Subnetting IP Address: Difference between revisions
No edit summary |
|||
| (2 intermediate revisions by the same user not shown) | |||
| Line 1: | Line 1: | ||
[[File:Subnetting IP Address 1.png|thumb|''Source: [https://afrozahmad.com/blog/ip-subnetting-cheat-sheet-free-pdf-for-network-engineers/ afrozahmad.com]'']] | |||
Seubnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.Sebelum melanjutkan lebih jauh, ada baiknya jika kita mengenal dan memahami terlebih dahulu beberapa istilah yang sering digunakan dalam subnetting seperti di bawah ini. | Seubnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.Sebelum melanjutkan lebih jauh, ada baiknya jika kita mengenal dan memahami terlebih dahulu beberapa istilah yang sering digunakan dalam subnetting seperti di bawah ini. | ||
| Line 8: | Line 9: | ||
==Subnet Mask== | ==Subnet Mask== | ||
Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, 255.255.255.0 (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000 (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2. | Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, <code>255.255.255.0</code> (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi <code>11111111.11111111.11111111.00000000</code> (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah <code>2^8 = 256</code> host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2. | ||
==Classless Inter-Domain Routing (CIDR)== | ==Classless Inter-Domain Routing (CIDR)== | ||
Merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal <code>192.168.0.0/24</code>, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah <code>/24</code> yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. <code>/24</code> maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi <code>11111111.11111111.11111111.00000000</code>, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia. | Merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal <code>192.168.0.0/24</code>, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah <code>/24</code> yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. <code>/24</code> maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi <code>11111111.11111111.11111111.00000000</code>, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia. | ||
==Host valid / IP valid== | ==Host valid/IP valid== | ||
Host valid / IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254. Sedangkan Ip address pertama 192.168.1.0 merupakan Network address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address. | Host valid/IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address <code>192.168.1.0/24</code>, maka host jumlah host valid nya adalah <code>192.168.1.1 – 192.168.1.254</code>. Sedangkan Ip address pertama <code>192.168.1.0</code> merupakan Network address dan IP address kedua <code>192.168.1.255</code> merupakan broadcast address. | ||
==Power of 2== | ==Power of 2== | ||
| Line 34: | Line 35: | ||
*[[IP address class C Subnetting]] | *[[IP address class C Subnetting]] | ||
== | ==Source== | ||
*[https://www.pintarkomputer.com/cara-cepat-belajar-mneghitung-subnetting-ip-address-bagian-1/#comment-1176 pintarkomputer.com] | *[https://www.pintarkomputer.com/cara-cepat-belajar-mneghitung-subnetting-ip-address-bagian-1/#comment-1176 pintarkomputer.com] | ||
*[https://afrozahmad.com/blog/ip-subnetting-cheat-sheet-free-pdf-for-network-engineers/ afrozahmad.com] | |||
[[Category:Jaringan Komputer]] | [[Category:Jaringan Komputer]] | ||