumbuh di atas bumi untuk kelangsungan hidupnya. Bagaimanapun, manusia mesti mengelola sumber daya dengan penuh tanggung jawab. Allah menciptakan keteraturan di muka bumi. Maka dari itu, manusia tidak boleh merusak harmoni yang sudah diciptakan-Nya. | |||
{{DISPLAYTITLE:Nilai-nilai Moral dan Norma-norma Agama Sebagai Salah Satu Determinan dalam Membangun Karakter Bangsa}} | {{DISPLAYTITLE:Nilai-nilai Moral dan Norma-norma Agama Sebagai Salah Satu Determinan dalam Membangun Karakter Bangsa}} | ||
[[Category:Materi]] | |||
[[Category:Matkul]] | |||
[[Category:Pendidikan Agama Islam]] | |||