Sistem Operasi: GUI: Difference between revisions

No edit summary
 
Line 91: Line 91:
1. '''Restart Komputer Anda'''.
1. '''Restart Komputer Anda'''.


2. '''Akses Menu BIOS/UEFI:''' Saat komputer menyala, '''tekan tombol yang ditentukan''' secara berulang-ulang atau tahan untuk masuk ke menu BIOS/UEFI. Tombolnya bervariasi tergantung merek dan model komputer atau ''motherboard'' Anda. Beberapa tombol umum meliputi:
==== 2. '''Akses Menu BIOS/UEFI''' ====
Saat komputer menyala, '''tekan tombol yang ditentukan''' secara berulang-ulang atau tahan untuk masuk ke menu BIOS/UEFI. Tombolnya bervariasi tergantung merek dan model komputer atau ''motherboard'' Anda. Beberapa tombol umum meliputi:


   ◦ '''F2, F10, F12, atau Delete (DEL)'''.
* '''F2, F10, F12, atau Delete (DEL)'''.
* Untuk beberapa laptop HP, F10; Dell, F2; Acer, F12/DEL; Lenovo, F2/F12; Toshiba, F1/ESC/F12; Asus, Esc/F8.
* Pada desktop berbasis UEFI (Windows 8/10), ada opsi menu boot tingkat lanjut yang dapat diakses dengan menekan Shift + Restart dari menu Start Windows.


   ◦ Untuk beberapa laptop HP, F10; Dell, F2; Acer, F12/DEL; Lenovo, F2/F12; Toshiba, F1/ESC/F12; Asus, Esc/F8.
==== 3. '''Navigasi dalam BIOS/UEFI''' ====
Antarmuka BIOS/UEFI biasanya menggunakan tombol panah untuk navigasi, '''Enter''' untuk memilih, dan '''Esc''' untuk keluar.


   ◦ Pada desktop berbasis UEFI (Windows 8/10), ada opsi menu boot tingkat lanjut yang dapat diakses dengan menekan Shift + Restart dari menu Start Windows.
==== 4. '''Ubah Prioritas Booting:''' ====


3. '''Navigasi dalam BIOS/UEFI:''' Antarmuka BIOS/UEFI biasanya menggunakan tombol panah untuk navigasi, '''Enter''' untuk memilih, dan '''Esc''' untuk keluar.
* Cari tab atau bagian yang berhubungan dengan '''"Boot"''' atau '''"Advanced BIOS Features"'''.
* Dalam menu ini, Anda akan melihat daftar perangkat booting (misalnya, Hard Drive, CD-ROM Drive, Removable Devices/USB).
* Gunakan tombol <code>+</code> dan <code>-</code> atau tombol panah untuk '''memindahkan perangkat instalasi Anda (misalnya, USB atau CD-ROM Drive) ke posisi teratas''' dalam daftar prioritas booting (biasanya sebagai "1st Boot Device").
* Jika Anda menginstal Linux (Ubuntu) bersama Windows, Anda mungkin perlu '''menonaktifkan "Secure Boot"''' di pengaturan UEFI untuk memastikan kompatibilitas.


4. '''Ubah Prioritas Booting:'''
==== 5. '''Simpan Pengaturan dan Keluar''' ====
 
Setelah mengatur prioritas booting, '''simpan perubahan''' (biasanya dengan menekan '''F10''') dan keluar dari BIOS/UEFI. Komputer akan memulai ulang dari media instalasi yang telah Anda pilih.
   ◦ Cari tab atau bagian yang berhubungan dengan '''"Boot"''' atau '''"Advanced BIOS Features"'''.
 
   ◦ Dalam menu ini, Anda akan melihat daftar perangkat booting (misalnya, Hard Drive, CD-ROM Drive, Removable Devices/USB).
 
   ◦ Gunakan tombol <code>+</code> dan <code>-</code> atau tombol panah untuk '''memindahkan perangkat instalasi Anda (misalnya, USB atau CD-ROM Drive) ke posisi teratas''' dalam daftar prioritas booting (biasanya sebagai "1st Boot Device").
 
   ◦ Jika Anda menginstal Linux (Ubuntu) bersama Windows, Anda mungkin perlu '''menonaktifkan "Secure Boot"''' di pengaturan UEFI untuk memastikan kompatibilitas.
 
5. '''Simpan Pengaturan dan Keluar:''' Setelah mengatur prioritas booting, '''simpan perubahan''' (biasanya dengan menekan '''F10''') dan keluar dari BIOS/UEFI. Komputer akan memulai ulang dari media instalasi yang telah Anda pilih.


== 5. Melaksanakan Penginstalan Sistem Operasi Berbasis GUI Sesuai dengan Prosedur Standar pada Lingkungan Virtual dan Fisik ==
== 5. Melaksanakan Penginstalan Sistem Operasi Berbasis GUI Sesuai dengan Prosedur Standar pada Lingkungan Virtual dan Fisik ==
Line 127: Line 125:
* '''Siapkan Driver dan Aplikasi Pendukung:''' Setelah instalasi berhasil, Anda perlu menginstal ''driver'' perangkat keras (Keyboard, VGA, RAM, dll.) agar sistem operasi dapat berinteraksi dan berfungsi baik. Juga siapkan aplikasi dasar yang diperlukan seperti ''browser'', pemutar media, pengolah dokumen, ''archive manager'', dan antivirus.
* '''Siapkan Driver dan Aplikasi Pendukung:''' Setelah instalasi berhasil, Anda perlu menginstal ''driver'' perangkat keras (Keyboard, VGA, RAM, dll.) agar sistem operasi dapat berinteraksi dan berfungsi baik. Juga siapkan aplikasi dasar yang diperlukan seperti ''browser'', pemutar media, pengolah dokumen, ''archive manager'', dan antivirus.


'''B. Penginstalan Sistem Operasi Berbasis GUI pada Lingkungan Fisik (Contoh: Windows)'''
=== '''B. Penginstalan Sistem Operasi Berbasis GUI pada Lingkungan Fisik (Contoh: Windows)''' ===
 
1. '''Memulai Instalasi:'''
 
   ◦ '''Boot dari media instalasi''' yang telah disiapkan (flashdisk/CD/DVD).
 
   ◦ Jika melalui DOS, pindah ke ''diskdrive'' tempat ''source/master'' sistem operasi berada, lalu ketik <code>SETUP</code> dan tekan <code>Enter</code>. Proses instalasi akan dimulai.
 
   ◦ Jika melalui sistem operasi lain, cari <code>SETUP.EXE</code> pada ''source/master'' dan jalankan.
 
2. '''Tahapan Utama Proses Instalasi (Contoh Windows 98):'''
 
   ◦ '''Persiapan Setup''' ("Preparing to Windows installation"): Peringatan untuk menutup semua program selain ''setup'', termasuk antivirus ''real-time''.
 
   ◦ '''Mengumpulkan informasi komputer''' ("Collecting information about your Computer"): Mencari informasi tentang komputer, seperti ruang hard disk yang cukup, membuat direktori Windows, menyimpan file sistem sebelumnya (jika perlu), dan menentukan lokasi pengguna.
 
   ◦ '''Menyalin file Windows''' ("Copying Windows files to your computer"): Menyalin file-file yang diperlukan ke hard disk.
 
   ◦ '''Restart/Reboot komputer'''.
 
   ◦ '''Mengatur hardware dan finalisasi setting''' ("Setting up hardware and finalizing setting"): Melakukan ''setup'' hardware dan pengaturan akhir.
 
   ◦ Anda mungkin diminta memasukkan '''kunci produk (product key)''' atau '''serial number'''. Jika kunci produk tersemat di ''firmware'' perangkat, tidak perlu dimasukkan secara manual.
 
3. '''Mengatur Partisi (Jika Instalasi Baru atau Clean Install):'''
 
   ◦ Pilih opsi "Custom: Install Windows only (advanced)".
 
   ◦ Pilih "New" untuk membuat partisi baru. Anda disarankan membuat minimal 2 partisi: satu untuk sistem (misalnya 25GB-100GB untuk partisi C:) dan satu untuk data.
 
   ◦ Pilih partisi sistem (misalnya "Drive 0 Partition 2") sebagai lokasi instalasi, lalu klik "Next".
 
4. '''Melanjutkan Instalasi:''' Ikuti petunjuk instalasi hingga selesai. Komputer akan ''restart'' beberapa kali.
 
5. '''Pengaturan Awal (Contoh Windows 11):''' Pilih negara, ''layout keyboard'', masuk dengan akun personal atau offline, masukkan nama pengguna dan kata sandi jika diinginkan.
 
'''C. Penginstalan Sistem Operasi Berbasis GUI pada Lingkungan Virtual (Contoh: Windows 11 di VirtualBox)'''
 
1. '''Unduh VirtualBox dan File ISO Windows 11'''.
 
2. '''Buat Virtual Machine Baru:'''
 
   ◦ Buka VirtualBox dan klik '''New'''.
 
   ◦ Masukkan nama, tipe (Microsoft Windows), dan versi (Windows 11) ''virtual machine''.
 
   ◦ Atur '''memori''' (misalnya, 3048MB atau 3GB) dan '''hard disk virtual''' (misalnya, 50GB, pilih "Create a virtual hard disk now" dan "VDI" dengan "Dynamically allocated").
 
   ◦ Masuk ke '''Settings''' > '''Storage''', klik '''Empty''', lalu klik ikon CD untuk '''Choose a disk file''' dan pilih file ISO Windows 11 yang sudah diunduh.
 
3. '''Mulai Instalasi:''' Klik '''Start''' untuk menjalankan ''virtual machine''.
 
4. '''Ikuti Proses Instalasi Windows 11:'''
 
   ◦ Pilih bahasa dan '''Install now'''.
 
   ◦ Lewati "product key" jika tidak ada.
 
   ◦ Pilih versi Windows 11 yang diinginkan (misalnya, Windows 11 Pro).
 
   ◦ Centang persetujuan lisensi dan pilih "Custom: Install Windows only (advanced)".
 
   ◦ '''Buat partisi baru''' (minimal 25GB untuk partisi sistem) dan pilih partisi sistem sebagai lokasi instalasi.
 
   ◦ Tunggu proses instalasi dan ''restart'' beberapa kali.
 
   ◦ Selesaikan pengaturan awal (negara, ''layout keyboard'', akun, kata sandi).
 
'''D. Penginstalan Dual Boot Sistem Operasi Berbasis GUI (Contoh: Windows dan Linux Ubuntu)'''
 
1. '''Cadangkan Data Penting:''' Sangat disarankan untuk mencadangkan semua data penting karena kesalahan dalam pengaturan partisi dapat menyebabkan kehilangan data.
 
2. '''Siapkan Flashdisk Bootable Ubuntu:''' Unduh file ISO Ubuntu dan buat flashdisk bootable menggunakan Rufus (sesuaikan skema partisi MBR/GPT).
 
3. '''Atur Partisi pada Windows:'''


   ◦ Buka '''Disk Management''' di Windows (<code>diskmgmt.msc</code>).
==== 1. '''Memulai Instalasi:''' ====


   ◦ '''Shrink Volume''' pada partisi utama Windows untuk mengalokasikan ruang kosong minimal 20GB untuk Ubuntu.
* '''Boot dari media instalasi''' yang telah disiapkan (flashdisk/CD/DVD).
* Jika melalui DOS, pindah ke ''diskdrive'' tempat ''source/master'' sistem operasi berada, lalu ketik <code>SETUP</code> dan tekan <code>Enter</code>. Proses instalasi akan dimulai.
* Jika melalui sistem operasi lain, cari <code>SETUP.EXE</code> pada ''source/master'' dan jalankan.


   ◦ Buat partisi baru dari ruang yang tidak teralokasi tersebut.
==== 2. '''Tahapan Utama Proses Instalasi (Contoh Windows 98):''' ====


4. '''Ubah Pengaturan BIOS/UEFI:'''
* '''Persiapan Setup''' ("Preparing to Windows installation"): Peringatan untuk menutup semua program selain ''setup'', termasuk antivirus ''real-time''.
* '''Mengumpulkan informasi komputer''' ("Collecting information about your Computer"): Mencari informasi tentang komputer, seperti ruang hard disk yang cukup, membuat direktori Windows, menyimpan file sistem sebelumnya (jika perlu), dan menentukan lokasi pengguna.
* '''Menyalin file Windows''' ("Copying Windows files to your computer"): Menyalin file-file yang diperlukan ke hard disk.
* '''Restart/Reboot komputer'''.
* '''Mengatur hardware dan finalisasi setting''' ("Setting up hardware and finalizing setting"): Melakukan ''setup'' hardware dan pengaturan akhir.
* Anda mungkin diminta memasukkan '''kunci produk (product key)''' atau '''serial number'''. Jika kunci produk tersemat di ''firmware'' perangkat, tidak perlu dimasukkan secara manual.


   ◦ Restart komputer dan '''akses BIOS/UEFI'''.
==== 3. '''Mengatur Partisi (Jika Instalasi Baru atau Clean Install):''' ====


   ◦ Atur '''Boot Priority''' agar komputer boot dari flashdisk terlebih dahulu.
* Pilih opsi "Custom: Install Windows only (advanced)".
* Pilih "New" untuk membuat partisi baru. Anda disarankan membuat minimal 2 partisi: satu untuk sistem (misalnya 25GB-100GB untuk partisi C:) dan satu untuk data.
* Pilih partisi sistem (misalnya "Drive 0 Partition 2") sebagai lokasi instalasi, lalu klik "Next".


   ◦ '''Nonaktifkan Secure Boot''' jika diperlukan untuk memastikan kompatibilitas dengan Ubuntu.
==== 4. '''Melanjutkan Instalasi:''' ====
Ikuti petunjuk instalasi hingga selesai. Komputer akan ''restart'' beberapa kali.


5. '''Memulai Instalasi Linux:'''
==== 5. '''Pengaturan Awal (Contoh Windows 11):''' ====
Pilih negara, ''layout keyboard'', masuk dengan akun personal atau offline, masukkan nama pengguna dan kata sandi jika diinginkan.


   ◦ Boot komputer dari flashdisk.
=== '''C. Penginstalan Sistem Operasi Berbasis GUI pada Lingkungan Virtual (Contoh: Windows 11 di VirtualBox)''' ===


   ◦ Klik '''Install Ubuntu'''.
==== 1. '''Unduh VirtualBox dan File ISO Windows 11'''. ====


   ◦ Pilih '''Install Ubuntu alongside Windows Boot Manager''' untuk instalasi dual boot.
==== 2. '''Buat Virtual Machine Baru:''' ====


   ◦ Pilih partisi yang telah disiapkan sebelumnya, atur '''mount point''' sebagai <code>/</code> dan format sebagai '''ext4'''.
* Buka VirtualBox dan klik '''New'''.
* Masukkan nama, tipe (Microsoft Windows), dan versi (Windows 11) ''virtual machine''.
* Atur '''memori''' (misalnya, 3048MB atau 3GB) dan '''hard disk virtual''' (misalnya, 50GB, pilih "Create a virtual hard disk now" dan "VDI" dengan "Dynamically allocated").
* Masuk ke '''Settings''' > '''Storage''', klik '''Empty''', lalu klik ikon CD untuk '''Choose a disk file''' dan pilih file ISO Windows 11 yang sudah diunduh.


   ◦ Ikuti petunjuk instalasi hingga selesai, lalu ''restart'' komputer.
==== 3. '''Mulai Instalasi:''' Klik '''Start''' untuk menjalankan ''virtual machine''. ====


6. '''Mengelola Boot Loader (GRUB):''' Setelah instalasi, '''GRUB (GNU GRUB Boot Loader)''' akan muncul setiap kali komputer dinyalakan, memungkinkan Anda memilih antara Ubuntu dan Windows. Jika Windows tidak muncul di menu GRUB, gunakan perintah <code>sudo update-grub</code> di terminal Ubuntu.
==== 4. '''Ikuti Proses Instalasi Windows 11:''' ====


'''E. Instalasi Driver dan Pengaturan Pasca-Instalasi:'''
* Pilih bahasa dan '''Install now'''.
* Lewati "product key" jika tidak ada.
* Pilih versi Windows 11 yang diinginkan (misalnya, Windows 11 Pro).
* Centang persetujuan lisensi dan pilih "Custom: Install Windows only (advanced)".
* '''Buat partisi baru''' (minimal 25GB untuk partisi sistem) dan pilih partisi sistem sebagai lokasi instalasi.
* Tunggu proses instalasi dan ''restart'' beberapa kali.
* Selesaikan pengaturan awal (negara, ''layout keyboard'', akun, kata sandi).


1. '''Menginstal Driver:'''
=== '''D. Penginstalan Dual Boot Sistem Operasi Berbasis GUI (Contoh: Windows dan Linux Ubuntu)''' ===


   ◦ Setelah instalasi OS selesai, kinerja mungkin belum optimal karena beberapa perangkat keras memerlukan driver. Contohnya VGA card, sound card, printer, dan network/internet card.
==== 1. '''Cadangkan Data Penting:''' ====
Sangat disarankan untuk mencadangkan semua data penting karena kesalahan dalam pengaturan partisi dapat menyebabkan kehilangan data.


   ◦ Driver adalah ''software'' yang berfungsi sebagai '''jembatan komunikasi antara komputer dengan perangkat tertentu''' agar sistem dapat bekerja maksimal.
==== 2. '''Siapkan Flashdisk Bootable Ubuntu''' ====
Unduh file ISO Ubuntu dan buat flashdisk bootable menggunakan Rufus (sesuaikan skema partisi MBR/GPT).


   ◦ Untuk menginstal driver, Anda bisa menggunakan '''"Add New Hardware"''' di Control Panel atau menginstal secara manual melalui pengaturan perangkat spesifik (misalnya, VGA card melalui '''Display Properties''' di Control Panel).
==== 3. '''Atur Partisi pada Windows:''' ====


2. '''Mengembalikan Pengaturan Booting BIOS:''' Setelah instalasi OS berhasil, '''kembalikan pengaturan booting di BIOS agar HDD menjadi prioritas utama'''.
* Buka '''Disk Management''' di Windows (<code>diskmgmt.msc</code>).
* '''Shrink Volume''' pada partisi utama Windows untuk mengalokasikan ruang kosong minimal 20GB untuk Ubuntu.
* Buat partisi baru dari ruang yang tidak teralokasi tersebut.


3. '''Pengoperasian Dasar Sistem Operasi GUI dan Troubleshooting:'''
==== 4. '''Ubah Pengaturan BIOS/UEFI:''' ====


   ◦ '''Mematikan, Me-restart, dan Stand-by Mode:''' Akses melalui '''Start Menu''' > '''Shutdown'''.
* Restart komputer dan '''akses BIOS/UEFI'''.
* Atur '''Boot Priority''' agar komputer boot dari flashdisk terlebih dahulu.
* '''Nonaktifkan Secure Boot''' jika diperlukan untuk memastikan kompatibilitas dengan Ubuntu.


   ◦ '''Memulai Program:''' Klik '''Start Menu''' > '''Programs''' atau '''double click shortcut''' di desktop.
==== 5. '''Memulai Instalasi Linux:''' ====


   ◦ '''Window (Jendela Dialog):''' Pahami bagian-bagian jendela seperti ''Control Box, Title Bar, Minimize/Maximize/Restore/Close Button, Menu Bar, Tool Bar, Work Area, Task Bar, dan Status Bar''.
* Boot komputer dari flashdisk.
* Klik '''Install Ubuntu'''.
* Pilih '''Install Ubuntu alongside Windows Boot Manager''' untuk instalasi dual boot.
* Pilih partisi yang telah disiapkan sebelumnya, atur '''mount point''' sebagai <code>/</code> dan format sebagai '''ext4'''.
* Ikuti petunjuk instalasi hingga selesai, lalu ''restart'' komputer.


   ◦ '''Menemukan File/Direktori:''' Gunakan fasilitas '''Search''' di Start Menu.
==== 6. '''Mengelola Boot Loader (GRUB)''' ====
Setelah instalasi, '''GRUB (GNU GRUB Boot Loader)''' akan muncul setiap kali komputer dinyalakan, memungkinkan Anda memilih antara Ubuntu dan Windows. Jika Windows tidak muncul di menu GRUB, gunakan perintah <code>sudo update-grub</code> di terminal Ubuntu.


   ◦ '''Desktop Shortcut:''' Ikon kecil yang mewakili program, file, direktori, atau alamat internet, memudahkan akses cepat. Menghapus shortcut tidak menghapus objek yang diwakilinya.
=== '''E. Instalasi Driver dan Pengaturan Pasca-Instalasi:''' ===


   ◦ '''Mengatur Hari, Tanggal, dan Waktu:''' Melalui '''Start Menu''' > '''Settings''' > '''Control Panel''' > '''Date/Time'''.
==== 1. '''Menginstal Driver:''' ====


   ◦ '''Display Properties:''' Untuk mengubah ''wallpaper'', ''screen saver'', tampilan layar, dan performa layar, dapat diakses melalui '''Start Menu''' > '''Settings''' > '''Control Panel''' > '''Display''' atau klik kanan pada desktop.
* Setelah instalasi OS selesai, kinerja mungkin belum optimal karena beberapa perangkat keras memerlukan driver. Contohnya VGA card, sound card, printer, dan network/internet card.
* Driver adalah ''software'' yang berfungsi sebagai '''jembatan komunikasi antara komputer dengan perangkat tertentu''' agar sistem dapat bekerja maksimal.
* Untuk menginstal driver, Anda bisa menggunakan '''"Add New Hardware"''' di Control Panel atau menginstal secara manual melalui pengaturan perangkat spesifik (misalnya, VGA card melalui '''Display Properties''' di Control Panel).


   ◦ '''Mematikan Program yang Membeku (Hang):''' Tekan '''Ctrl+Alt+Del''' secara bersamaan, pilih program yang ''hang'', lalu klik '''End Task'''. Jika komputer seluruhnya membeku, ''restart'' komputer.
==== 2. '''Mengembalikan Pengaturan Booting BIOS:''' Setelah instalasi OS berhasil, '''kembalikan pengaturan booting di BIOS agar HDD menjadi prioritas utama'''. ====


   ◦ '''Menghapus Program:''' Melalui '''Start Menu''' > '''Control Panel''' > '''Add/Remove Program'''.
==== 3. '''Pengoperasian Dasar Sistem Operasi GUI dan Troubleshooting:''' ====


   ◦ '''Memperbaiki Kerusakan pada Disk (ScanDisk):''' Buka My Computer/Windows Explorer, klik kanan pada drive, pilih Properties > Tools > Check Now.
* '''Mematikan, Me-restart, dan Stand-by Mode:''' Akses melalui '''Start Menu''' > '''Shutdown'''.
* '''Memulai Program:''' Klik '''Start Menu''' > '''Programs''' atau '''double click shortcut''' di desktop.
* '''Window (Jendela Dialog):''' Pahami bagian-bagian jendela seperti ''Control Box, Title Bar, Minimize/Maximize/Restore/Close Button, Menu Bar, Tool Bar, Work Area, Task Bar, dan Status Bar''.
* '''Menemukan File/Direktori:''' Gunakan fasilitas '''Search''' di Start Menu.
* '''Desktop Shortcut:''' Ikon kecil yang mewakili program, file, direktori, atau alamat internet, memudahkan akses cepat. Menghapus shortcut tidak menghapus objek yang diwakilinya.
* '''Mengatur Hari, Tanggal, dan Waktu:''' Melalui '''Start Menu''' > '''Settings''' > '''Control Panel''' > '''Date/Time'''.
* '''Display Properties:''' Untuk mengubah ''wallpaper'', ''screen saver'', tampilan layar, dan performa layar, dapat diakses melalui '''Start Menu''' > '''Settings''' > '''Control Panel''' > '''Display''' atau klik kanan pada desktop.
* '''Mematikan Program yang Membeku (Hang):''' Tekan '''Ctrl+Alt+Del''' secara bersamaan, pilih program yang ''hang'', lalu klik '''End Task'''. Jika komputer seluruhnya membeku, ''restart'' komputer.
* '''Menghapus Program:''' Melalui '''Start Menu''' > '''Control Panel''' > '''Add/Remove Program'''.
* '''Memperbaiki Kerusakan pada Disk (ScanDisk):''' Buka My Computer/Windows Explorer, klik kanan pada drive, pilih Properties > Tools > Check Now.
* '''Defragmentasi Hard Disk:''' Untuk menyatukan data yang terpecah-pecah, buka Windows Explorer, klik kanan pada drive, pilih Properties > Tools > Defragment Now.


   ◦ '''Defragmentasi Hard Disk:''' Untuk menyatukan data yang terpecah-pecah, buka Windows Explorer, klik kanan pada drive, pilih Properties > Tools > Defragment Now.
[[Category:Sistem Operasi]]
[[Category:Tutorial]]