Database Server: Introduction to Database System: Difference between revisions
Created page with " == Learning Outcomes == LO1: Interpret business problems that can be accommodated by database system OUTLINE MATERI (Sub-Topic): # Introduction # File-based Approach # Database Approach # Advantage and Disadvantage of DBMS # Three Level ANSI SPARC architecture # Data Models dan Conceptual Modelling == Introduction == Teknologi basis data (database) telah menjadi bidang yang menarik untuk dikerjakan, sejak kemunculannya, telah menjadi katalisator bagi banyak perkemban..." |
|||
| Line 54: | Line 54: | ||
== Filebased Approach == | == Filebased Approach == | ||
[[File:Database intro 1.png|thumb|Gambar 1.1. Formulir Departemen Penjualan (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
[[File:Database intro 2.png|thumb|Gambar 1.2. File PropertyForRent, PrivateOwner, dan Client yang digunakan oleh Departemen Penjualan. (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
[[File:Database intro 3.png|thumb|Gambar 1.3. Formulir Detail Sewa yang digunakan oleh Departemen Kontrak (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
[[File:Database intro 4.png|thumb|Gambar 1.4. File Sewa, PropertyForRent, dan Klien digunakan oleh Departemen Kontrak. (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
[[File:Database intro 5.png|thumb|Gambar 1.5. Pemrosesan Berbasis File (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
Sistem berbasis file (file-based systems) adalah kumpulan program aplikasi yang melakukan layanan untuk pengguna akhir, seperti pembuatan laporan. Setiap program mendefinisikan dan mengelola datanya sendiri. Sistem berbasis file adalah upaya awal untuk mengkomputerisasi sistem pengarsipan manual yang kita semua kenal. Misalnya, organisasi mungkin memiliki file fisik yang diatur untuk menampung semua korespondensi eksternal dan internal yang berkaitan dengan proyek, produk, tugas, klien, atau karyawan. Biasanya, ada banyak file seperti itu, dan untuk keselamatannya diberi label dan disimpan dalam satu atau lebih kabinet. Sistem pengarsipan manual berfungsi dengan baik selama jumlah item yang akan disimpan kecil. Ini bahkan berfungsi dengan baik ketika ada banyak item dan kita hanya perlu menyimpan dan mengambilnya. Namun, sistem pengarsipan manual rusak ketika kita harus melakukan referensi silang atau memproses informasi dalam file. Untuk memahami apa artinya ini, coba perhatikan contoh kasus DreamHome berikut ini. | Sistem berbasis file (file-based systems) adalah kumpulan program aplikasi yang melakukan layanan untuk pengguna akhir, seperti pembuatan laporan. Setiap program mendefinisikan dan mengelola datanya sendiri. Sistem berbasis file adalah upaya awal untuk mengkomputerisasi sistem pengarsipan manual yang kita semua kenal. Misalnya, organisasi mungkin memiliki file fisik yang diatur untuk menampung semua korespondensi eksternal dan internal yang berkaitan dengan proyek, produk, tugas, klien, atau karyawan. Biasanya, ada banyak file seperti itu, dan untuk keselamatannya diberi label dan disimpan dalam satu atau lebih kabinet. Sistem pengarsipan manual berfungsi dengan baik selama jumlah item yang akan disimpan kecil. Ini bahkan berfungsi dengan baik ketika ada banyak item dan kita hanya perlu menyimpan dan mengambilnya. Namun, sistem pengarsipan manual rusak ketika kita harus melakukan referensi silang atau memproses informasi dalam file. Untuk memahami apa artinya ini, coba perhatikan contoh kasus DreamHome berikut ini. | ||
Departemen Penjualan bertanggung jawab atas penjualan dan penyewaan properti. Misalnya, setiap kali klien yang ingin menawarkan propertinya untuk disewakan mendekati Departemen Penjualan, mereka harus mengisi formulir yang mirip dengan yang ditunjukkan pada Gambar 1.1 (a) diisi. Formulir yang sudah diisi berisi perincian tentang properti, seperti alamat, jumlah kamar, dan informasi kontak pemilik. Departemen Penjualan juga menangani permintaan dari klien, dan formulir yang mirip dengan yang ditunjukkan pada Gambar l.l (b) harus diisi untuk masing-masing. Dengan bantuan Departemen DP, Departemen Penjualan menciptakan sistem informasi untuk menangani penyewaan properti. Sistem ini terdiri dari tiga file yang berisi properti, pemilik, dan detail klien, seperti yang diilustrasikan dalam Gambar 1.2. Untuk mempermudah, kami menghilangkan detail yang berkaitan dengan anggota staf, kantor cabang, dan pemilik bisnis. Departemen Kontrak bertanggung jawab untuk menangani perjanjian sewa yang terkait dengan properti yang disewakan. Setiap kali klien setuju untuk menyewa properti, formulir dengan detail klien dan properti diisi oleh salah satu staf penjualan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.3. Formulir ini diteruskan ke Departemen Kontrak, yang mengalokasikan nomor sewa dan melengkapi rincian pembayaran dan masa sewa. Sekali lagi, dengan bantuan Departemen DP, Departemen Kontrak menciptakan sistem informasi untuk menangani perjanjian sewa. Sistem ini terdiri dari tiga file yang menyimpan sewa, properti, dan detail klien, dan yang berisi data serupa dengan yang dimiliki oleh Departemen Penjualan, seperti yang diilustrasikan dalam Gambar 1.4. Prosesnya diilustrasikan pada Gambar 1.5. Ini menunjukkan setiap departemen mengakses file mereka sendiri melalui program aplikasi yang ditulis khusus untuk mereka. Setiap set program aplikasi departemen menangani entri data, pemeliharaan file, dan pembuatan set laporan tertentu yang telah diperbaiki. Lebih penting lagi, struktur fisik dan penyimpanan file data dan catatan didefinisikan dalam kode aplikasi. | Departemen Penjualan bertanggung jawab atas penjualan dan penyewaan properti. Misalnya, setiap kali klien yang ingin menawarkan propertinya untuk disewakan mendekati Departemen Penjualan, mereka harus mengisi formulir yang mirip dengan yang ditunjukkan pada Gambar 1.1 (a) diisi. Formulir yang sudah diisi berisi perincian tentang properti, seperti alamat, jumlah kamar, dan informasi kontak pemilik. Departemen Penjualan juga menangani permintaan dari klien, dan formulir yang mirip dengan yang ditunjukkan pada Gambar l.l (b) harus diisi untuk masing-masing. Dengan bantuan Departemen DP, Departemen Penjualan menciptakan sistem informasi untuk menangani penyewaan properti. Sistem ini terdiri dari tiga file yang berisi properti, pemilik, dan detail klien, seperti yang diilustrasikan dalam Gambar 1.2. Untuk mempermudah, kami menghilangkan detail yang berkaitan dengan anggota staf, kantor cabang, dan pemilik bisnis. Departemen Kontrak bertanggung jawab untuk menangani perjanjian sewa yang terkait dengan properti yang disewakan. Setiap kali klien setuju untuk menyewa properti, formulir dengan detail klien dan properti diisi oleh salah satu staf penjualan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.3. Formulir ini diteruskan ke Departemen Kontrak, yang mengalokasikan nomor sewa dan melengkapi rincian pembayaran dan masa sewa. Sekali lagi, dengan bantuan Departemen DP, Departemen Kontrak menciptakan sistem informasi untuk menangani perjanjian sewa. Sistem ini terdiri dari tiga file yang menyimpan sewa, properti, dan detail klien, dan yang berisi data serupa dengan yang dimiliki oleh Departemen Penjualan, seperti yang diilustrasikan dalam Gambar 1.4. Prosesnya diilustrasikan pada Gambar 1.5. Ini menunjukkan setiap departemen mengakses file mereka sendiri melalui program aplikasi yang ditulis khusus untuk mereka. Setiap set program aplikasi departemen menangani entri data, pemeliharaan file, dan pembuatan set laporan tertentu yang telah diperbaiki. Lebih penting lagi, struktur fisik dan penyimpanan file data dan catatan didefinisikan dalam kode aplikasi. | ||
Deskripsi singkat tentang sistem berbasis file tradisional ini harus cukup untuk membahas keterbatasan pendekatan ini. Ada lima jenis permasalahan atau batasan dari sistem berbasis file ini yaitu : | Deskripsi singkat tentang sistem berbasis file tradisional ini harus cukup untuk membahas keterbatasan pendekatan ini. Ada lima jenis permasalahan atau batasan dari sistem berbasis file ini yaitu : | ||
| Line 99: | Line 94: | ||
=== The Database === | === The Database === | ||
Database adalah satu (tunggal), namun memiliki media penyimpanan data yang besar, dapat digunakan secara bersamaan oleh banyak departemen dan pengguna. Alih-alih file terputus dengan data yang berlebihan, semua item data terintegrasi dengan jumlah minimum duplikasi. Database tidak lagi dimiliki oleh satu departemen tetapi merupakan sumber daya perusahaan bersama. Database tidak hanya menyimpan data operasional organisasi, tetapi juga deskripsi data. Karena alasan ini, database juga didefinisikan sebagai kumpulan catatan terpadu | Database adalah satu (tunggal), namun memiliki media penyimpanan data yang besar, dapat digunakan secara bersamaan oleh banyak departemen dan pengguna. Alih-alih file terputus dengan data yang berlebihan, semua item data terintegrasi dengan jumlah minimum duplikasi. Database tidak lagi dimiliki oleh satu departemen tetapi merupakan sumber daya perusahaan bersama. Database tidak hanya menyimpan data operasional organisasi, tetapi juga deskripsi data. Karena alasan ini, database juga didefinisikan sebagai kumpulan catatan terpadu yang menggambarkan diri sendiri. Deskripsi data dikenal sebagai katalog sistem (atau kamus data atau metadata - “data tentang data”). Ini adalah sifat yang menggambarkan diri dari database yang menyediakan independensi program-data. | ||
yang menggambarkan diri sendiri. Deskripsi data dikenal sebagai katalog sistem (atau kamus data atau metadata - “data tentang data”). Ini adalah sifat yang menggambarkan diri dari database yang menyediakan independensi program-data. | |||
Pendekatan Basis data adalah memisahkan antara definisi data dengan aplikasi, dimana pengguna hanya melihat tampilan untuk objek data secara eksternal tetapi tidak mengetahui bagaimana fungsi objek dan pendefinisikan objek data. Pendekatan ini disebut sebagai abstraksi data. Salah satu keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa kita dapat mengubah definisi internal suatu objek tanpa mempengaruhi pengguna objek, asalkan definisi eksternal tetap sama. Dengan cara yang sama, pendekatan database berikutnya adalah memisahkan struktur data dari program aplikasi dan menyimpannya dalam database. Jika struktur data baru ditambahkan atau struktur yang ada dimodifikasi, maka program aplikasi tidak terpengaruh, asalkan mereka tidak secara langsung bergantung pada apa yang telah dimodifikasi. Misalnya, jika kita menambahkan bidang baru ke catatan atau membuat file baru, aplikasi yang ada tidak akan terpengaruh. Namun, jika kami menghapus bidang dari file yang digunakan program aplikasi, maka program aplikasi tersebut dipengaruhi oleh perubahan ini dan harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. | Pendekatan Basis data adalah memisahkan antara definisi data dengan aplikasi, dimana pengguna hanya melihat tampilan untuk objek data secara eksternal tetapi tidak mengetahui bagaimana fungsi objek dan pendefinisikan objek data. Pendekatan ini disebut sebagai abstraksi data. Salah satu keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa kita dapat mengubah definisi internal suatu objek tanpa mempengaruhi pengguna objek, asalkan definisi eksternal tetap sama. Dengan cara yang sama, pendekatan database berikutnya adalah memisahkan struktur data dari program aplikasi dan menyimpannya dalam database. Jika struktur data baru ditambahkan atau struktur yang ada dimodifikasi, maka program aplikasi tidak terpengaruh, asalkan mereka tidak secara langsung bergantung pada apa yang telah dimodifikasi. Misalnya, jika kita menambahkan bidang baru ke catatan atau membuat file baru, aplikasi yang ada tidak akan terpengaruh. Namun, jika kami menghapus bidang dari file yang digunakan program aplikasi, maka program aplikasi tersebut dipengaruhi oleh perubahan ini dan harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. | ||
| Line 110: | Line 103: | ||
# Tujuh hubungan (nama-nama yang berdekatan dengan garis): Has, Offers, Oversees, Views, Owns, LeasedBy, and Holds; | # Tujuh hubungan (nama-nama yang berdekatan dengan garis): Has, Offers, Oversees, Views, Owns, LeasedBy, and Holds; | ||
# Enam atribut, satu untuk setiap entitas: branchNo, staffNo, propertyNo, clientNo, ownerNo, dan leaseNo. | # Enam atribut, satu untuk setiap entitas: branchNo, staffNo, propertyNo, clientNo, ownerNo, dan leaseNo. | ||
[[File:Database intro 6.png|center|thumb|Gambar 1.6. Contoh Entity Relationship Diagram (ERD) (Source: Connoly & Begg (2015)]] | |||
Gambar 1.6. Contoh Entity Relationship Diagram (ERD) (Source: Connoly & Begg | |||
(2015) | |||
=== Database Management System (DBMS) === | === Database Management System (DBMS) === | ||
| Line 130: | Line 119: | ||
=== Application Program === | === Application Program === | ||
Pengguna berinteraksi dengan database melalui sejumlah program aplikasi yang digunakan untuk membuat dan memelihara database dan untuk menghasilkan informasi. Program-program ini dapat berupa aplikasi batch konvensional atau, lebih khusus saat ini, aplikasi online. Program aplikasi dapat ditulis dalam Bahasa pemrograman atau dalam Bahasa generasi keempat yang lebih tinggi. Pemrosesan database dapat dilihat pada gambar 1.7 sebagai berikut: | Pengguna berinteraksi dengan database melalui sejumlah program aplikasi yang digunakan untuk membuat dan memelihara database dan untuk menghasilkan informasi. Program-program ini dapat berupa aplikasi batch konvensional atau, lebih khusus saat ini, aplikasi online. Program aplikasi dapat ditulis dalam Bahasa pemrograman atau dalam Bahasa generasi keempat yang lebih tinggi. Pemrosesan database dapat dilihat pada gambar 1.7 sebagai berikut: | ||
[[File:Database intro 7.png|center|thumb|Gambar 1.7 Pemrosesan Database (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
Gambar 1.7 Pemrosesan Database (Source: Connoly & Begg (2015)) | |||
Departemen Penjualan dan Kontrak menggunakan program aplikasi mereka untuk mengakses database melalui DBMS. Setiap set program aplikasi departemen menangani entri data, pemeliharaan data, dan pembuatan laporan. Namun, dibandingkan dengan pendekatan berbasis file, struktur fisik dan penyimpanan data sekarang dikelola oleh DBMS. | Departemen Penjualan dan Kontrak menggunakan program aplikasi mereka untuk mengakses database melalui DBMS. Setiap set program aplikasi departemen menangani entri data, pemeliharaan data, dan pembuatan laporan. Namun, dibandingkan dengan pendekatan berbasis file, struktur fisik dan penyimpanan data sekarang dikelola oleh DBMS. | ||
==== Components of the DBMS Environment ==== | ==== Components of the DBMS Environment ==== | ||
Lima komponen lingkungan di dalam DBMS dapat dilihat pada gambar 1.8 sebagai berikut: | Lima komponen lingkungan di dalam DBMS dapat dilihat pada gambar 1.8 sebagai berikut: | ||
[[File:Database intro 8.png|center|thumb|Gambar 1.8 Lingkungan DBMS (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
Gambar 1.8 Lingkungan DBMS (Source: Connoly & Begg (2015)) | |||
=== Hardware === | === Hardware === | ||
DBMS dan aplikasi membutuhkan perangkat keras untuk dijalankan. Perangkat keras dapat berkisar dari satu komputer pribadi ke satu mainframe atau jaringan komputer. Perangkat keras tertentu bergantung pada persyaratan organisasi dan DBMS yang digunakan. Beberapa DBMS hanya berjalan pada perangkat keras atau sistem operasi tertentu, sementara yang lain berjalan di berbagai perangkat keras dan sistem operasi. DBMS membutuhkan jumlah minimum memori utama dan ruang disk untuk dijalankan, tetapi konfigurasi minimum ini mungkin tidak selalu memberikan kinerja yang dapat diterima. Konfigurasi perangkat keras yang disederhanakan dan diilustrasikan pada Gambar 1.9. terdiri dari jaringan server kecil, dengan server pusat yang terletak di London menjalankan backend dari DBMS, yaitu bagian dari DBMS yang mengelola dan mengontrol akses ke database. Ini juga menunjukkan beberapa komputer di berbagai lokasi menjalankan frontend dari DBMS, yaitu bagian dari DBMS yang berinteraksi dengan pengguna. Ini disebut arsitektur client-server: backend adalah server dan frontend adalah klien. | DBMS dan aplikasi membutuhkan perangkat keras untuk dijalankan. Perangkat keras dapat berkisar dari satu komputer pribadi ke satu mainframe atau jaringan komputer. Perangkat keras tertentu bergantung pada persyaratan organisasi dan DBMS yang digunakan. Beberapa DBMS hanya berjalan pada perangkat keras atau sistem operasi tertentu, sementara yang lain berjalan di berbagai perangkat keras dan sistem operasi. DBMS membutuhkan jumlah minimum memori utama dan ruang disk untuk dijalankan, tetapi konfigurasi minimum ini mungkin tidak selalu memberikan kinerja yang dapat diterima. Konfigurasi perangkat keras yang disederhanakan dan diilustrasikan pada Gambar 1.9. terdiri dari jaringan server kecil, dengan server pusat yang terletak di London menjalankan backend dari DBMS, yaitu bagian dari DBMS yang mengelola dan mengontrol akses ke database. Ini juga menunjukkan beberapa komputer di berbagai lokasi menjalankan frontend dari DBMS, yaitu bagian dari DBMS yang berinteraksi dengan pengguna. Ini disebut arsitektur client-server: backend adalah server dan frontend adalah klien. | ||
[[File:Database intro 9.png|center|thumb|Gambar 1.9 Database pada Aplikasi Berbasis Web (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
Gambar 1.9 Database pada Aplikasi Berbasis Web (Source: Connoly & Begg (2015)) | |||
==== Software ==== | ==== Software ==== | ||
| Line 169: | Line 154: | ||
=== 1. Kelebihan DBMS === | === 1. Kelebihan DBMS === | ||
Keuntungan dari sistem manajemen basis data terdaftar di gambar 1.10 berikut ini. | Keuntungan dari sistem manajemen basis data terdaftar di gambar 1.10 berikut ini. | ||
[[File:Database intro 10.png|center|thumb|Gambar 1.10 Kelebihan DBMS (Source: Connoly & Begg (2015)]] | |||
Gambar 1.10 Kelebihan DBMS (Source: Connoly & Begg (2015) | |||
* Kontrol redundansi data. Sistem berbasis file tradisional membuang ruang dengan menyimpan informasi yang sama di lebih dari satu file. Sebaliknya, pendekatan database berupaya menghilangkan redundansi dengan mengintegrasikan file sehingga banyak salinan dari data yang sama tidak disimpan. Namun, pendekatan database tidak menghilangkan redundansi sepenuhnya, tetapi mengontrol jumlah redundansi yang melekat dalam database. Terkadang perlu untuk menduplikasi item data utama untuk memodelkan hubungan; di lain waktu, diinginkan untuk menduplikasi beberapa item data untuk meningkatkan kinerja. | * Kontrol redundansi data. Sistem berbasis file tradisional membuang ruang dengan menyimpan informasi yang sama di lebih dari satu file. Sebaliknya, pendekatan database berupaya menghilangkan redundansi dengan mengintegrasikan file sehingga banyak salinan dari data yang sama tidak disimpan. Namun, pendekatan database tidak menghilangkan redundansi sepenuhnya, tetapi mengontrol jumlah redundansi yang melekat dalam database. Terkadang perlu untuk menduplikasi item data utama untuk memodelkan hubungan; di lain waktu, diinginkan untuk menduplikasi beberapa item data untuk meningkatkan kinerja. | ||
* Konsistensi data. Dengan menghilangkan atau mengendalikan redundansi, kita mengurangi risiko ketidakkonsistenan yang terjadi. Jika item data disimpan hanya sekali dalam basis data, setiap pembaruan ke nilainya harus dilakukan hanya sekali dan nilai baru tersedia segera untuk semua pengguna. Jika item data disimpan lebih dari satu kali dan sistem mengetahui hal ini, sistem dapat memastikan bahwa semua salinan item tetap konsisten. Sayangnya, banyak dari DBMS saat ini tidak secara otomatis memastikan jenis konsistensi ini. | * Konsistensi data. Dengan menghilangkan atau mengendalikan redundansi, kita mengurangi risiko ketidakkonsistenan yang terjadi. Jika item data disimpan hanya sekali dalam basis data, setiap pembaruan ke nilainya harus dilakukan hanya sekali dan nilai baru tersedia segera untuk semua pengguna. Jika item data disimpan lebih dari satu kali dan sistem mengetahui hal ini, sistem dapat memastikan bahwa semua salinan item tetap konsisten. Sayangnya, banyak dari DBMS saat ini tidak secara otomatis memastikan jenis konsistensi ini. | ||
| Line 202: | Line 185: | ||
Arsitektur tersebut adalah identifikasi tiga tingkat abstraksi, yaitu, tiga tingkat yang berbeda di mana item data dapat dijelaskan. Tingkat membentuk arsitektur tiga tingkat yang terdiri dari eksternal, konseptual, dan tingkat internal, seperti yang digambarkan pada Gambar 1.11. user dapat melihat data disebut tingkat eksternal. Cara DBMS dan sistem operasi melihat data adalah tingkat internal, di mana data sebenarnya disimpan menggunakan struktur data dan organisasi file yang dijelaskan dalam Tingkat konseptual menyediakan pemetaan dan independensi yang diinginkan antara tingkat eksternal dan tingkat internal. | Arsitektur tersebut adalah identifikasi tiga tingkat abstraksi, yaitu, tiga tingkat yang berbeda di mana item data dapat dijelaskan. Tingkat membentuk arsitektur tiga tingkat yang terdiri dari eksternal, konseptual, dan tingkat internal, seperti yang digambarkan pada Gambar 1.11. user dapat melihat data disebut tingkat eksternal. Cara DBMS dan sistem operasi melihat data adalah tingkat internal, di mana data sebenarnya disimpan menggunakan struktur data dan organisasi file yang dijelaskan dalam Tingkat konseptual menyediakan pemetaan dan independensi yang diinginkan antara tingkat eksternal dan tingkat internal. | ||
[[File:Database intro 11.png|center|thumb|Gambar 1.11 Arsitektur Database ANSI SPARC (Source: Connoly & Begg (2015))]] | |||
Gambar 1.11 Arsitektur Database ANSI SPARC (Source: Connoly & Begg (2015)) | |||
Tujuan dari arsitektur tiga tingkat adalah untuk memisahkan pandangan setiap pengguna dari database. Beberapa alasan mengapa pemisahan ini diinginkan adalah: | Tujuan dari arsitektur tiga tingkat adalah untuk memisahkan pandangan setiap pengguna dari database. Beberapa alasan mengapa pemisahan ini diinginkan adalah: | ||
| Line 214: | Line 195: | ||
Tujuan utama untuk arsitektur tiga tingkat adalah untuk memberikan kemandirian data, yang berarti bahwa tingkat atas tidak terpengaruh oleh perubahan ke tingkat yang lebih rendah. Ada dua jenis independensi data: logis dan fisik. Independensi data logis adalah kekebalan skema eksternal terhadap perubahan dalam skema konseptual, sedangkan Independensi data fisik adalah kekebalan skema konseptual terhadap perubahan dalam skema internal. Gambar 1.12 menggambarkan di mana setiap jenis independensi data terjadi dalam kaitannya dengan arsitektur tiga tingkat. | Tujuan utama untuk arsitektur tiga tingkat adalah untuk memberikan kemandirian data, yang berarti bahwa tingkat atas tidak terpengaruh oleh perubahan ke tingkat yang lebih rendah. Ada dua jenis independensi data: logis dan fisik. Independensi data logis adalah kekebalan skema eksternal terhadap perubahan dalam skema konseptual, sedangkan Independensi data fisik adalah kekebalan skema konseptual terhadap perubahan dalam skema internal. Gambar 1.12 menggambarkan di mana setiap jenis independensi data terjadi dalam kaitannya dengan arsitektur tiga tingkat. | ||
[[File:Database intro 12.png|center|thumb|Gambar 1.12. Kemandirian data dan arsitektur tiga tingkat aNSI-SparC. (Source: Connoly & Begg (2015)]] | |||
Gambar 1.12. Kemandirian data dan arsitektur tiga tingkat aNSI-SparC. (Source: Connoly & Begg (2015) | |||
== Data Models and Conceptual Modeling == | == Data Models and Conceptual Modeling == | ||