Jump to content

OSI Layer: Difference between revisions

From Wiki
Created page with "Jaringan komputer dari tahun ke tahun mengalami banyak sekali perkembangan. Sehingga, setiap pengguna (user) di seluruh penjuru dunia dapat melakukan komunikasi dengan cepat d..."
 
No edit summary
 
(One intermediate revision by the same user not shown)
Line 1: Line 1:
Jaringan komputer dari tahun ke tahun mengalami banyak sekali perkembangan. Sehingga, setiap pengguna (user) di seluruh penjuru dunia dapat melakukan komunikasi dengan cepat dan optimal. Untuk saat ini, telah ada standarisasi khusus untuk penggunaan jaringan komputer sebagai alat komunikasi melalui OSI Layer.
Model Referensi OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk memahami, merancang, dan menjelaskan cara jaringan komputer berkomunikasi satu sama lain. Model ini menggambarkan bagaimana informasi dari suatu aplikasi berpindah melewati media jaringan ke aplikasi lain di komputer lain. OSI adalah "open system", yang berarti himpunan protokol yang memungkinkan terhubungnya dua sistem berbeda yang berasal dari arsitektur dasar yang berbeda pula, dengan tujuan untuk memfasilitasi komunikasi antar sistem yang berbeda tanpa memerlukan perubahan signifikan pada perangkat keras dan perangkat lunak di tingkat dasar.


Bagi yang belum mengetahui apa itu OSI Layer, kami akan membahasnya secara lebih detail sehingga anda dapat mengetahui setiap bagian dan cara kerja kerangka konseptual tersebut. Sebelum masuk pada pembahasan mengenai penjelasan tentang OSI Layer, kami akan memberikan informasi terkait sejarah singkat dari model tersebut.
Model OSI digunakan sebagai acuan untuk memudahkan mempelajari bagaimana protokol-protokol jaringan berfungsi dan berinteraksi. Model ini terdiri dari '''tujuh lapisan''', di mana setiap lapisan memiliki peran dan fungsi spesifik dalam proses komunikasi jaringan.


Pada tahun 1970, terdapat organisasi yang bernama International Organization for Standardization (ISO) yang berlokasi di eropa, telah mengembangkan sebuah model arsitektural jaringan yang diberi nama OSI Reference Model for Open Networking (Model Jaringan Terbuka OSI). Dimana, OSI tersebut mempunyai 7 layer yang memiliki fungsi masing – masing.
Ketujuh lapisan OSI (dari bawah ke atas) adalah:


==Pengertian OSI Layer==
# '''Layer Fisik (Physical Layer)''':
'''Open System Interconnection''' atau OSI adalah model referensi yang diciptakan dari sebuah kerangka yang bersifat konseptual. Namun, saat ini telah berkembang dan menjadi sebuah standarisasi khusus berkaitan dengan koneksi komputer.
#* Lapisan ini bertanggung jawab atas pengiriman dan penerimaan ''bit stream'' dalam medium fisik.
#* Mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan, dan pengkabelan.
#* Berkaitan langsung dengan besaran fisik seperti listrik, magnet, dan gelombang.
#* Data biner dikodekan menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui media jaringan.
#* Perangkat keras pada lapisan ini termasuk kabel, LAN Card, dan Hub.
#* Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural, dan fungsional untuk mengaktifkan, mempertahankan, dan menonaktifkan hubungan fisik antar sistem.
# '''Layer Data Link (Data Link Layer)''':
#* Berfungsi mentransformasi lapisan fisik menjadi ''link'' yang reliabel.
#* Bertanggung jawab untuk mendefinisikan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut ''frame''.
#* Menangani ''error correction'', ''flow control'', dan pengalamatan perangkat keras (MAC Address).
#* Menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti Bridge dan Switch layer 2 beroperasi.
#* Menyediakan link untuk data dan komunikasi dengan kartu jaringan.
#* Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk heksadesimal.
# '''Layer Jaringan (Network Layer)''':
#* Bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan konsep ''source-to-destination''.
#* Mendefinisikan alamat-alamat IP (pengalamatan logis).
#* Membuat ''header'' untuk paket-paket.
#* Melakukan ''routing'' melalui internetworking menggunakan router dan switch layer 3.
#* Menangani antrian trafik di jaringan.
#* Data pada lapisan ini berbentuk ''paket'' atau ''datagram''.
#* Perangkat pada lapisan ini adalah Router.
#* Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk desimal.
# '''Layer Transport (Transport Layer)''':
#* Bertanggung jawab untuk pengiriman ''source-to-destination'' (end-to-end).
#* Memecah data menjadi ''segmen-segmen''.
#* Memberikan nomor urut setiap segmen dan menyatukannya kembali (reassembly).
#* Menyediakan layanan yang dapat diandalkan (reliable) dengan mekanisme ''acknowledgment''.
#* Mengirim ulang paket yang rusak atau hilang.
#* Menangani ''flow control'' dan ''error control''.
#* Dapat bersifat ''connectionless'' atau ''connection-oriented''.
#* Data pada lapisan ini berbentuk ''segmen''.
# '''Layer Sesi (Session Layer)''':
#* Bertanggung jawab untuk membentuk, mengelola, dan kemudian memutuskan ''session'' antar lapisan Presentation.
#* Menyediakan kontrol dialog antar peralatan jaringan.
#* Mengorganisasi komunikasi dengan menawarkan mode ''simplex'', ''half-duplex'', dan ''full-duplex''.
#* Memisahkan data dari aplikasi yang satu dengan data dari aplikasi lain.
#* Menangani resolusi nama.
#* Menentukan bagaimana dua terminal menjaga dan mengatur koneksi.
# '''Layer Presentasi (Presentation Layer)''':
#* Fokus pada ''syntax'' dan ''semantic'' pada pertukaran informasi dua sistem.
#* Bertanggung jawab untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
#* Menangani kompresi dan enkripsi data.
#* Bertindak sebagai penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi.
#* Menyajikan data ke layer aplikasi.
# '''Layer Aplikasi (Application Layer)''':
#* Bertindak sebagai antarmuka (penghubung) antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
#* Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan.
#* Membuat pesan-pesan kesalahan.
#* Di lapisan ini, pengguna "berinteraksi dengan jaringan".
#* Mengidentifikasi dan memastikan keberadaan partner komunikasi yang dituju serta menentukan ketersediaan sumber daya komunikasi.


Tujuan dari pembuatan OSI Layer adalah menjadi model rujukan bagi setiap vendor atau developer, sehingga produk atau perangkat lunak yang dibuat memiliki sifat interpolate. Yang berarti, user dapat melakukan kerja sama dengan produk atau sistem tanpa perlu melakukan penanganan secara khusus atau special.
'''Transformasi Data dan Enkapsulasi:''' Informasi akan mengalami "perubahan bentuk (transformasi bentuk)" saat mengalir dari satu lapisan ke lapisan berikutnya. Proses ini dimulai dari layer Application (disebut data atau PDU), kemudian data mengalami transformasi saat melewati layer Transport menjadi ''segmen''. Segmen mengalir ke layer Network dan diubah menjadi ''paket'' (atau ''datagram''). Paket mengalir ke layer Data Link dan diubah menjadi ''frame''. Terakhir, frame mengalir ke layer Physical dan diubah menjadi ''bit-bit''.
7 Model OSI Layer


Berikut ini merupakan tujuh model OSI Layer, yang mana pada setiap lapisan mempunyai tugas dan fungsi masing – masing sesuai dengan penggunaannya terkait dengan kebutuhan koneksi antar perangkat komputer.
Proses transformasi ini dilakukan dengan menambahkan ''header'' khusus pada setiap lapisan, yang disebut '''enkapsulasi'''. Proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit dan dikirimkan melalui jaringan. Di sisi penerima, proses kebalikannya terjadi, yaitu '''de-enkapsulasi''', di mana ''header'' dilepas satu per satu dari layer terbawah hingga teratas.


===Application Layer (Lapisan ke-7)===
'''Model OSI dan Protokol TCP/IP:''' Penting untuk dicatat bahwa protokol TCP/IP dikembangkan ''sebelum'' model OSI ada. Oleh karena itu, lapisan-lapisan pada TCP/IP tidak sepenuhnya cocok dengan lapisan-lapisan OSI. Model TCP/IP hanya terdiri dari lima lapisan: physical, data link, network, transport, dan application. Lapisan aplikasi pada TCP/IP mencakup tiga lapisan OSI teratas (session, presentation, dan application). Beberapa sumber lain menggambarkan model TCP/IP dengan empat lapisan konseptual: Network Interface, Internet, Transport, dan Application, di mana lapisan Network Interface menggabungkan fungsi Physical dan Data Link. Meskipun demikian, model OSI tetap menjadi acuan penting untuk memahami komunikasi jaringan, sementara model TCP/IP adalah dasar bagi Internet dan sebagian besar jaringan komputer modern.
Application layer adalah lapisan yang menjadi pusat (center) terjadinya suatu interaksi antara pengguna (end user) dengan aplikasi yang bekerja menggunakan fungsionalitas sebuah jaringan. Selain itu juga mempunyai fungsi untuk melakukan konfigurasi mengenai bagaimana cara aplikasi dapat bekerja menggunakan resource jaringan.


Dan kemudian, dapat memberikan pesan saat terjadi sebuah kesalahan pada proses pengaturan jaringan. Contoh beberapa services dan protokol yang berada pada application layer adalah HTTP, SMTP, FTP, dan lain – lain.
== Cara Kerja ==
Model Referensi '''OSI (Open System Interconnection)''' adalah kerangka kerja yang digunakan untuk memahami, merancang, dan menjelaskan cara jaringan komputer berkomunikasi satu sama lain. Model ini menggambarkan bagaimana informasi dari suatu aplikasi berpindah melewati media jaringan ke aplikasi lain di komputer lain. Tujuan OSI adalah untuk memfasilitasi komunikasi antar sistem yang berbeda yang berasal dari arsitektur dasar yang berbeda pula, tanpa memerlukan perubahan signifikan pada perangkat keras dan perangkat lunak di tingkat dasar.


===Presentation Layer (Lapisan ke-6)===
Model OSI terdiri dari '''tujuh lapisan (layer)''', di mana setiap lapisan memiliki peran dan fungsi spesifik dalam proses komunikasi jaringan. Lapisan-lapisan ini tersusun secara hierarkis.
Lapisan yang keenam adalah presentation layer, dimana mempunyai fungsi untuk mentranslasikan format data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi melalui jaringan, ke dalam format yang dapat ditransmisikan oleh sebuah jaringan.


Pada layer ini, data juga akan ter- enkripsi dan dekripsi melalui sistem. Contoh protokol yang berada pada presentation layer adalah MIME, SSL, TLS, dan lain sebagainya.
Cara kerja model OSI dapat dilihat dari proses pengiriman data dari satu sistem ke sistem lain, di mana data akan '''mengalir dari lapisan teratas ke lapisan terbawah''' pada sisi pengirim, dan sebaliknya, '''dari lapisan terbawah ke lapisan teratas''' pada sisi penerima.


===Session Layer (Lapisan ke-5)===
Berikut adalah penjelasan ketujuh lapisan OSI dari atas ke bawah dan cara kerjanya dalam alur komunikasi:
Session layer merupakan lapisan yang berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana sebuah koneksi dapat dibuat, dikelola, dan dikembangkan. Contoh protokol yang berada pada session layer adalah NFS, SMB, RTP, dan lain – lain.


===Transport Layer (Lapisan ke-4)===
# '''Layer Aplikasi (Application Layer)''':
Transport layer mempunyai fungsi untuk memecah data menjadi paket paket data, serta memberikan nomor urut untuk setiap paketnya. Sehingga, nantinya dapat disusun kembali saat sampai pada tujuan. Pada layer ini juga menentukan protokol yang akan digunakan untuk mentransmisikan data, seperti protokol TCP.
#* Lapisan ini bertindak sebagai '''antarmuka (penghubung) antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan'''.
#* Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan.
#* Di lapisan ini, pengguna "berinteraksi dengan jaringan".
#* Bertanggung jawab terhadap pertukaran informasi antara program komputer.
#* Mengidentifikasi dan memastikan keberadaan partner komunikasi serta menentukan ketersediaan sumber daya komunikasi.
#* Contoh protokol: FTP, Telnet, SMTP, HTTP, POP3, DNS, DHCP.
#* Unit data pada lapisan ini disebut '''Data''' atau '''PDU (Protocol Data Unit)'''.
# '''Layer Presentasi (Presentation Layer)''':
#* Fokus pada ''syntax'' dan ''semantic'' pada pertukaran informasi dua sistem.
#* Bertanggung jawab untuk '''mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan'''.
#* Menangani '''kompresi dan enkripsi data'''.
#* Bertindak sebagai penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi.
#* Menyajikan data ke layer aplikasi.
#* Unit data pada lapisan ini disebut '''Data'''.
# '''Layer Sesi (Session Layer)''':
#* Bertanggung jawab untuk '''membentuk, mengelola, dan kemudian memutuskan ''session'' antar lapisan Presentation'''.
#* Menyediakan kontrol dialog antar peralatan jaringan.
#* Mengorganisasi komunikasi dengan menawarkan mode ''simplex'', ''half-duplex'', dan ''full-duplex''.
#* Memisahkan data dari aplikasi yang satu dengan data dari aplikasi lain.
#* Menangani resolusi nama.
#* Unit data pada lapisan ini disebut '''Data'''.
# '''Layer Transport (Transport Layer)''':
#* Bertanggung jawab untuk '''pengiriman ''source-to-destination'' (end-to-end)''' dari jenis ''message'' tertentu.
#* '''Memecah data menjadi ''segmen-segmen'''''.
#* Memberikan nomor urut setiap segmen dan menyatukannya kembali (reassembly) di sisi penerima.
#* Menyediakan layanan yang dapat diandalkan (''reliable'') dengan mekanisme ''acknowledgment'' untuk paket yang diterima sukses.
#* Mengirim ulang paket yang rusak atau hilang.
#* Menangani ''flow control'' untuk mencegah penerima kebanjiran data.
#* Menangani ''error control'' end-to-end.
#* Dapat bersifat ''connectionless'' atau ''connection-oriented''.
#* Unit data pada lapisan ini berbentuk '''Segmen'''. Contoh protokol: TCP, UDP.
# '''Layer Jaringan (Network Layer)''':
#* Bertanggung jawab untuk '''pengiriman paket dengan konsep ''source-to-destination''''' antar segmen jaringan yang berbeda.
#* Mendefinisikan '''alamat-alamat IP (pengalamatan logis)'''.
#* Membuat ''header'' untuk paket-paket.
#* Melakukan '''perutean (''routing'') melalui internetworking menggunakan ''router'''''.
#* Menangani antrian trafik di jaringan.
#* Unit data pada lapisan ini berbentuk '''Paket''' atau '''Datagram'''. Contoh protokol: IP, IPX. Perangkat pada lapisan ini adalah Router. Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk desimal.
# '''Layer Data Link (Data Link Layer)''':
#* Berfungsi '''mentransformasi lapisan fisik menjadi ''link'' yang reliabel'''.
#* Bertanggung jawab untuk mendefinisikan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut '''frame'''.
#* Menangani ''error correction'', ''flow control'', dan '''pengalamatan perangkat keras (MAC Address)'''.
#* Menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti Bridge dan Switch layer 2 beroperasi.
#* Menyediakan link untuk data dan komunikasi dengan kartu jaringan (NIC).
#* Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk heksadesimal.
#* Unit data pada lapisan ini berbentuk '''Frame'''.
# '''Layer Fisik (Physical Layer)''':
#* Lapisan ini bertanggung jawab atas '''pengiriman dan penerimaan ''bit stream'' dalam medium fisik'''.
#* Mendefinisikan media transmisi jaringan (kabel, gelombang radio, dll.), metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti Ethernet), topologi jaringan, dan pengkabelan.
#* Berkaitan langsung dengan besaran fisik seperti listrik, magnet, dan gelombang.
#* Data biner dikodekan menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui media jaringan.
#* Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural, dan fungsional untuk mengaktifkan, mempertahankan, dan menonaktifkan hubungan fisik antar sistem.
#* Perangkat keras pada lapisan ini termasuk kabel, LAN Card, dan Hub.
#* Unit data pada lapisan ini berbentuk '''Bit'''.


Protokol tersebut akan mengirimkan paket data, sekaligus memastikan bahwa setiap paket telah diterima dengan sukses dan tepat sasaran. Selain itu, juga dapat mentransmisikan ulang terhadap paket yang hilang atau rusak ketika proses pengiriman.
'''Proses Transformasi Data dan Enkapsulasi:''' Saat data mengalir dari lapisan atas ke bawah di sisi pengirim, setiap lapisan akan menambahkan informasi kontrol berupa ''header'' (dan terkadang ''trailer'') yang spesifik untuk lapisan tersebut ke data yang diterima dari lapisan di atasnya. Proses penambahan ''header'' ini disebut '''enkapsulasi'''. Bentuk unit data berubah nama saat melewati setiap lapisan: Data/PDU (Layer 7-5) menjadi Segmen (Layer 4), menjadi Paket/Datagram (Layer 3), menjadi Frame (Layer 2), dan akhirnya menjadi Bit (Layer 1). Bit-bit inilah yang kemudian ditransmisikan melalui media fisik.


===Network Layer (Lapisan ke-3)===
'''Proses Kebalikan (De-enkapsulasi):''' Di sisi penerima, data berupa bit-bit diterima oleh Layer Fisik. Data kemudian bergerak naik melalui lapisan-lapisan OSI. Setiap lapisan akan '''melepas ''header'' yang sesuai''' yang ditambahkan oleh lapisan yang sama di sisi pengirim. Proses ini disebut '''de-enkapsulasi'''. Data akan dikembalikan ke bentuk aslinya saat mencapai Layer Aplikasi di sisi penerima, sehingga dapat digunakan oleh aplikasi tujuan.
Tugas dari network layer adalah membuat header untuk paket yang berisi informasi IP (Internet Protocol), baik IP pengirim atau IP tujuan data. Pada suatu kondisi, network layer juga melakukan proses routing melalui internetworking dengan menggunakan bantuan router dan switch pada layer ke-3.  


===Data-Link Layer (Lapisan ke-2)===
Model OSI tetap menjadi acuan penting untuk memahami bagaimana protokol-protokol jaringan berfungsi dan berinteraksi, meskipun protokol modern seperti TCP/IP memiliki pemetaan lapisan yang sedikit berbeda.
Pada data-link layer memiliki tugas untuk menentukan setiap bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut dengan frame. Pada level ini juga terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan hardware atau perangkat keras (seperti halnya pada MAC Address (Media Access Control Address)).
 
Serta, menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti hub, repeater, bridge, dan switch pada layer 2 dapat beroperasi. Untuk spesifikasi IEEE 802, dapat membagi tingkatan menjadi 2 level, yaitu lapisan Media Access Control (MAC) dan lapisan Logical Link Control (LLC).
 
===Physical Layer (Lapisan ke-1)===
Dan model OSI Layer terakhir dan yang paling utama adalah physical layer. Fungsinya adalah untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, sinkronisasi bit, metode pensinyalan, serta membangun arsitektur jaringan seperti pengkabelan dan topologi jaringan.
 
Pada tahapan atau level ini juga mendefinisikan mengenai bagaimana sebuah NIC (Network Interface Card) dapat berinteraksi secara langsung dengan media kabel dan perangkat radio. Untuk setiap pengiriman data melalui tiap layer, dapat dianalogikan seperti anda mengirim surat.
 
==Cara Kerja OSI Layer==
Untuk memahami cara kerja dari OSI Layer sendiri, anda dapat membayangkan dengan tahapan dalam mengirim surat. Agar surat sampai kepada penerima dengan baik dan tepat, maka harus melewati berbagai tahapan pengiriman sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Berikut ini merupakan beberapa penjelasan mengenai cara kerja OSI Layer.
 
#Pertama, Application layer akan mengirimkan data yang dikirim pengguna kepada perangkat komputer penerima data.
#Kedua, pada presentation layer terjadi konversi email menjadi sebuah format jaringan.
#Ketiga, pada session layer akan membentuk sesi perjalanan data hingga seluruh proses pengiriman data selesai dilaksanakan.
#Yang keempat, di dalam transport layer pengirim melakukan pemecahan data. Kemudian, data tersebut dikumpulkan pada transport layer penerima.
#Kelima, network layer membuatkan sebuah alamat sehingga dapat menuntut  dan mengarahkan data hingga sampai pada tujuan yang benar.
#Selanjutnya, di dalam data-link layer akan dilakukan pembentukan data menjadi bentuk frame, serta alamat fisik.
#Dan pada lapisan utama tepatnya physical layer, data akan dikirim melalui medium (perantara) jaringan menuju lapisan transport penerima.
#Langkah yang terakhir, alur jalannya proses akan berbalik dari physical layer menuju application layer. Nantinya akan mengarah pada jaringan komputer penerima.


==Source==
==Source==
*[https://www.sekawanmedia.co.id/osi-layer/ sekawanmedia.co.id]
*[https://www.sekawanmedia.co.id/osi-layer/ sekawanmedia.co.id]
[[Category:Jaringan Komputer]]
[[Category:Jaringan]]
[[Category:Internet]]
[[Category:Security]]

Latest revision as of 22:17, 8 June 2025

Model Referensi OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah kerangka kerja yang digunakan untuk memahami, merancang, dan menjelaskan cara jaringan komputer berkomunikasi satu sama lain. Model ini menggambarkan bagaimana informasi dari suatu aplikasi berpindah melewati media jaringan ke aplikasi lain di komputer lain. OSI adalah "open system", yang berarti himpunan protokol yang memungkinkan terhubungnya dua sistem berbeda yang berasal dari arsitektur dasar yang berbeda pula, dengan tujuan untuk memfasilitasi komunikasi antar sistem yang berbeda tanpa memerlukan perubahan signifikan pada perangkat keras dan perangkat lunak di tingkat dasar.

Model OSI digunakan sebagai acuan untuk memudahkan mempelajari bagaimana protokol-protokol jaringan berfungsi dan berinteraksi. Model ini terdiri dari tujuh lapisan, di mana setiap lapisan memiliki peran dan fungsi spesifik dalam proses komunikasi jaringan.

Ketujuh lapisan OSI (dari bawah ke atas) adalah:

  1. Layer Fisik (Physical Layer):
    • Lapisan ini bertanggung jawab atas pengiriman dan penerimaan bit stream dalam medium fisik.
    • Mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan, dan pengkabelan.
    • Berkaitan langsung dengan besaran fisik seperti listrik, magnet, dan gelombang.
    • Data biner dikodekan menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui media jaringan.
    • Perangkat keras pada lapisan ini termasuk kabel, LAN Card, dan Hub.
    • Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural, dan fungsional untuk mengaktifkan, mempertahankan, dan menonaktifkan hubungan fisik antar sistem.
  2. Layer Data Link (Data Link Layer):
    • Berfungsi mentransformasi lapisan fisik menjadi link yang reliabel.
    • Bertanggung jawab untuk mendefinisikan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame.
    • Menangani error correction, flow control, dan pengalamatan perangkat keras (MAC Address).
    • Menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti Bridge dan Switch layer 2 beroperasi.
    • Menyediakan link untuk data dan komunikasi dengan kartu jaringan.
    • Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk heksadesimal.
  3. Layer Jaringan (Network Layer):
    • Bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan konsep source-to-destination.
    • Mendefinisikan alamat-alamat IP (pengalamatan logis).
    • Membuat header untuk paket-paket.
    • Melakukan routing melalui internetworking menggunakan router dan switch layer 3.
    • Menangani antrian trafik di jaringan.
    • Data pada lapisan ini berbentuk paket atau datagram.
    • Perangkat pada lapisan ini adalah Router.
    • Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk desimal.
  4. Layer Transport (Transport Layer):
    • Bertanggung jawab untuk pengiriman source-to-destination (end-to-end).
    • Memecah data menjadi segmen-segmen.
    • Memberikan nomor urut setiap segmen dan menyatukannya kembali (reassembly).
    • Menyediakan layanan yang dapat diandalkan (reliable) dengan mekanisme acknowledgment.
    • Mengirim ulang paket yang rusak atau hilang.
    • Menangani flow control dan error control.
    • Dapat bersifat connectionless atau connection-oriented.
    • Data pada lapisan ini berbentuk segmen.
  5. Layer Sesi (Session Layer):
    • Bertanggung jawab untuk membentuk, mengelola, dan kemudian memutuskan session antar lapisan Presentation.
    • Menyediakan kontrol dialog antar peralatan jaringan.
    • Mengorganisasi komunikasi dengan menawarkan mode simplex, half-duplex, dan full-duplex.
    • Memisahkan data dari aplikasi yang satu dengan data dari aplikasi lain.
    • Menangani resolusi nama.
    • Menentukan bagaimana dua terminal menjaga dan mengatur koneksi.
  6. Layer Presentasi (Presentation Layer):
    • Fokus pada syntax dan semantic pada pertukaran informasi dua sistem.
    • Bertanggung jawab untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
    • Menangani kompresi dan enkripsi data.
    • Bertindak sebagai penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi.
    • Menyajikan data ke layer aplikasi.
  7. Layer Aplikasi (Application Layer):
    • Bertindak sebagai antarmuka (penghubung) antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
    • Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan.
    • Membuat pesan-pesan kesalahan.
    • Di lapisan ini, pengguna "berinteraksi dengan jaringan".
    • Mengidentifikasi dan memastikan keberadaan partner komunikasi yang dituju serta menentukan ketersediaan sumber daya komunikasi.

Transformasi Data dan Enkapsulasi: Informasi akan mengalami "perubahan bentuk (transformasi bentuk)" saat mengalir dari satu lapisan ke lapisan berikutnya. Proses ini dimulai dari layer Application (disebut data atau PDU), kemudian data mengalami transformasi saat melewati layer Transport menjadi segmen. Segmen mengalir ke layer Network dan diubah menjadi paket (atau datagram). Paket mengalir ke layer Data Link dan diubah menjadi frame. Terakhir, frame mengalir ke layer Physical dan diubah menjadi bit-bit.

Proses transformasi ini dilakukan dengan menambahkan header khusus pada setiap lapisan, yang disebut enkapsulasi. Proses enkapsulasi terjadi berulang-ulang hingga data diubah menjadi bit-bit dan dikirimkan melalui jaringan. Di sisi penerima, proses kebalikannya terjadi, yaitu de-enkapsulasi, di mana header dilepas satu per satu dari layer terbawah hingga teratas.

Model OSI dan Protokol TCP/IP: Penting untuk dicatat bahwa protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI ada. Oleh karena itu, lapisan-lapisan pada TCP/IP tidak sepenuhnya cocok dengan lapisan-lapisan OSI. Model TCP/IP hanya terdiri dari lima lapisan: physical, data link, network, transport, dan application. Lapisan aplikasi pada TCP/IP mencakup tiga lapisan OSI teratas (session, presentation, dan application). Beberapa sumber lain menggambarkan model TCP/IP dengan empat lapisan konseptual: Network Interface, Internet, Transport, dan Application, di mana lapisan Network Interface menggabungkan fungsi Physical dan Data Link. Meskipun demikian, model OSI tetap menjadi acuan penting untuk memahami komunikasi jaringan, sementara model TCP/IP adalah dasar bagi Internet dan sebagian besar jaringan komputer modern.

Cara Kerja

Model Referensi OSI (Open System Interconnection) adalah kerangka kerja yang digunakan untuk memahami, merancang, dan menjelaskan cara jaringan komputer berkomunikasi satu sama lain. Model ini menggambarkan bagaimana informasi dari suatu aplikasi berpindah melewati media jaringan ke aplikasi lain di komputer lain. Tujuan OSI adalah untuk memfasilitasi komunikasi antar sistem yang berbeda yang berasal dari arsitektur dasar yang berbeda pula, tanpa memerlukan perubahan signifikan pada perangkat keras dan perangkat lunak di tingkat dasar.

Model OSI terdiri dari tujuh lapisan (layer), di mana setiap lapisan memiliki peran dan fungsi spesifik dalam proses komunikasi jaringan. Lapisan-lapisan ini tersusun secara hierarkis.

Cara kerja model OSI dapat dilihat dari proses pengiriman data dari satu sistem ke sistem lain, di mana data akan mengalir dari lapisan teratas ke lapisan terbawah pada sisi pengirim, dan sebaliknya, dari lapisan terbawah ke lapisan teratas pada sisi penerima.

Berikut adalah penjelasan ketujuh lapisan OSI dari atas ke bawah dan cara kerjanya dalam alur komunikasi:

  1. Layer Aplikasi (Application Layer):
    • Lapisan ini bertindak sebagai antarmuka (penghubung) antara aplikasi dengan fungsionalitas jaringan.
    • Mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan.
    • Di lapisan ini, pengguna "berinteraksi dengan jaringan".
    • Bertanggung jawab terhadap pertukaran informasi antara program komputer.
    • Mengidentifikasi dan memastikan keberadaan partner komunikasi serta menentukan ketersediaan sumber daya komunikasi.
    • Contoh protokol: FTP, Telnet, SMTP, HTTP, POP3, DNS, DHCP.
    • Unit data pada lapisan ini disebut Data atau PDU (Protocol Data Unit).
  2. Layer Presentasi (Presentation Layer):
    • Fokus pada syntax dan semantic pada pertukaran informasi dua sistem.
    • Bertanggung jawab untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.
    • Menangani kompresi dan enkripsi data.
    • Bertindak sebagai penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi.
    • Menyajikan data ke layer aplikasi.
    • Unit data pada lapisan ini disebut Data.
  3. Layer Sesi (Session Layer):
    • Bertanggung jawab untuk membentuk, mengelola, dan kemudian memutuskan session antar lapisan Presentation.
    • Menyediakan kontrol dialog antar peralatan jaringan.
    • Mengorganisasi komunikasi dengan menawarkan mode simplex, half-duplex, dan full-duplex.
    • Memisahkan data dari aplikasi yang satu dengan data dari aplikasi lain.
    • Menangani resolusi nama.
    • Unit data pada lapisan ini disebut Data.
  4. Layer Transport (Transport Layer):
    • Bertanggung jawab untuk pengiriman source-to-destination (end-to-end) dari jenis message tertentu.
    • Memecah data menjadi segmen-segmen.
    • Memberikan nomor urut setiap segmen dan menyatukannya kembali (reassembly) di sisi penerima.
    • Menyediakan layanan yang dapat diandalkan (reliable) dengan mekanisme acknowledgment untuk paket yang diterima sukses.
    • Mengirim ulang paket yang rusak atau hilang.
    • Menangani flow control untuk mencegah penerima kebanjiran data.
    • Menangani error control end-to-end.
    • Dapat bersifat connectionless atau connection-oriented.
    • Unit data pada lapisan ini berbentuk Segmen. Contoh protokol: TCP, UDP.
  5. Layer Jaringan (Network Layer):
    • Bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan konsep source-to-destination antar segmen jaringan yang berbeda.
    • Mendefinisikan alamat-alamat IP (pengalamatan logis).
    • Membuat header untuk paket-paket.
    • Melakukan perutean (routing) melalui internetworking menggunakan router.
    • Menangani antrian trafik di jaringan.
    • Unit data pada lapisan ini berbentuk Paket atau Datagram. Contoh protokol: IP, IPX. Perangkat pada lapisan ini adalah Router. Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk desimal.
  6. Layer Data Link (Data Link Layer):
    • Berfungsi mentransformasi lapisan fisik menjadi link yang reliabel.
    • Bertanggung jawab untuk mendefinisikan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut frame.
    • Menangani error correction, flow control, dan pengalamatan perangkat keras (MAC Address).
    • Menentukan bagaimana perangkat jaringan seperti Bridge dan Switch layer 2 beroperasi.
    • Menyediakan link untuk data dan komunikasi dengan kartu jaringan (NIC).
    • Pengalamatan yang digunakan dalam bentuk heksadesimal.
    • Unit data pada lapisan ini berbentuk Frame.
  7. Layer Fisik (Physical Layer):
    • Lapisan ini bertanggung jawab atas pengiriman dan penerimaan bit stream dalam medium fisik.
    • Mendefinisikan media transmisi jaringan (kabel, gelombang radio, dll.), metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti Ethernet), topologi jaringan, dan pengkabelan.
    • Berkaitan langsung dengan besaran fisik seperti listrik, magnet, dan gelombang.
    • Data biner dikodekan menjadi sinyal yang dapat ditransmisikan melalui media jaringan.
    • Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural, dan fungsional untuk mengaktifkan, mempertahankan, dan menonaktifkan hubungan fisik antar sistem.
    • Perangkat keras pada lapisan ini termasuk kabel, LAN Card, dan Hub.
    • Unit data pada lapisan ini berbentuk Bit.

Proses Transformasi Data dan Enkapsulasi: Saat data mengalir dari lapisan atas ke bawah di sisi pengirim, setiap lapisan akan menambahkan informasi kontrol berupa header (dan terkadang trailer) yang spesifik untuk lapisan tersebut ke data yang diterima dari lapisan di atasnya. Proses penambahan header ini disebut enkapsulasi. Bentuk unit data berubah nama saat melewati setiap lapisan: Data/PDU (Layer 7-5) menjadi Segmen (Layer 4), menjadi Paket/Datagram (Layer 3), menjadi Frame (Layer 2), dan akhirnya menjadi Bit (Layer 1). Bit-bit inilah yang kemudian ditransmisikan melalui media fisik.

Proses Kebalikan (De-enkapsulasi): Di sisi penerima, data berupa bit-bit diterima oleh Layer Fisik. Data kemudian bergerak naik melalui lapisan-lapisan OSI. Setiap lapisan akan melepas header yang sesuai yang ditambahkan oleh lapisan yang sama di sisi pengirim. Proses ini disebut de-enkapsulasi. Data akan dikembalikan ke bentuk aslinya saat mencapai Layer Aplikasi di sisi penerima, sehingga dapat digunakan oleh aplikasi tujuan.

Model OSI tetap menjadi acuan penting untuk memahami bagaimana protokol-protokol jaringan berfungsi dan berinteraksi, meskipun protokol modern seperti TCP/IP memiliki pemetaan lapisan yang sedikit berbeda.

Source