Course: Data Analytics di Asia Tenggara: Difference between revisions

Line 366: Line 366:


Kamu tidak dapat menghasilkan hasil yang baik kalau datanya '''garbage'' (sampah)'.
Kamu tidak dapat menghasilkan hasil yang baik kalau datanya '''garbage'' (sampah)'.
[[File:Course RevoU Data Analytics 200647.png|center|thumb]]
=== Data Analysis ===
Setelah kamu mempersiapkan dan mendapatkan data yang bersih, saatnya kamu melakukan beberapa analisis data.
Tergantung pada jenis data yang kamu peroleh dan masalah yang ingin kamu pecahkan, ada berbagai metode analisis yang dapat kamu lakukan.
Kalau kamu melakukan analisis deskriptif, beberapa ''output''nya dapat berupa:
* Dashboard KPI
* Laporan pendapatan bulanan
* Overview prospek penjualan
Atau mungkin kamu melakukan analisis diagnostik untuk mengetahui 'mengapa'.
Misalnya, startup SaaS perlu mengetahui aktivitas pemasaran mana yang meningkatkan jumlah ''free trials''.
Pada dasarnya, ini adalah bagian di mana kamu melakukan pekerjaanmu untuk menganalisis data.
Ada beberapa cara untuk menganalisis data, termasuk:
* Causal Impact Analysis
* Correlation Analysis
* Regression Analysis
* Cohort Analysis
* Segmentation (Clustering, Decision Tree)
* Time series & Forecasting
Mari kita ambil contoh:
Salah satu analisis terpenting saat bekerja dengan data pelanggan adalah cohort analysis.
Cohort analysts sangat penting, terutama untuk Software as a Service (SaaS) atau perusahaan e-Commerce, karena menunjukkan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan platform.
Untuk membuat analisis kohort sederhana, kamu harus mempunyai input data per ''customer'', yang mencakup Join date pelanggan (tanggal saat pelanggan pertama kali masuk ke platform), Usia berdasarkan hari/bulan (yang merupakan pengurangan dari Calendar date dan Join date).
Lihat tabel di bawah ini: