Jump to content

Media Penyimpanan Komputer

From Wiki

Media penyimpanan (bahasa Inggris: storage atau backing storage) adalah perangkat keras komputer yang digunakan untuk menyimpan data, instruksi program, dan informasi sistem operasi baik secara sementara maupun permanen. Dalam hierarki memori komputer, media penyimpanan dikategorikan sebagai memori eksternal yang diakses oleh prosesor melalui modul input/output (I/O).

Klasifikasi dan Hierarki

Berdasarkan cara akses dan letaknya terhadap prosesor, memori dalam sistem komputer dibagi menjadi dua kategori utama:

  1. Memori Internal: Jenis memori yang dapat diakses secara langsung oleh prosesor, meliputi register, cache memory, dan memori utama (main memory).
  2. Memori Eksternal: Jenis memori yang diakses prosesor melalui modul I/O, meliputi magnetic disk, optical disk, dan magnetic tape.

Media penyimpanan juga dikenal sebagai backing storage, yang berfungsi untuk menyimpan berbagai jenis program dan file berukuran besar yang sedang tidak digunakan oleh memori utama (primary storage).

Satuan Kapasitas

Kapasitas media penyimpanan diukur dalam satuan byte. Berikut adalah hierarki satuan kapasitas penyimpanan:

  • Bit: Satuan terkecil (1 bit).
  • Byte: 8 bit.
  • Kilobyte (KB): 1.000 byte.
  • Megabyte (MB): 1.000.000 byte.
  • Gigabyte (GB): 1.000.000.000 byte.
  • Terabyte (TB): 1.000.000.000.000 byte.

Jenis-Jenis Media Penyimpanan

1. Cakram Magnetik (Magnetic Disk)

Magnetic disk adalah piringan bundar yang terbuat dari logam atau plastik yang dilapisi bahan yang dapat dimagnetisasi. Jenis-jenisnya meliputi:

  • Hard Disk (Hard Drive): Merupakan media penyimpanan berkapasitas besar yang berisi piringan keras (platter) dari bahan logam, head, motor penggerak, dan papan elektronik yang dibungkus casing kuat. Hard disk berkembang dari tipe Parallel Advanced Technology Attachment (PATA) yang menggunakan kabel 40/80 kawat menuju Serial Advanced Technology Attachment (SATA) yang memiliki konektor lebih kecil dan fleksibel. Hard disk juga tersedia dalam jenis antarmuka IDE dan SCSI. Kapasitas hard disk telah berkembang dari megabyte hingga mencapai satuan terabyte.
  • Floppy Disk (Disket): Media penyimpanan yang terbuat dari cakram magnetik lentur (floppy) dengan kapasitas standar 1,44 MB. Data pada disket dibaca dan ditulis melalui head yang berpusat pada track.
  • Removable Disk: Termasuk dalam kategori ini adalah Zip Drive (kapasitas 100 MB), Jaz (kapasitas 1 GB), dan L-120 (kapasitas 120 MB).

2. Cakram Optik (Optical Disk)

Perangkat ini menggunakan sinar laser atau gelombang elektromagnetik untuk membaca dan menulis data pada media cakram. Jenis-jenisnya meliputi:

  • CD-ROM (Compact Disk Read Only Memory): Media yang hanya bisa dibaca dan tidak bisa ditulis ulang, dengan kapasitas berkisar 650 MB hingga 700 MB.
  • DVD (Digital Versatile Disc): Memiliki fisik serupa CD namun dengan kapasitas lebih besar, mulai dari 4,7 GB hingga 17 GB.
  • CD-RW / DVD-RW: Jenis cakram yang memungkinkan data untuk direkam dan ditulis ulang (rewrite).
  • Blu-ray: Media optis yang mampu menyimpan data dalam kapasitas yang lebih besar dibanding DVD.

3. Memori Kilat (Flash Memory)

Teknologi penyimpanan ini tidak memiliki komponen bergerak dan menggunakan sirkuit semikonduktor.

  • USB Flash Drive: Alat penyimpanan data memori kilat tipe NAND yang memiliki konektor USB terintegrasi. Kapasitasnya bervariasi mulai dari ukuran megabyte hingga terabyte.
  • Solid State Drive (SSD): Media penyimpanan yang menggunakan semikonduktor sebagai fungsi penyimpanan data. SSD bekerja lebih cepat dan lebih tahan kerusakan fisik dibandingkan hard disk konvensional karena tidak memiliki komponen bergerak, namun memiliki harga yang relatif lebih tinggi.
  • Multimedia Card (MMC): Media penyimpanan yang umumnya digunakan pada perangkat mobile.

4. Pita Magnetik (Magnetic Tape)

Media ini memiliki karakteristik akses data secara berurutan (sequential access), sehingga proses pembacaan data cenderung lambat. Pita magnetik umumnya digunakan untuk keperluan pencadangan (backup) data.

Pemeliharaan dan Perbaikan

Media penyimpanan memerlukan perawatan untuk menjaga kinerja dan keamanan data:

Perangkat Lunak:

  • ScanDisk: Utilitas untuk memeriksa struktur file sistem, tabel lokasi file, dan mendeteksi bad sector pada hard disk.
  • Disk Defragmenter: Utilitas untuk mengatur ulang tata letak file yang terfragmentasi agar kinerja sistem meningkat.
  • Partisi: Proses membagi total penyimpanan hard disk menjadi beberapa bagian logis (misalnya Drive C dan Drive D) untuk memisahkan sistem operasi dan data pengguna.

Perangkat Keras:

  • Hard disk memerlukan pendingin tambahan (fan) untuk mengurangi panas berlebih, terutama pada kecepatan putar tinggi (7200 rpm ke atas).
  • Floppy Drive dan Optical Drive (CD/DVD-ROM) dapat mengalami gangguan fungsi akibat debu pada head atau lensa optik. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan disk cleaner atau CD cleaner yang memanfaatkan cairan pembersih.

Masalah Umum

Beberapa masalah yang sering terjadi pada media penyimpanan antara lain:

  • Komputer tidak mendeteksi hard disk atau CD-ROM karena kesalahan pemasangan kabel data atau pengaturan jumper (master/slave).
  • Pesan kesalahan saat Power-On Self-Test (POST) seperti "HDD not Install" atau "Disk Not Found" yang mengindikasikan kegagalan deteksi perangkat.
  • Kerusakan fisik pada flash drive yang memiliki umur penyimpanan data rata-rata terbatas (sekitar 5 tahun) akibat degradasi memori kilat.