Pendidikan Agama Islam:Membangun Paradigma Qurani: Difference between revisions

Created page with "Al-Quran merupakan sumber utama ajaran Islam. Ia adalah satu-satunya kitab suci yang masih asli. Isi ajarannya lengkap dan sempurna. Inti ajaran Al-Quran adalah pedoman hidup bagi manusia dalam upaya meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Al-Quran mengarahkan para pembacanya untuk berjalan di atas shirāthal mustaqīm (Jalan Lurus Allah Swt) dan mengakhiri tugas kehidupan secara ḫusnul khātimah. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk menjadikan Al-Quran tempat berkons..."
 
No edit summary
Line 23: Line 23:


==Meluruskan akidah manusia==
==Meluruskan akidah manusia==
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS. An-Nisa : 48 )
<blockquote>Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. '''QS. An-Nisa : 48'''</blockquote>Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah, ayat di atas menunjukkan bahwa perbuatan syirik merupakan dosa yang terbesar karena bukti-bukti keesaan-Nya sedemikian gamblang dan jelas terbentang di alam raya, bahkan dalam diri manusia sendiri. Allah SWT telah menciptakanmanusia dalam keadaan memiliki potensi untuk mengenal-Nya dan memenuhi tuntunan-tuntunan-Nya.


Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah, ayat di atas
== Meluruskan Aqidah Manusia ==
menunjukkan bahwa perbuatan syirik merupakan dosa yang
terbesar karena bukti-bukti keesaan-Nya sedemikian gamblang
dan jelas terbentang di alam raya, bahkan dalam diri manusia
sendiri. Allah SWT telah menciptakanmanusia dalam keadaan
memiliki potensi untuk mengenal-Nya dan memenuhi tuntunan-
tuntunan-Nya.


{{DISPLAYTITLE:Membangun Paradigma Qurani}}
=== a. Menegakkan Pokok-Pokok Tauhid ===
<blockquote>Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". '''QS Luqman/31: 13'''</blockquote>
 
=== b. Mensahihkan Aqidah Tentang Kenabian dan Kerasulan ===
<blockquote>Dan Kami tidak menurunkan Kitab (Al-Qur'an) ini kepadamu (Muhammad), melainkan agar engkau dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. '''QS. An Nahl : 64'''</blockquote>
 
=== c. Meneguhkan keimanan terhadap akhirat dan keyakinan akan adanya balasan yang akan diterima di akhirat ===
<blockquote>“Dan tidakkah mereka memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang beriman”. '''QS Ar-Rum/30: 27'''</blockquote>
 
=== d. Meneguhkan Kemuliaan Manusia dan Hak-hak Asasi Manusia ===
 
* Meneguhkan Kemuliaan Manusia (QS. al-Isra,/17: 30)
* Menetapkan Hak-Hak Manusia (QS Al-An‟am/6: 151, QS Al-Isra`/17: 33)
* Meneguhkan Hak-Hak Duafa (QS Adh-Dhuha/93: 9){{DISPLAYTITLE:Membangun Paradigma Qurani}}