Jump to content

Pembelajaran Mendalam: Perbedaan antara model, strategi dan metode

From Wiki

Dalam konteks pendidikan, khususnya Pembelajaran Mendalam (PM), istilah "model," "strategi," dan "metode" sering kali digunakan untuk menggambarkan pendekatan dalam proses belajar mengajar. Meskipun saling terkait, ketiganya memiliki fokus dan tingkat abstraksi yang berbeda:

1. Model (Model Pembelajaran/Kerangka Kerja)

"Model" sering merujuk pada kerangka kerja konseptual yang lebih luas atau desain pembelajaran yang terstruktur dan komprehensif. Ini adalah gambaran umum tentang bagaimana pembelajaran diorganisir atau sebuah pendekatan pedagogis yang terdefinisi dengan baik yang mencakup filosofi, prinsip, dan tahapan pelaksanaannya. Model juga bisa berupa representasi teoretis untuk memahami suatu proses.

 Karakteristik:

  • Holistik dan Sistematis: Model cenderung mencakup seluruh aspek pembelajaran dari awal hingga akhir.
  • Dasar Desain Pembelajaran: Memberikan struktur dan panduan umum untuk merancang pengalaman belajar.

Contoh dari Sumber:

  • Kerangka Kerja Pembelajaran Mendalam: Ini sendiri adalah model yang terdiri dari dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran.
  • Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning): Sebuah model yang mendorong eksplorasi dan pemecahan masalah melalui proyek nyata.
  • Model Pembelajaran Berbasis Inkuiri (Inquiry-Based Learning): Model yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengeksplorasi bahasa dengan mengumpulkan, mengolah, dan mengevaluasi informasi.
  • Model 3P (Presage-Process-Product): Model yang menjelaskan faktor-faktor pembelajaran peserta didik (faktor awal, proses, dan hasil).
  • Model Evaluasi Kegiatan Kokurikuler (Input, Process, Output, Outcome): Sebuah model sederhana untuk menilai sumber daya, pelaksanaan, hasil, dan dampak jangka panjang kegiatan.
  • Model Deep Learning (AI): Merujuk pada sistem berbasis Recurrent Neural Network (RNN) dan Convolutional Neural Network (CNN) untuk memprediksi kinerja akademik siswa.

2. Strategi (Strategi Pembelajaran/Strategi Digital)

"Strategi" adalah pendekatan tingkat tinggi atau rencana umum yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran atau bisnis tertentu. Ini melibatkan pengambilan keputusan tentang bagaimana keseluruhan proses akan diarahkan dan sumber daya akan digunakan. Strategi menetapkan arah umum.

Karakteristik:

  • Perencanaan Tingkat Tinggi: Lebih luas dari metode, strategi dapat mencakup beberapa model dan metode.
  • Berorientasi Tujuan: Dirancang untuk mencapai hasil yang spesifik, seperti meningkatkan kualitas pembelajaran atau daya saing bisnis.
  • Fleksibel dan Adaptif: Dapat disesuaikan berdasarkan dinamika dan kebutuhan.

Contoh dari Sumber:

  • Strategi Implementasi PM: Meliputi penyesuaian kurikulum, peningkatan keterlibatan peserta didik, pengurangan beban administrasi guru, dan pemanfaatan teknologi.
  • Strategi Pembelajaran Terdiferensiasi: Pendekatan yang menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan individu atau kelompok siswa.
  • Strategi Pembelajaran untuk Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi: Kurikulum berorientasi pada pengembangan keterampilan seperti kreativitas, pemecahan masalah, kolaborasi, dan berpikir kritis.
  • Strategi Pemasaran Digital: Rangkaian kegiatan yang memanfaatkan media digital untuk mempromosikan produk, layanan, atau merek.

3. Metode (Metode Pembelajaran/Metode Penelitian)

"Metode" adalah teknik atau prosedur spesifik yang digunakan untuk melaksanakan strategi atau dalam kerangka model. Ini adalah langkah-langkah praktis dan terperinci tentang bagaimana suatu kegiatan dilakukan.

Karakteristik:

  • Tindakan Spesifik: Fokus pada "bagaimana" tindakan dilakukan.
  • Alat Implementasi: Digunakan untuk menerapkan model atau strategi.
  • Operasional: Bersifat praktis dan dapat diamati secara langsung.

Contoh

  • Metode Observasi: Mengamati langsung perilaku atau aktivitas murid dalam proses pembelajaran.
  • Metode Wawancara: Mengumpulkan data dari individu secara lisan.
  • Metode Diskusi Kelompok: Kegiatan interaktif di mana siswa bertukar ide dan memecahkan masalah bersama.
  • Pre-test: Digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal murid.
  • Studi Kasus: Metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam Pendidikan Pancasila untuk menyelesaikan permasalahan isu sosial, politik, atau hukum.
  • Penggunaan Jurnal Refleksi atau Rubrik Self-Assessment: Metode untuk tahap refleksi dalam pembelajaran.

Hubungan Antar Konsep

Dalam implementasi Pembelajaran Mendalam, hubungan ketiganya dapat digambarkan secara hierarkis, meskipun ada kalanya istilah "model" dan "metode" digunakan secara bergantian untuk menggambarkan pendekatan pedagogis spesifik (misalnya, pembelajaran berbasis proyek bisa disebut model atau metode tergantung konteksnya).

  • Sebuah Strategi (misalnya, strategi peningkatan kualitas pembelajaran) akan memilih Model pembelajaran yang sesuai (misalnya, Model Pembelajaran Berbasis Proyek).
  • Di dalam Model tersebut, akan digunakan berbagai Metode untuk mencapai tujuan (misalnya, diskusi kelompok, presentasi, observasi lapangan).
  • Pemilihan model/strategi/metode ini merupakan bagian dari "praktik pedagogis" yang mendukung Pembelajaran Mendalam.

Contoh Penerapan dalam Pembelajaran Mendalam

Jika tujuan kita adalah meningkatkan penalaran kritis siswa (dimensi profil lulusan), strateginya mungkin adalah mengadopsi kurikulum berbasis masalah yang mendorong eksplorasi. Untuk menjalankan strategi ini, kita dapat menggunakan model pembelajaran berbasis inkuiri. Di dalam model inkuiri tersebut, metode yang digunakan bisa berupa "merumuskan masalah," "pengumpulan data melalui wawancara," "analisis data," dan "komunikasi hasil temuan".

Singkatnya, strategi adalah apa yang ingin dicapai dan pendekatan umum untuk mencapainya. Model adalah desain atau kerangka kerja terstruktur yang lebih spesifik untuk mengimplementasikan strategi tersebut, dan metode adalah langkah-langkah konkret atau teknik yang digunakan di dalam model untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran.