Jump to content

J.611000.001.01: Melakukan Survei Teknis

From Wiki

Melakukan survei teknis adalah proses sistematis yang melibatkan persiapan dan pelaksanaan pengumpulan data untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna terkait infrastruktur jaringan komputer atau sistem informasi. Aktivitas ini merupakan elemen fundamental dalam fase analisis kebutuhan (requirements analysis) dalam siklus hidup pengembangan jaringan (Network Development Life Cycle - NDLC) maupun rekayasa perangkat lunak,. Dalam konteks standar kompetensi teknis di Indonesia, aktivitas ini tercatat dalam Unit Kompetensi J.611000.001.01 tentang "Mengumpulkan Kebutuhan Teknis Pengguna yang Menggunakan Jaringan".

Menentukan Daftar Kebutuhan Pengguna

Langkah awal dalam survei teknis adalah mengidentifikasi dan mendokumentasikan daftar kebutuhan pengguna secara komprehensif. Proses ini, yang sering disebut sebagai requirements elicitation, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara pengguna yang berorientasi bisnis dan teknisi yang berorientasi solusi.

Identifikasi Pemangku Kepentingan (Stakeholders)

Survei harus dimulai dengan mengidentifikasi sumber kebutuhan, termasuk pemilik masalah, pengguna akhir, dokumentasi sistem yang ada, dan sistem lain yang berinteraksi. Analisis rantai nilai (value-chain analysis) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kelompok pengguna internal maupun eksternal, seperti vendor, yang akan terhubung dengan jaringan.

Tujuan Bisnis

Kebutuhan pengguna harus diterjemahkan ke dalam tujuan bisnis yang spesifik. Tujuan ini sering kali mencakup peningkatan pendapatan, pengurangan biaya operasional, peningkatan produktivitas karyawan, atau perluasan ke pasar baru. Pemahaman terhadap struktur organisasi dan budaya perusahaan juga diperlukan untuk menentukan siapa pengambil keputusan yang memiliki wewenang menerima atau menolak desain jaringan.

Kebutuhan Aplikasi

Identifikasi aplikasi jaringan sangat penting karena aplikasi adalah alasan utama keberadaan jaringan. Survei harus mencatat jenis aplikasi (misalnya, email, transfer file, akses basis data, atau konferensi video), tingkat kekritisannya (criticality), dan apakah aplikasi tersebut baru atau sudah ada,.

Menentukan Informasi Spesifik yang Dibutuhkan

Setelah kebutuhan umum teridentifikasi, survei teknis harus menggali informasi yang lebih spesifik dan terukur untuk memastikan desain yang tepat. Informasi ini dikategorikan menjadi tujuan teknis dan kendala.

Kinerja dan Metrik Teknis

Informasi spesifik harus mencakup parameter kinerja jaringan seperti bandwidth, throughput (jumlah data bebas kesalahan yang ditransmisikan per satuan waktu), latensi (delay), variasi delay (jitter), dan tingkat kesalahan (error rate),. Perbedaan antara throughput dan latensi harus dipahami, di mana latensi menentukan penundaan yang dialami pengguna, sedangkan throughput menentukan volume data yang dapat diproses.

Ketersediaan (Availability) dan Keandalan (Reliability)

Survei harus menentukan target ketersediaan, yang sering dinyatakan dalam persentase uptime (misalnya 99,999% atau "five nines"). Metrik spesifik yang dicatat meliputi Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time to Repair (MTTR).

Skalabilitas dan Keamanan

Informasi mengenai rencana ekspansi pengguna, situs, dan peladen (server) dalam jangka waktu tertentu (misalnya 1-2 tahun ke depan) harus dikumpulkan untuk menjamin skalabilitas. Selain itu, survei harus mengidentifikasi aset jaringan yang perlu dilindungi serta menganalisis risiko keamanan. Kepatuhan terhadap regulasi seperti GDPR atau HIPAA juga menjadi informasi spesifik yang wajib didata karena memiliki implikasi hukum pada arsitektur jaringan.

Merancang Dokumen dan Metode Survei

Perancangan dokumen survei teknis bertujuan untuk menstandardisasi pengumpulan data agar konsisten dan dapat diverifikasi.

Metodologi Survei

Teknik yang umum digunakan meliputi wawancara (terstruktur maupun tidak terstruktur), kuesioner, observasi (etnografi), dan analisis dokumen,. Kuesioner berguna untuk mengumpulkan data dari banyak pemangku kepentingan secara cepat, meskipun terbatas dalam kedalaman informasi. Teknik Joint Application Design (JAD) juga dapat digunakan untuk mempertemukan pengguna dan desainer dalam sesi intensif.

Struktur Dokumen

Dokumen survei atau desain jaringan yang dihasilkan biasanya mengikuti metodologi Top-Down Network Design. Dokumen ini mencakup peta logis dan fisik jaringan, skema pengalamatan (addressing) dan penamaan (naming), serta spesifikasi kabel dan media,. Penggunaan diagram modular direkomendasikan untuk menggambarkan fungsi utama jaringan seperti kampus perusahaan, tepian WAN (WAN edge), dan pusat data.

Karakterisasi Lalu Lintas

Dokumen survei harus mencakup formulir untuk mengarakterisasi aliran lalu lintas (traffic flow), baik itu client/server, peer-to-peer, atau komputasi terdistribusi. Ini membantu dalam memvisualisasikan beban lalu lintas dan kebutuhan QoS (Quality of Service).

Tantangan dan Kendala

Pelaksanaan survei teknis sering menghadapi tantangan non-teknis yang harus didokumentasikan.

Kendala Politik dan Anggaran

Politik kantor dan bias teknologi sering disebut sebagai "Layer 8" dalam model OSI dan dapat mempengaruhi keberhasilan proyek. Selain itu, kendala anggaran dan staf, termasuk kurangnya personel yang terlatih, merupakan hambatan nyata yang membatasi pilihan desain.

Kesenjangan Komunikasi

Terdapat kesenjangan semantik atau "budaya" antara komunitas pemilik masalah (pengguna) dan komunitas pemecah masalah (teknisi IT). Konsep yang jelas bagi satu pihak mungkin tidak dipahami oleh pihak lain, sehingga teknik elisitasi kebutuhan yang tepat sangat diperlukan untuk menghindari kesalahan interpretasi.