Jump to content

Open Source: Difference between revisions

From Wiki
No edit summary
 
Line 1: Line 1:
[[File:Open-source-blocks.jpg|thumb|right|300px|Source: [https://www.linux.com/wp-content/uploads/2020/10/open-source-blocks.jpg linux.com]]]
[[File:Open-source-blocks.jpg|thumb|right|300px|Source: [https://www.linux.com/wp-content/uploads/2020/10/open-source-blocks.jpg linux.com]]]'''Open Source''' (Sumber Terbuka) adalah konsep pengembangan perangkat lunak di mana kode sumber (''source code'') tersedia secara bebas untuk dipelajari, dimodifikasi, dan didistribusikan ulang oleh siapa saja. Perangkat lunak dengan lisensi ''open source'' memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menggandakan, mengubah, dan menyebarluaskan kode program sesuai dengan aturan lisensi yang berlaku, seperti ''General Public License'' (GPL). Model ini memungkinkan pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh komunitas pemrogram di seluruh dunia untuk memperbaiki ''bug'' atau celah keamanan secara cepat.
'''Open Source''' bermakna luas dan siapapun anda, bisa berkontirbusi didalamnya. Artikel ini akan menjelaskan cara berkontribuasi di proyek open source dari yang paling mudah dan non teknis sampai yang paling teknis (coding,debuging, testing). Dalam artikel ini, kata program,aplikasi dan proyek open source akan saya pakai secara bergantian untuk mengacu pada hal yang sama.


===Memakai, menulis review atau merekomendasikan===
== Sejarah dan Perkembangan ==
Cara paling mudah berkontribusi di open source adalah memakai produk open source. Setelah memakainya, anda bisa menulis reviewnya di blog atau merekomendasikan ke orang lain secara lisan atau tertulis. Itu semua cara kontribusi di open source, siapapun bisa melakukan hal ini. Anda suka [[Linux]]? [[Libre Office]], [[Firefox]]? Promosikan ke orang lain, maka anda adalah kontributor open source.
Konsep ''open source'' berkaitan erat dengan gerakan perangkat lunak bebas (''free software''). Pada tahun 1983, Richard Stallman memprakarsai ''GNU Project'' dengan tujuan menciptakan sistem operasi yang bebas dan kompatibel dengan UNIX, serta mendirikan ''Free Software Foundation'' pada tahun 1985. Stallman juga menulis lisensi ''General Public License'' (GPL) yang kemudian menjadi dasar lisensi bagi banyak perangkat lunak ''open source''.


===Menulis, menterjemahkan dan membuat tutorial Program open source===
Pada tahun 1991, Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki, mulai mengembangkan kernel sistem operasi yang kemudian dikenal sebagai Linux. Linux dikembangkan dengan konsep ''open source'' dan menggunakan lisensi GPL, yang memungkinkan penggabungan komponen dari ''GNU Project'' (seperti ''compiler'' dan ''shell'') dengan kernel Linux untuk membentuk sistem operasi yang utuh. Hal ini memicu perdebatan mengenai penamaan sistem operasi, di mana sebagian pihak, termasuk Richard Stallman, menyarankan penggunaan nama "GNU/Linux" untuk mengakui kontribusi komponen GNU.
Cara kedua mirip dengan cara pertama, namun cara kedua ini biasanya untuk yang pintar berbahasa inggris, anda bisa menterjemahkan dokumentasi resminya kedalam bahasa indonesia. Jika anda melihat ada proyek open source dari indonesia, anda juga bisa menulis dokumentasinya dalam bahasa inggris. Yang terakhir, jika proyek open source dipakai oleh para Admin jaringan atau programer, anda bisa mmbuatkan tutorial dari program tersebut. Untuk kontribusi ini, sangat cocok jika anda seorang mahasiswa IT, ahli jaringan, admin jaringan atau programer.


===Membuat desain, Logo, Icon,Tampilan atau sketsa===
== Karakteristik dan Lisensi ==
Kebanyakan aplikasi open source dibuat oleh seorang yang punya logika pemrograman kuat namun jelek didesain. Bagi anda yang suka dengan desain grafis, anda bisa membuat wallpaper, thema website, rancangan UI, logo atau icon untuk proyek tersebut. Biasanya proyek proyek besar akan mengadakan ''sayembara'' logo untuk mendapatkan logo resminya. Sayembara memang tidak ada duitnya, namun nama anda tetap akan tercantum di  proyek tersebut. Selebihnya, logo tadi bisa masuk kedalam portofolio karya Kalian.
Perangkat lunak ''open source'' memiliki karakteristik utama berupa keterbukaan kode sumber yang memungkinkan transparansi dan audit independen. Lisensi yang umum digunakan adalah GPL, yang menjamin kebebasan pengguna untuk menjalankan, mempelajari, mengubah, dan mendistribusikan kembali perangkat lunak tersebut. Berbeda dengan perangkat lunak ''proprietary'' (berpemilik), ''open source'' tidak bergantung pada satu vendor tertentu (''vendor lock-in''), sehingga pengguna memiliki kendali lebih besar atas teknologi yang digunakan.


===Ikut Milis, Forum, Group===
== Implementasi dan Aplikasi ==
Jika anda ahli di suatu bidang open source, bergabung lah ke milis atau forum untuk proyek tersebut, Sangat banyak pemula yang kesulitan memakai produk open source dan anda bisa membantu mereka. Inilah kekuatan dari open source, kita saling membantu sesama pengguna dan sesama developer. Di sisi lain, sebenarnya inilah kekurangan open source, kebanyakan program bagus di open source mempunyai dokumentasi yang tidak lengkap dan tidak adanya support resmi dari pembuatnya.
Ekosistem ''open source'' mencakup berbagai jenis perangkat lunak, mulai dari sistem operasi hingga aplikasi server dan komputasi awan.


=== Testing aplikasi dan Melaporkan Bug===
* '''Sistem Operasi:''' Contoh sistem operasi berbasis ''open source'' yang populer meliputi berbagai distribusi Linux seperti Debian, RedHat, Ubuntu, Fedora, CentOS, dan Kali Linux. Sistem operasi ini dapat berjalan pada berbagai platform perangkat keras.
Sebagus apapun Aplikasi dibuat, pasti ada bugnya. Disinilah pentingya peran tester, dia mengetes semua bagian dari aplikasi dan jika ada error, maka tester akan melaporkannya ke developer. Jika anda suka dengan testing, terutama para security tester dan hacker, anda bisa berkontribusi disini. Akan lebih baik lagi jika error yang ada langsung anda perbaiki.
* '''Aplikasi Server:''' Banyak layanan infrastruktur internet dibangun menggunakan perangkat lunak ''open source'', seperti BIND9 untuk DNS Server, Apache dan Nginx untuk Web Server, Postfix untuk Mail Server, serta Samba untuk berbagi berkas dengan sistem operasi Windows.
* '''Basis Data dan Cloud:''' Dalam pengelolaan data, solusi seperti MySQL, PostgreSQL, dan MariaDB digunakan secara luas. Untuk infrastruktur komputasi awan (''cloud''), teknologi seperti OpenStack dan Kubernetes menjadi solusi untuk membangun infrastruktur yang mandiri.


===Mendonasikan Hardware/service atau Uang===
== Keamanan dan Transparansi ==
Programer open source juga butuh makan, makanya jika anda merasa karya mereka bagus, anda bisa menyumbang uang( biasanya lewat paypal) agar mereka bisa terus berkarya dan proyek open sourcenya makin bagus. Donasi juga bisa dalam bentuk layananan. Misalkan anda perusahaan webhosting, anda bisa memberikan layanan hosting gratis untuk proyek open source. ISP juga bisa mendonasikan bandwith dan servernya untuk memirror Software open source.
Transparansi kode sumber dalam model ''open source'' dianggap sebagai faktor kunci dalam keamanan siber. Keterbukaan ini memungkinkan audit keamanan dilakukan secara independen untuk mendeteksi celah keamanan (''vulnerability'') atau pintu belakang (''backdoor'') yang mungkin disisipkan. Negara-negara seperti Estonia menggunakan solusi ''open source'' untuk memperkuat keamanan digital nasional mereka. Selain itu, alat keamanan siber seperti Snort (untuk deteksi intrusi) dan Wireshark (untuk analisis paket) juga dikembangkan dengan model ''open source''.


===Kontribusi kode di proyek open source===
== Aspek Ekonomi dan Kedaulatan Digital ==
Kontribusi ini khusus bagi anda yang berkcimpung diduna programing, anda bisa menulis kode atau memperbaiki kode, menambah fitur baru atau memperbaiki fitur yang sudah ada disebuah proyek open source. Setiap kontribusi  walaupun cuma satu baris, akan tercatat di proyek open source, biasanya yang tercatat adalah nama dan email. Makin banyak kontribuasi yang diberikan, maka nama anda juga makin besar, ini sama dengan personal branding bahwa anda ahli dibidang pemrograman bukan?
Pemanfaatan teknologi ''open source'' dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan meminimalisasi kebocoran devisa negara akibat pembayaran biaya lisensi perangkat lunak ''proprietary''. Studi dari Komisi Eropa (2021) memperkirakan manfaat ekonomi dari ''open source'' mencapai miliaran Euro per tahun.


===Merilis dan meng''opensource''kan karya Kalian===
Di Indonesia, inisiatif "Indonesia Goes Open Source" (IGOS) dideklarasikan pada tahun 2004 untuk mengurangi pembajakan perangkat lunak dan menghemat anggaran negara. Penggunaan ''open source'' juga didorong untuk mendukung kedaulatan data dan infrastruktur informasi vital, guna menghindari risiko penghentian layanan sepihak oleh vendor asing dalam situasi konflik geopolitik.
bagian terakhir ini mirip dengan point 7, berbedaannya di point 8, Anda sendiri yang mengopen sourcekan karya anda. Karya biasanya sebuah software yang anda buat sendiri. Yang terakhir ini memang sulit dan biasanya programer di indonesia ‘pelit’ dalam berbagi kode. Kenyataan di lapangan, memang sangat sedikit proyek open source dari indonesia, nah anda bisa memulainya sekarang.
 
== Kritik dan Tantangan ==
Meskipun menawarkan berbagai keuntungan, adopsi ''open source'' menghadapi tantangan, antara lain:
 
* '''Sumber Daya Manusia:''' Terdapat kekurangan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi dan kompetensi dalam mengelola sistem berbasis ''open source''.
* '''Dukungan Teknis:''' Dukungan teknis sering kali bergantung pada komunitas atau vendor lokal, yang terkadang dianggap kurang memadai dibandingkan dukungan premium dari prinsipal perangkat lunak ''proprietary''.
* '''Kurva Pembelajaran:''' Penggunaan sistem operasi seperti Linux sering kali dianggap lebih sulit dipelajari dibandingkan sistem operasi komersial, terutama bagi pengguna yang tidak memiliki dasar komputer yang kuat.


==Terkait==
==Terkait==

Latest revision as of 05:56, 9 December 2025

Source: linux.com

Open Source (Sumber Terbuka) adalah konsep pengembangan perangkat lunak di mana kode sumber (source code) tersedia secara bebas untuk dipelajari, dimodifikasi, dan didistribusikan ulang oleh siapa saja. Perangkat lunak dengan lisensi open source memberikan kebebasan kepada pengguna untuk menggandakan, mengubah, dan menyebarluaskan kode program sesuai dengan aturan lisensi yang berlaku, seperti General Public License (GPL). Model ini memungkinkan pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh komunitas pemrogram di seluruh dunia untuk memperbaiki bug atau celah keamanan secara cepat.

Sejarah dan Perkembangan

Konsep open source berkaitan erat dengan gerakan perangkat lunak bebas (free software). Pada tahun 1983, Richard Stallman memprakarsai GNU Project dengan tujuan menciptakan sistem operasi yang bebas dan kompatibel dengan UNIX, serta mendirikan Free Software Foundation pada tahun 1985. Stallman juga menulis lisensi General Public License (GPL) yang kemudian menjadi dasar lisensi bagi banyak perangkat lunak open source.

Pada tahun 1991, Linus Torvalds, seorang mahasiswa Universitas Helsinki, mulai mengembangkan kernel sistem operasi yang kemudian dikenal sebagai Linux. Linux dikembangkan dengan konsep open source dan menggunakan lisensi GPL, yang memungkinkan penggabungan komponen dari GNU Project (seperti compiler dan shell) dengan kernel Linux untuk membentuk sistem operasi yang utuh. Hal ini memicu perdebatan mengenai penamaan sistem operasi, di mana sebagian pihak, termasuk Richard Stallman, menyarankan penggunaan nama "GNU/Linux" untuk mengakui kontribusi komponen GNU.

Karakteristik dan Lisensi

Perangkat lunak open source memiliki karakteristik utama berupa keterbukaan kode sumber yang memungkinkan transparansi dan audit independen. Lisensi yang umum digunakan adalah GPL, yang menjamin kebebasan pengguna untuk menjalankan, mempelajari, mengubah, dan mendistribusikan kembali perangkat lunak tersebut. Berbeda dengan perangkat lunak proprietary (berpemilik), open source tidak bergantung pada satu vendor tertentu (vendor lock-in), sehingga pengguna memiliki kendali lebih besar atas teknologi yang digunakan.

Implementasi dan Aplikasi

Ekosistem open source mencakup berbagai jenis perangkat lunak, mulai dari sistem operasi hingga aplikasi server dan komputasi awan.

  • Sistem Operasi: Contoh sistem operasi berbasis open source yang populer meliputi berbagai distribusi Linux seperti Debian, RedHat, Ubuntu, Fedora, CentOS, dan Kali Linux. Sistem operasi ini dapat berjalan pada berbagai platform perangkat keras.
  • Aplikasi Server: Banyak layanan infrastruktur internet dibangun menggunakan perangkat lunak open source, seperti BIND9 untuk DNS Server, Apache dan Nginx untuk Web Server, Postfix untuk Mail Server, serta Samba untuk berbagi berkas dengan sistem operasi Windows.
  • Basis Data dan Cloud: Dalam pengelolaan data, solusi seperti MySQL, PostgreSQL, dan MariaDB digunakan secara luas. Untuk infrastruktur komputasi awan (cloud), teknologi seperti OpenStack dan Kubernetes menjadi solusi untuk membangun infrastruktur yang mandiri.

Keamanan dan Transparansi

Transparansi kode sumber dalam model open source dianggap sebagai faktor kunci dalam keamanan siber. Keterbukaan ini memungkinkan audit keamanan dilakukan secara independen untuk mendeteksi celah keamanan (vulnerability) atau pintu belakang (backdoor) yang mungkin disisipkan. Negara-negara seperti Estonia menggunakan solusi open source untuk memperkuat keamanan digital nasional mereka. Selain itu, alat keamanan siber seperti Snort (untuk deteksi intrusi) dan Wireshark (untuk analisis paket) juga dikembangkan dengan model open source.

Aspek Ekonomi dan Kedaulatan Digital

Pemanfaatan teknologi open source dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan meminimalisasi kebocoran devisa negara akibat pembayaran biaya lisensi perangkat lunak proprietary. Studi dari Komisi Eropa (2021) memperkirakan manfaat ekonomi dari open source mencapai miliaran Euro per tahun.

Di Indonesia, inisiatif "Indonesia Goes Open Source" (IGOS) dideklarasikan pada tahun 2004 untuk mengurangi pembajakan perangkat lunak dan menghemat anggaran negara. Penggunaan open source juga didorong untuk mendukung kedaulatan data dan infrastruktur informasi vital, guna menghindari risiko penghentian layanan sepihak oleh vendor asing dalam situasi konflik geopolitik.

Kritik dan Tantangan

Meskipun menawarkan berbagai keuntungan, adopsi open source menghadapi tantangan, antara lain:

  • Sumber Daya Manusia: Terdapat kekurangan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi dan kompetensi dalam mengelola sistem berbasis open source.
  • Dukungan Teknis: Dukungan teknis sering kali bergantung pada komunitas atau vendor lokal, yang terkadang dianggap kurang memadai dibandingkan dukungan premium dari prinsipal perangkat lunak proprietary.
  • Kurva Pembelajaran: Penggunaan sistem operasi seperti Linux sering kali dianggap lebih sulit dipelajari dibandingkan sistem operasi komersial, terutama bagi pengguna yang tidak memiliki dasar komputer yang kuat.

Terkait

Referensi