<?xml version="1.0"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="en">
	<id>https://kangtain.com/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pendidikan_Agama_Islam%3AMembumikan_Islam_di_Indonesia</id>
	<title>Pendidikan Agama Islam:Membumikan Islam di Indonesia - Revision history</title>
	<link rel="self" type="application/atom+xml" href="https://kangtain.com/wiki/index.php?action=history&amp;feed=atom&amp;title=Pendidikan_Agama_Islam%3AMembumikan_Islam_di_Indonesia"/>
	<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kangtain.com/wiki/index.php?title=Pendidikan_Agama_Islam:Membumikan_Islam_di_Indonesia&amp;action=history"/>
	<updated>2026-05-04T04:33:36Z</updated>
	<subtitle>Revision history for this page on the wiki</subtitle>
	<generator>MediaWiki 1.45.1</generator>
	<entry>
		<id>https://kangtain.com/wiki/index.php?title=Pendidikan_Agama_Islam:Membumikan_Islam_di_Indonesia&amp;diff=7319&amp;oldid=prev</id>
		<title>Kangtain: Created page with &quot;== A. Menelusuri Transformasi Wahyu dan Implikasinya terhadap Corak Keberagamaan == Islam dalam bentuk dasarnya adalah wahyu Allah yang nirbahasa, wahyu dalam bentuk asalnya ditempatkan dalam sebuah blueprint yang disebut lauh al-mahfuz, dari sana ia memancarkan dirinya melalui tanda-tanda (ayat) yang terdapat dalam seluruh ciptaan Allah.  Dengan bahasa sederhana, fenomena alam, fenomena social dan fenomena budaya.  # &#039;&#039;&#039;High Tradition&#039;&#039;&#039;: Pertama Islam adalah agama wahy...&quot;</title>
		<link rel="alternate" type="text/html" href="https://kangtain.com/wiki/index.php?title=Pendidikan_Agama_Islam:Membumikan_Islam_di_Indonesia&amp;diff=7319&amp;oldid=prev"/>
		<updated>2022-11-25T04:12:47Z</updated>

		<summary type="html">&lt;p&gt;Created page with &amp;quot;== A. Menelusuri Transformasi Wahyu dan Implikasinya terhadap Corak Keberagamaan == Islam dalam bentuk dasarnya adalah wahyu Allah yang nirbahasa, wahyu dalam bentuk asalnya ditempatkan dalam sebuah blueprint yang disebut lauh al-mahfuz, dari sana ia memancarkan dirinya melalui tanda-tanda (ayat) yang terdapat dalam seluruh ciptaan Allah.  Dengan bahasa sederhana, fenomena alam, fenomena social dan fenomena budaya.  # &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;High Tradition&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: Pertama Islam adalah agama wahy...&amp;quot;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;New page&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;== A. Menelusuri Transformasi Wahyu dan Implikasinya terhadap Corak Keberagamaan ==&lt;br /&gt;
Islam dalam bentuk dasarnya adalah wahyu Allah yang nirbahasa, wahyu dalam bentuk asalnya ditempatkan dalam sebuah blueprint yang disebut lauh al-mahfuz, dari sana ia memancarkan dirinya melalui tanda-tanda (ayat) yang terdapat dalam seluruh ciptaan Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bahasa sederhana, fenomena alam, fenomena social dan fenomena budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;High Tradition&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: Pertama Islam adalah agama wahyu Allah SWT dan kebenarannya bersifat mutlak dan secara tegas dapat dikatakan hanya Tuhanlah yang paling mengetahui seluruh maksud, arti, dan makna setiap firman-Nya.&lt;br /&gt;
# &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Low Tradision&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;: Namun Islam dalam penurunan wahyunya juga berada di bumi menjadi agama masyarakat dan kebenarannya pun sesuai dengan apa yang terjadi di sosial masyarakat dan kebenarannya menjadi relatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat al Quran ada dua (menurut sahrur dalam “Al_qur’an wa al-kitab), yaitu Muhkamat dan Mutasyabihat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ayat muhkamat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; merupakan ayat yang berisi hukum. Jelas maknannya tapi perlu tafsir dan mengetahui asbabun nuzulnya (sebeb diturunkannya ayat tersebut.&lt;br /&gt;
* &amp;#039;&amp;#039;&amp;#039;Ayat Mutayabihat&amp;#039;&amp;#039;&amp;#039; ialah ayat yang secara samar. Kita tidak dapat kita tarik kesimpulan secara literal setelah kita membacannya. Harus mengetahui asbabun nuzul serta tafsir al Qurannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat-ayat dibaca dan dimaknai secara komprehensif oleh orang pilihan yang disebut Nabi dan Rosul -&amp;gt; breakdown -&amp;gt; pelajaran, nasehat, ketentuan, instruksi dan informasi dari Tuhan (bahasa)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Shuhuf ula (kitab Ibrahim a.s)&lt;br /&gt;
* Taurot (Nabi Musa a.s)&lt;br /&gt;
* Zabur (Nabi Dawud a.s)&lt;br /&gt;
* Injil (Nabi Isa a.s)&lt;br /&gt;
* Al-Qur’an ( Nabi Muhammad SAW)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al-Qur’an disampaikan secara lisan (sesuai konteks situasional) disebabkan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pernyataan tentang sebuah masalah,&lt;br /&gt;
* Problematika social budaya yang membutuhkan solusi&lt;br /&gt;
* Dan misi kenabian untuk merubah budaya suatu umat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengedepankan Keterbukaan, pemaknaan yang dinamis, selama tidak menyimpang dari konteks komunikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rosulallah ketika itu, al-qur’an adalah pedoman gerak dan bersikap sehingga begitu mendengar wacana lisan al-qur’an, umat islam dapat langsung mempraktekkan dalam realita kehidupan mereka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Implikasinya, nabi banyak menoleransi berbagai model pembacaan al-qur’an asal masih sejalan dengan tujuan beragama yaitu untuk menyucikan jiwa agar manusia tunduk dan patuk kepada Tuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi Rosululloh ketika itu, al-qur’an adalah pedoman gerak dan bersikap sehingga begitu mendengar wacana lisan al-qur’an, umat islam dapat langsung mempraktekkan dalam realita kehidupan mereka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Implikasinya, nabi banyak menoleransi berbagai model pembacaan al-qur’an asal masih sejalan dengan tujuan beragama yaitu untuk menyucikan jiwa agar manusia tunduk dan patuh kepada Tuhan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[[Category:Materi]]&lt;br /&gt;
[[Category:Matkul]]&lt;br /&gt;
[[Category:Pendidikan Agama Islam]]&lt;/div&gt;</summary>
		<author><name>Kangtain</name></author>
	</entry>
</feed>