Pendidikan Agama Islam:Membangun Paradigma Qurani: Difference between revisions

No edit summary
 
(2 intermediate revisions by the same user not shown)
Line 40: Line 40:
* Meneguhkan Kemuliaan Manusia (QS. al-Isra,/17: 30)
* Meneguhkan Kemuliaan Manusia (QS. al-Isra,/17: 30)
* Menetapkan Hak-Hak Manusia (QS Al-An‟am/6: 151, QS Al-Isra`/17: 33)
* Menetapkan Hak-Hak Manusia (QS Al-An‟am/6: 151, QS Al-Isra`/17: 33)
* Meneguhkan Hak-Hak Duafa (QS Adh-Dhuha/93: 9){{DISPLAYTITLE:Membangun Paradigma Qurani}}
* Meneguhkan Hak-Hak Duafa (QS Adh-Dhuha/93: 9)
 
== C. Menggali sumber historis, filosofis, psikologis, sosiologis, dan pedagogis tentang paradigma qurani untuk kehidupan modern ==
 
==== Sumber historis ====
Sejarah Peradaban Islam → Masa Keemasan Islam
 
==== Kemajuan dalam bidang: ====
 
* Ideologi, politik, social budaya, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pertahanan dan keamanan
* Pusat Peradaban
* Ekspansi Dakwah
 
=== Faktor-faktor yang menjadikan umat islam maju : ===
 
* Al-Qur’an dijadikan Paradigma Kehidupan
* Paradigma pengembangan iptek dan budaya
* Menghadapi problematika umat islam (zaman itu)
* Rosululloh SAW menjadi role model ( uswatun hasanah )
 
<blockquote>“ Akhlak Rosululloh adalah Al-Qur’an “. '''HR. Aisyah r.a'''</blockquote><blockquote>“ Sesungguhnya engkau Muhammad ada diatas akhlak yang agung ”. '''QS A-Qalam : 4'''</blockquote>Para sahabat generasi terbaik dan generasi berikutnya ( tabi’in ) adalah generasi qur’ani → Bukti hadis :<blockquote>“ Sebaik - baik generasi adalah generasiku lalu generasi berikutnya dan generasi berikutnya “. '''HR. Muslim'''</blockquote>Komitmen sahabat dan tabi'in Menjadikan Rosululloh Sebagai Panutan<blockquote>“Apa-apa yang Rosulullah datangkan untuk kamu, maka ambillah dan apa-apa yang Rosulullah melarangnya, maka tinggalkanlah “. '''HR. Muslim'''</blockquote>Toshihiko Izutsu (1993) meneliti konsep-konsep etika religious dalam al-qur’an :
 
5 etik yang perlu dikembangkan manusia : Murah hati, Keberanian, Kesetiaan Kejujuran dan Kesabaran Konsep kemunafikan religious, baik dan buruk Meliputi : salih, birr, fasad, ma’ruf dan munkar, khair dan syarr, husn dan qubh, fakhisyah atau fawakhisy. Tayyib dan khabis, halal dan haram
 
== Paradigma Qurani sebagai satu-satunya Model untuk Menghadapi Kehidupan Modern ==
Bagi umat Islam kemodernan tetap harus dikembangkan di atas paradigma Al-Quran. Kita maju bersama Al-Quran, tidak ada kemajuan tanpa AlQuran. Al-Quran bukan hanya sebagai sumber inspirasi, tetapi ia adalah landasan, pedoman paradigma dan guide dalam mengarahkan kemodernan agar dapat menyejahterakan manusia dunia dan akhirat.
 
Apa arti kemajuan Iptek kalau manusia tidak makrifat kepada Allah?
 
Imam Junaid al-Bagdadi menyatakan, “Meskipun orang tahu segala sesuatu tetapi jika dia tidak mengenal Allah sebagai Tuhannya, maka identik dengan tidak tahu sama sekali”. Junaid ingin menyatakan bahwa landasan IPTEK adalah ma’rifatullāh, dan Al-Quran adalah paradigma untuk pengembangan IPTEK.
 
== Kemajuan dicapai dengan penguasaan IPTEK ==
Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah :
 
* Kholifah AlMansur, Al-Ma’mun ( 813-833)
* Harun Ar- Rasyid (786-809) Mendorong masyarakat untuk menguasai dan mengembangkan IPTEK.
* Al-Mansur memerintahkan penerjemahan buku-buku ilmiah dari bahasa yunani ke dalam bahasa arab.
* Harun Ar- Rasyid memerintahkan Yuhana untuk menterjemahkan buku-buku kuno tentang kedokteran.
* Muhammad ibn Ibrahim al-Fazari menterjemahkan risalah india dalam bidang astronomi “ Sidhanta”.
* Yahya ibn Adi (974) Aristoteles ( categories, Sophist, Poetics, Metaphiysics )
* Abu Ali Isa Ibnu Ishaq Ibn Zera (1008) Plato ( Timaesus dan Laws )
 
Sikap Penguasa yang mendukung kemajuan IPTEK dengan membangun Bait Al-Hikmah
 
Penghargaan terhadap ilmuwan → Hasil karya ditimbang dengan emas
 
Penghargaan dari sisi keimanan dan keilmuan (Para ilmuwan dan ulama)
 
== D. Membangun Argumen tentang Paradigma Qurani sebagai satu-satunya model untuk menghadapi kehidupan modern ==
 
* Sakib Arselan → Bukunya “ Kenapa umat islam mundur sedangkan non-muslim maju ?”.
* Kesimpulan penulis Umat islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sedangkan non-muslim maju justru karena meninggalkan ajarannya.
 
'''Anggapan yang salah:''' Maju dengan meninggalkan ajaran agama dan mengembangkan budaya sekuler, sedangkan bagi umat islam tidak perlu mengambil jalan sekulerisasi, malah sebaliknya Berkomitmen terhadap ajarannya.
 
Alasan umat islam tidak perlu mengambil jalan sekulerisasi, malah sebaliknya Berkomitmen terhadap ajarannya
 
# Ajaran Isalam ( Al-Quran dan hadis) bersifat '''syumul''' artinya Mencakup segala aspek kehidupan
# Ajaran islam bersifat '''rasional''': sejalan dengan nalar manusia sehingga tidak bertentangan dengan IPTEK.
# Ajaran islam berkarakter '''tadarruj''': bertahap dalam wurud dan implementasinya.
# '''BerTaqlilat-takaalif''' yang berarti tidak banyak beban, karena beragama mudah
# '''Ijaz''': Redaksi al-quran dalam mengungkap persoalan, informasi, kisah dan pelajaran.
 
Prinsip agama masa depan dan membawa kemajuan
 
=== Prinsip umat islam dalam paradigma kemodernan ===
 
# IPTEK dikembangkan dalam paradigma qurani
# Maju bersama al-Quran, tidak ada kemajuan tanpa al-Quran
# Al-Quran sebagai sumber inspirasi, landasan, pedoman paradigma dan guide dalam mengarahkan kemodernan agar dapat mensejahterakan manusia di dunia dan akherat
 
Apa arti modern kalau tidak membawa kesejahteraan? Apa arti kemajuan iptek kalau manusia tidak makrifat kepada Alloh?
 
Junaid al-Baghdadi menyatakan “ Meskipun orang tahu segala sesuatu tetapi jika dia tidak mengenal Alloh sebagai tuhannya, maka identik dengan tidak tahu sama sekali”.
 
Landasan Iptek adalah Ma’rifatulloh dan al quran sebagai paradigma iptek → sejahtera dunia dan akherat dan rahmat bagi semua alam
 
IPTEK tanpa dipandu wahyu belum tentu membawa kesejahteraan, ketentraman dan kebahagiaan.
 
Paradigma Qurani dalam konsep dan kenyataan hidup
 
Dalam konsep islam, kemajuan dan kemodern yang integral adalah sesuatu yang harus diraih dan merupakan perjuangan yang tidak boleh berhenti.
 
Berhenti dalam proses pencapaiannya berarti berhenti dalam perjuangan, inilah sikap yang dilarang dalam islam.
 
Sumber norma dan etik (al –Quran dan hadis) maka Al qur an dijadikan paradigm dalam melihat dan mengembangkan segala persoalan contohnya
 
* Paradigma Qurani Dalam Bidang Budaya → Masyarakat IslamiYang Tidak Sekuler Dalam Proses, Hasil
* Paradigma Qurani Dalam Bidang Ekonomi
 
# Kegiatan EkonomiYang Bebas Dari Bunga Dan Spekulasi Yang Merugikan.
# Prinsip Ekonomi Islam Adalah Tidak Boleh Rugi Dan Tidak Boleh Merugikan Orang Lain (La Dharara Wa La Dhirara)
# Riba Dan Gharar Merupakan Sesuatu Yang Dapat Merugikan Pihak-pihak Tertentu
 
==== Kemunduran umat Islam pada abad kedelapan belas, adalah karena beberapa faktor. ====
 
* Pertama, justru karena umat Islam meninggalkan peran Al-Quran sebagai paradigma dalam menghadapi segala persoalan.
* Kedua, hilangnya semangat ijtihad di kalangan umat Islam.
* Ketiga, karena umat Islam menerima paham Yunani mengenai realitas yang pada pokonya bersifat statis, sedangkan jiwa Islam bersifat dinamis dan berkembang.
* Keempat, para ilmuwan keliru memahami pemikiran Al-Ghazali.
* Faktor kelima, karena sikap para khalifah yang berkuasa pada zaman itu tidak mendukung pengembangan keilmuan karena takut kehilangan pengaruh yang berakibat terhadap hilangnya kekuasaan mereka.
 
==== '''al-Faruqi''' menyebutkan bahwa langkah-langkah kerja yang harus ditempuh adalah sebagai berikut. ====
 
# Menguasai disiplin ilmu modern
# Menguasai warisan khazanah Islam
# Membangun relevansi yang Islami bagi setiap bidang kajian atau wilayah penelitian pengetahuan modern.
# Mencari jalan dan upaya untuk menciptakan sintesis kreatif antara warisan Islam dan pengetahuan modern.
# Mengarahkan pemikiran Islam pada arah yang tepat yaitu sunatullah.
 
[[Category:Materi]]
[[Category:Matkul]]
[[Category:Pendidikan Agama Islam]]