Kata Turunan: Difference between revisions
Appearance
No edit summary |
No edit summary |
||
| Line 89: | Line 89: | ||
=== d. Kata yang ditulis dengan huruf miring dan mendapat bentuk terikat dirangkaikan dengan tanda hubung (-). === | === d. Kata yang ditulis dengan huruf miring dan mendapat bentuk terikat dirangkaikan dengan tanda hubung (-). === | ||
'''Misalnya:''' | '''Misalnya:''' | ||
<div style="column-count:2;-moz-column-count:2;-webkit-column-count:2"> | |||
* anti-''mainstream'' | * anti-''mainstream'' | ||
* pasca-''reshuffle'' | * pasca-''reshuffle'' | ||
* pra-''Aufklaerung'' | * pra-''Aufklaerung'' | ||
* super-''jegeg'' | * super-''jegeg'' | ||
</div> | |||
=== e. Bentuk terikat ''maha-'' dan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan. === | === e. Bentuk terikat ''maha-'' dan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan. === | ||
'''Misalnya:''' | '''Misalnya:''' | ||
<div style="column-count:2;-moz-column-count:2;-webkit-column-count:2"> | |||
* Yang ''Maha Esa'' | * Yang ''Maha Esa'' | ||
* Tuhan Yang ''Maha Kuasa'' | * Tuhan Yang ''Maha Kuasa'' | ||
| Line 103: | Line 104: | ||
* Tuhan Yang ''Maha Pengampun'' | * Tuhan Yang ''Maha Pengampun'' | ||
* Tuhan Yang ''Maha Pemberi Rezeki'' | * Tuhan Yang ''Maha Pemberi Rezeki'' | ||
</div> | |||
== 2. Bentuk Ulang == | == 2. Bentuk Ulang == | ||
| Line 188: | Line 189: | ||
=== c. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai. === | === c. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai. === | ||
'''Misalnya:''' | '''Misalnya:''' | ||
<div style="column-count:2;-moz-column-count:2;-webkit-column-count:2"> | |||
* ''di''lipatganda''kan'' | * ''di''lipatganda''kan'' | ||
* ''meng''garisbawah''i'' | * ''meng''garisbawah''i'' | ||
| Line 194: | Line 195: | ||
* ''peng''hancurlebur''an'' | * ''peng''hancurlebur''an'' | ||
* ''per''tanggungjawab''an'' | * ''per''tanggungjawab''an'' | ||
</div> | |||
=== d. Gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran ditulis terpisah. === | === d. Gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran ditulis terpisah. === | ||
'''Misalnya:''' | '''Misalnya:''' | ||
<div style="column-count:2;-moz-column-count:2;-webkit-column-count:2"> | |||
* ''ber''tepuk tangan | * ''ber''tepuk tangan | ||
* ''meng''anak sungai | * ''meng''anak sungai | ||
* garis bawah''i'' | * garis bawah''i'' | ||
* sebar luas''kan'' | * sebar luas''kan'' | ||
</div> | |||
=== e. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. === | === e. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. === | ||
'''Misalnya:''' | '''Misalnya:''' | ||
Latest revision as of 00:17, 23 August 2022
1. Kata Berimbuhan
a. Kata yang mendapat imbuhan (awalan, sisipan, akhiran, serta gabungan awalan dan akhiran) ditulis serangkai dengan imbuhannya.
Misalnya:
- berjalan
- mempermudah
- menulis
- dijual
- pembaca
- semula
- terbatas
- gelembung
- kemilau
- kinerja
- gerejawi
- kamerawan
- lukisan
- seniman
- sukuisme
- kemauan
- pemungutan
- perbaikan
b. Kata yang mendapat bentuk terikat ditulis serangkai jika mengacu pada konsep keilmuan tertentu.
Misalnya:
- adibusana
- aerodinamika
- antargolongan
- antikekerasan
- awahama
- bikarbonat
- biokimia
- dekameter
- demoralisasi
- dwiwarna
- ekabahasa
- ekstrakurikuler
- infrastruktur
- inkonvensional
- kontraindikasi
- kosponsor
- lokakarya
- mancanegara
- makroekonomi
- mikrobiologi
- multilateral
- narapidana
- nirgagasan
- nonkolaborasi
- paripurna
- pascakebenaran
- pascasarjana
- praanggapan
- prajabatan
- pramusaji
- pramuwisata
- proaktif
- purnawirawan
- saptakrida
- semiprofesional
- subbagian
- supercepat
- swadaya
- tansuara
- telewicara
- transmigrasi
- tritunggal
- tunakarya
- ultramodern
- wiraswasta
- ayahanda
- egosentris
- oktahedron
c. Kata yang diawali huruf kapital dan mendapat bentuk terikat dirangkaikan dengan tanda hubung (-).
Misalnya:
- non-Indonesia
- pan-Afrika
- pro-Barat
- anti-PKI
- non-ASEAN
- non-Korpri
- pasca-Orba
d. Kata yang ditulis dengan huruf miring dan mendapat bentuk terikat dirangkaikan dengan tanda hubung (-).
Misalnya:
- anti-mainstream
- pasca-reshuffle
- pra-Aufklaerung
- super-jegeg
e. Bentuk terikat maha- dan kata dasar atau kata berimbuhan yang mengacu pada nama atau sifat Tuhan ditulis terpisah dengan huruf awal kapital sebagai pengkhususan.
Misalnya:
- Yang Maha Esa
- Tuhan Yang Maha Kuasa
- Yang Maha Pengasih
- Tuhan Yang Maha Pengampun
- Tuhan Yang Maha Pemberi Rezeki
2. Bentuk Ulang
a. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
- anak-anak
- berjalan-jalan
- biri-biri
- buku-buku
- cumi-cumi
- hati-hati
- kuda-kuda
- kupu-kupu
- kura-kura
- lauk-pauk
- mencari-cari
- mondar-mandir
- porak-poranda
- ramah-tamah
- sayur-mayur
- serba-serbi
- terus-menerus
- tunggang-langgang
- cas-cis-cus
- dag-dig-dug
b. Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama.
Misalnya:
| kapal barang | → | kapal-kapal barang |
| kereta api cepat | → | kereta-kereta api cepat |
| rak buku | → | rak-rak buku |
| surat kabar | → | surat-surat kabar |
3. Gabungan Kata
a. Unsur gabungan kata, termasuk istilah khusus, ditulis terpisah.
Misalnya:
- cendera mata
- duta besar
- ibu kota
- kambing hitam
- mata acara
- meja tulis
- model linear
- orang tua
- rumah sakit
- segi empat
- simpang lima
- wali kota
b. Gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian ditulis dengan membubuhkan tanda hubung (-) di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
| buku-sejarah baru | 'buku sejarah yang baru, bukan buku bekas' |
| buku sejarah-baru | 'buku tentang sejarah baru' |
| ibu-bapak kami | 'ibu dan bapak kami' |
| ibu bapak-kami | 'ibu dari bapak kami (nenek)' |
c. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai.
Misalnya:
- dilipatgandakan
- menggarisbawahi
- menyebarluaskan
- penghancurleburan
- pertanggungjawaban
d. Gabungan kata yang hanya mendapat awalan atau akhiran ditulis terpisah.
Misalnya:
- bertepuk tangan
- menganak sungai
- garis bawahi
- sebar luaskan
e. Gabungan kata berikut ditulis serangkai.
Misalnya:
- acapkali
- adakala
- apalagi
- bagaimana
- barangkali
- beasiswa
- belasungkawa
- bilamana
- bumiputra
- daripada
- darmabakti
- dukacita
- hulubalang
- kacamata
- karyawisata
- kasatmata
- kosakata
- manasuka
- matahari
- olahraga
- padahal
- peribahasa
- perilaku
- puspawarna
- saputangan
- sediakala
- segitiga
- sukacita
- sukarela
- syahbandar